MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 30 Universitas Brawijaya melaksanakan forum diskusi serta edukasi bertemakan “Biosirkular: Aplikasi Agens Hayati (Metarhizium sp.) dan Limbah Organik” di Aula Masjid Jami’ Baitussalam, Dusun Robyong, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Senin (27/8/2026).
Kegiatan ini menyasar Organisasi Masyarakat yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Robyong dengan tujuan untuk menjawab persoalan penggunaan pestisida kimia yang masih dominan di kalangan petani lokal. Melalui pendekatan biosirkular, kami memperkenalkan pemanfaatan agens hayati Metarhizium sp., yang dipadukan dengan pengolahan limbah organik sebagai bahan alternatif pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.
“Program ini kami rancang agar sejalan dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu, sekaligus memberi solusi praktis bagi petani dalam mengendalikan hama tanpa terus bergantung pada bahan kimia,” ujar Arbianto, selaku penanggung jawab utama.
Forum ini berlangsung dengan ajakan berdiskusi seputar prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), sekaligus pembagian leafet berisi resep dan panduan penggunaan pestisida nabati cair yang telah diracik sebelumnya. Peserta diberikan ruang tanya jawab sehingga dapat bertukar pikiran terhadap masalah yang dihadapi. Sebagai bentuk pembuktian awal dua anggota KWT secara sukarela mencoba mempraktikan penggunaan produk pestisida nabati yang telah dibagikan.
Ketua Kelompok Wanita Tani Dusun Robyong, Siti, menyambut baik insiatif ini.
“Kami senang sekali ada adik-adik mahasiswa yang mau berbagi ilmu seperti ini.” ujarnya.
Program ini merupakan salah satu wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung SDGs poin ke-12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, melalui pemanfaatan limbah organik dan pengurangan ketergantungan pada bahan kimia sintetis di sektor pertanian.
Selain itu MMD kelompok 30 juga menyerahkan buku di akhir acara sebagai bentuk ramah tamah dan menjalin relasi dengan Kelompok Wanita Tani. “Nanti dibaca bareng-bareng sama anggota lain” ujar Siti.
Penulis : Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 30


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.