Langsung ke konten
Jumat, 28 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Muktamar NU Ke-35 Jombang: Ning Lia Istifhama Dorong Gen Z Aktif Jaga Marwah dan Khidmah

Lia Istifhama (Ning Lia), menegaskan pentingnya peran Generasi Z dalam meneruskan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) pada Muktamar ke-35 di Jombang.

Dr. Lia Istifhama (kedua dari kiri) mengabadikan momen bersama sejumlah tokoh di arena Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Dr. Lia Istifhama (kedua dari kiri) mengabadikan momen bersama sejumlah tokoh di arena Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota DPD RI Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia), menegaskan pentingnya peran Generasi Z dalam meneruskan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) pada Muktamar ke-35 di Jombang. Ia menyoroti tema besar muktamar, “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”, sebagai momentum anak muda untuk tampil sebagai pelaku aktif perubahan.

Esensi Menjaga Marwah di Tengah Modernisasi

Menurut Ning Lia, mempertahankan muruah organisasi tidak berarti menolak kemajuan zaman atau membelenggu diri pada cara lama.

“Menjaga marwah berarti menjaga nilai, adab dan jati diri. Sedangkan memperkaya khidmah berarti berani mencari cara-cara baru agar pengabdian tetap relevan. Di sinilah Gen Z memiliki peran yang sangat penting. Mereka bukan hanya penerima warisan nilai NU, tetapi juga harus menjadi pelaku yang mengembangkan nilai itu sesuai tantangan zamannya,” tegasnya.

Baca juga: Kakorlantas Apresiasi Kinerja Jajaran Dorong Transformasi Digital ETLE dan Modernisasi Pelayanan Lalu Lintas

Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, DPD RI Jatim Ning Lia Ajak Kopri PMII Kuasai Ruang Digital

Ia mengingatkan bahwa adab dan toleransi harus tetap menjadi fondasi utama di tengah gempuran digitalisasi.

“Tradisi harus menjadi akar, bukan belenggu. Kita boleh menggunakan teknologi, masuk ke ruang digital, mengembangkan ekonomi kreatif dan membangun inovasi, tetapi nilai adab, toleransi, gotong royong dan cinta Tanah Air tidak boleh hilang,” tambah Ning Lia.

Transformasi Ruang Khidmah Lewat Dunia Digital

Bagi Gen Z, medan pengabdian kini membentang luas melampaui sekat-sekat fisik lingkungan pesantren. Ning Lia menilai kemampuan literasi digital anak muda adalah modal besar bagi NU.

“Kalau dahulu khidmah banyak dilakukan melalui pesantren, masjid dan kegiatan sosial, hari ini khidmah juga bisa dilakukan melalui media digital. Membuat konten edukatif, melawan hoaks, menjaga persatuan, membangun usaha, menciptakan lapangan kerja dan mengedukasi masyarakat juga merupakan bentuk khidmah,” jelasnya.

Gen Z Sebagai Subjek Perubahan Bangsa
Dari bumi Jombang, Ning Lia berharap Muktamar ke-35 ini tidak sebatas melahirkan keputusan struktural, tetapi juga keberanian memberi panggung bagi anak muda.

“Jangan hanya mewariskan NU kepada Gen Z. Wariskan nilai-nilainya, berikan mereka ruang untuk berkreasi, lalu biarkan mereka membawa NU dengan cara yang sesuai zamannya. Dengan begitu, marwah tetap terjaga dan khidmah justru semakin kaya,” pungkasnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.