JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Ilfi Nur Diana menegaskan pentingnya peran profesor atau guru besar untuk tidak hanya beraktivitas di lingkungan akademik, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar Nasional (Semnas) dan Bahtsul Masail APMNU Support Muktamar ke-35 yang digelar di SMKN 1 Jombang, Jumat (27/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Malang menekankan bahwa gelar profesor membawa tanggung jawab besar untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Menurutnya, apapun bidang keilmuan yang ditekuni, seorang profesor harus memiliki kepekaan terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Apapun bidangnya, profesor harus peka. Harus berdampak dan harus berkontribusi pada masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keberadaan profesor tidak seharusnya berhenti pada kegiatan akademik maupun penelitian semata. Ilmu pengetahuan yang dimiliki para guru besar harus dapat diimplementasikan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.Konsep tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat UIN mengabdi dan profesor berdampak. Para guru besar diharapkan mampu membuka ruang pengabdian yang lebih luas, sehingga keilmuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“UIN mengabdi dan profesor berdampak. Bagaimana guru besar bisa berkontribusi, ini bagian dari bangsa. Kontribusi para profesor apa? Semua dalam pendekatan ilmiah dan keagamaan” ujarnya.
Menurutnya, persoalan masyarakat memiliki kompleksitas yang membutuhkan pendekatan multidisiplin. Karena itu, kontribusi profesor juga harus dilakukan melalui pendekatan ilmiah yang tetap memperhatikan nilai-nilai keagamaan.Dalam konteks APMNU, integrasi perspektif keilmuan dan keagamaan dinilai menjadi bagian penting dalam membahas serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul.
“Integrasi dalam perspektif keagamaan. Penyelesaian bisa secara hukum positif atau pendekatan syariah,” jelasnya.
Ia menilai forum Bahtsul Masail APMNU menjadi ruang strategis bagi para akademisi dan ulama perempuan untuk mengembangkan pemikiran sekaligus merumuskan solusi terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Melalui forum tersebut, berbagai persoalan dapat dikaji secara mendalam dengan menggabungkan pendekatan akademik, hukum, sosial, serta perspektif keagamaan. Dengan demikian, keputusan atau rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya memiliki dasar keilmuan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Rektor UIN Malang menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang kepada para profesor agar dapat berkontribusi lebih luas melalui pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
“Memberikan ruang kepada para profesor untuk memberikan kontribusi maupun ruang untuk mengabdi pada bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam membangun bangsa. Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang.
Karena itu, keterlibatan guru besar dalam forum-forum keumatan seperti Semnas dan Bahtsul Masail APMNU diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik, pesantren, ulama, dan masyarakat.
Semnas dan Bahtsul Masail APMNU di SMKN 1 Jombang sendiri menjadi salah satu ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran akademisi dan perspektif keagamaan dalam membahas berbagai persoalan aktual.
Kehadiran Rektor UIN Malang sekaligus menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hadir, mengabdi, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Dengan semangat tersebut, profesor tidak hanya dituntut menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga mampu menjadikan keilmuannya sebagai bagian dari ikhtiar menyelesaikan persoalan bangsa secara ilmiah, konstruktif, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.