Langsung ke konten
Minggu, 20 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

Napak Tilas Spiritual dan Keheningan di Lereng Gunung Panderman Bersama Rombongan Nyai Wali Ida Rofi dan Ki Eko Condro Wijoyo

OPINI | MALANG – Perjalanan spiritual yang sarat akan makna tradisi baru saja ditunaikan oleh rombongan spiritualis Dukun kondang, Nyai Wali Ida Rofi. Berangkat tepat pada hari Jum’at pukul 19.00 WIB dari kediaman sekaligus Keraton Nyai Wali Ida Rofi di Desa Kali Sampurno, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Rute yang ditempuh bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah urutan simbolis yang penuh dengan nilai histori dan ketenangan jiwa.

Tujuan pertama rombongan pada hari Jum’at malam adalah petirtan sakral Sumber Nagan. Tempat yang sarat akan sejarah ini dipilih sebagai titik awal untuk melakukan ritual pembersihan diri atau sekadar menyerap energi ketenangan dari mata air purba. Di tengah keheningan malam Sumber Nagan, rombongan melakukan refleksi spiritual dengan khusyuk.

Usai merampungkan laku spiritual di petirtan tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Batu untuk bermalam di Villa Bapak Siswoyo. Udara dingin khas pegunungan Batu menjadi transisi yang nyaman bagi rombongan untuk mengistirahatkan fisik sebelum menuju agenda puncak.

Iklan

Setelah memulihkan stamina di Kota Batu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bumi Perkemahan Bedengan Kecamatan Ndau Malang Kabupaten. Di sinilah momen “malam santai” yang sesungguhnya digelar. Setibanya di lokasi perkemahan hingga malam ini, suasana santai Nyai Wali Ida Rofi terasa semakin istimewa karena didampingi oleh para sahabat karib beliau.

Tampak hadir di lokasi tokoh-tokoh seperti Damar Kuncoro, Siswoyo yang akrab dipanggil Ken Arok pemilik salah satu Villa di kawasan Agro Kencana. kemudian ada bang Jalil disamping istri tercinta ibu Lisa, beserta pak Narkowi. Kehadiran para sahabat ini menambah kehangatan di tengah sejuknya alam bumi perkemahan.

Jauh dari kesan ritual yang kaku, di bawah rimbunnya pohon pinus dan di tepi tenangnya air yg mengalir mereka menikmati kebersamaan dengan cangkrukan santai, menyeduh kopi. Energi alam bumi perkemahan Bedengan Ndau Malang Kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Batu ini seakan menyempurnakan perjalanan panjang mereka yang dimulai dari Tanggulangin.

Keselarasan Jiwa dan Semesta
Fenomena perjalanan dari Keraton Tanggulangin menuju Sumber Nagan, Batu, hingga berakhir di Selorejo ini memberikan sudut pandang menarik bagi kita. Di era modern yang serba cepat, para praktisi spiritual seperti Nyai Wali Ida Rofi menunjukkan pentingnya recharge energi dengan cara kembali ke alam bersama orang-orang terdekat.

Malam santai di Bumi Perkemahan Bedengan membuktikan bahwa spiritualitas sejati tidak selalu terkunci di dalam ruangan tertutup, melainkan mengalir bebas, hidup, dan bernapas selaras dengan keindahan semesta serta hangatnya tali silaturahmi.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.