BATU | JATIMSATUNEWS.COM: Pangan lokal tak selalu harus hadir dalam bentuk sajian tradisional yang sederhana. Di tangan pelaku UMKM dan kelompok masyarakat, bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah.
Hal itu terlihat dalam KTNA Agro Expo 2026 di Kota Batu, Jawa Timur. Salah satu peserta, Nining Kusmiati, menghadirkan olahan lepet jagung yang dibuat secara mandiri dari bahan dasar jagung.
Nining merupakan salah satu pelaku pengolahan pangan lokal yang pernah meraih Juara 2 B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) tingkat Kota Batu.
Dalam ajang Expo yang menjadi bagian dari rangkaian Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 tersebut, Nining memperkenalkan lepet jagung sebagai salah satu produk pangan berbasis potensi lokal.
“Ini karya sendiri, lepet jagung,” ujar Nining saat ditemui di lokasi Expo.
Yang menarik, produk tersebut tidak hanya memanfaatkan jagung sebagai bahan utama adonan. Nining bersama kelompoknya juga memanfaatkan bagian jagung untuk kebutuhan pembungkus produk.
“Dari satu bahan bisa dipakai semuanya. Dari kelompok kami, bungkusnya juga dibuat dari jagung,” jelasnya.
Warna Kuning Alami dari Jagung
Nining mengatakan, salah satu keunggulan produknya adalah penggunaan bahan alami. Warna kuning pada lepet jagung tidak berasal dari pewarna makanan tambahan, melainkan warna asli dari jagung yang digunakan.
“Ini asli kuningnya, tanpa pewarna. Kuning asli jagung,” ungkapnya.
Bahkan, tepung yang digunakan untuk membuat olahan tersebut juga berbahan dasar jagung.
Penggunaan bahan lokal tersebut menjadi bagian dari upaya Nining dan kelompoknya untuk mengembangkan pangan yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga memanfaatkan potensi bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat KTNA Agro Expo 2026 yang menghadirkan berbagai produk pertanian, perikanan, kehutanan, pangan lokal, teknologi, hingga inovasi dari pelaku usaha dan masyarakat.
Dijual Rp15 Ribu Berisi Lima
Dari sisi harga, lepet jagung buatan Nining ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau.
Satu kemasan dibanderol Rp15.000 dan berisi lima buah lepet jagung. Dengan demikian, harga per buah sekitar Rp3.000.
Produk tersebut juga menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas pertanian dapat diolah terlebih dahulu sehingga memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Bagi Nining, pengolahan pangan lokal bukan hanya soal menghasilkan makanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar.
Produk lepet jagung tersebut selama ini juga dipasarkan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Nining menyebut produknya dapat ditemui di kawasan Pendem, RT 9/RW 2, dekat Arhanud, Kota Batu.
Dari Pangan Lokal Menuju Nilai Tambah
Kehadiran Nining dalam KTNA Agro Expo 2026 menjadi gambaran bagaimana petani, kelompok masyarakat, dan pelaku UMKM dapat mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem pangan lokal.
Tidak hanya menjual bahan mentah, komoditas jagung diolah menjadi produk siap konsumsi dengan kemasan dan nilai jual yang berbeda.
Hal ini sejalan dengan pesan Wali Kota Batu H. Nurochman, S.H., M.H., yang sebelumnya mengajak seluruh peserta KTNA menjadikan Kota Batu sebagai “laboratorium pertanian Indonesia.”
Menurut Nurochman, pembangunan pertanian tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi. Penguatan nilai tambah, akses pasar, teknologi, serta kesejahteraan petani dan pelaku usaha juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
“Karena pada akhirnya, pangan yang kuat harus dibangun dari petani yang juga kuat,” tegas Nurochman.
KTNA Agro Expo 2026 sendiri berlangsung pada 18–21 September 2026 bersamaan dengan Rembug Paripurna KTNA Nasional. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.500 delegasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Expo menghadirkan 40 booth yang terdiri atas 30 booth perusahaan dan 10 booth UMKM. Beragam produk dipamerkan, mulai dari produk olahan pertanian, perikanan dan kehutanan, benih, pupuk, pakan, alat dan mesin pertanian, hasil riset, teknologi tepat guna, hingga jasa keuangan.
Penyelenggaraan KTNA Agro Expo 2026 melibatkan PT Fery Agung Corindotama (Feraco), yang mengelola area pameran dan berbagai elemen pendukung event.
Bagi pelaku seperti Nining, Expo tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan produk pangan lokal sekaligus membuka peluang bertemu konsumen dan pelaku usaha lainnya.
Dari sebuah olahan sederhana berbahan jagung, muncul pesan yang lebih besar: bahwa pangan lokal dapat menjadi bagian dari inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi daerah.
Lepet jagung Nining pun menjadi salah satu contoh kecil dari potensi besar Kota Batu untuk terus mengembangkan pangan lokal berbasis bahan baku daerah.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.