Langsung ke konten
Kamis, 17 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Upaya Mengembalikan Kejayaan Tembakau Bojonegoro : Audensi Berjalan Lancar, Bupati Dukung Acara Pesona Daun Emas dan Funbike Bojonegoro 2026

Pesona Daun Emas Bojonegoro 2026 Hadir Padukan Festival Tembakau, UMKM, Seni Budaya dan Funbike Siap Digelar Tanggal 26 - 27 September 2026 di GOR Utama

Panitia Event Pesona Daun Emas Bojonegoro bersama Bupati Bojonegoro dan Kepala Dinas Pariwisata Berfoto bersama setelah acaracaudensi.Bupati Bojonegoro

Panitia Event Pesona Daun Emas Bojonegoro bersama Bupati Bojonegoro dan Kepala Dinas Pariwisata Berfoto bersama setelah acaracaudensi.Bupati Bojonegoro

Pesona Daun Emas Bojonegoro 2026 Hadir Padukan Festival Tembakau, UMKM, Seni Budaya dan Funbike Siap Digelar Tanggal 26 – 27 September 2026 di GOR Utama Bojonegoro.

BOJONEGORO ||JATIMSATUNEWS.COM: Kabupaten Bojonegoro bersiap menggelar Pesona Daun Emas Bojonegoro 2026, sebuah kegiatan yang diharapkan bisa mengembalikan kejayaan tembakau Bojonegoro dan mengangkat potensi tembakau daerah sekaligus memadukannya dengan kegiatan olahraga, UMKM, seni budaya, edukasi dan hiburan masyarakat.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September 2026 di Halaman GOR Utama Bojonegoro tersebut mengusung konsep festival yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi dan promosi bagi daerah.

Baca juga: IGTKI PGRI Bojonegoro Fun Game dan Outbounddi Graha Batu Beling

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Terima Sertifikat Hak Pakai Aset dari ATR-BPN Bojonegoro

Pesona Daun Emas dirancang sebagai ruang pertemuan antara petani tembakau, pelaku UMKM, dunia usaha, pemerintah, komunitas dan masyarakat umum. Sejumlah tenant dari sektor tembakau, non-tembakau, petani, IKM dan UMKM telah dipersiapkan untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dari sektor tembakau, panitia mencatat keikutsertaan sejumlah perusahaan dan pelaku usaha dari berbagai daerah, di antaranya PT Djarum Kudus, PT Indonesian Tobacco Tbk Malang, PT Gonusa Prima Distribusi (Djarum Group) Bojonegoro, PR Rejeki Barokah (Queen Bee) Blitar, hingga sejumlah perusahaan dan produsen tembakau lainnya.

Sementara sektor non-tembakau juga akan diisi sejumlah perusahaan dan pelaku usaha, termasuk MPM Honda Bojonegoro, Yamaha STSJ Bojonegoro, Daihatsu Bojonegoro, Bank Mandiri, PNM, Pegadaian, PT Wings dan pelaku usaha lainnya.

Memberi Ruang bagi Petani dan UMKM

Salah satu perhatian utama kegiatan ini adalah keterlibatan petani tembakau. Panitia telah mencatat sejumlah perwakilan dari kecamatan di Bojonegoro, antara lain Malo, Kedungadem, Sugihwaras, Purwosari, Baureno, Kepohbaru dan Trucuk, serta perwakilan dari Kabupaten Situbondo dan Sumedang.

Selain petani, sektor IKM dan UMKM juga mendapat ruang khusus. Panitia mencatat partisipasi pengrajin kayu Kasiman, pelaku usaha snack oleh-oleh Bojonegoro, tenant dari Dinas Perinaker, PUSKAB serta puluhan tenant UMKM.

Iklan

Kehadiran para pelaku usaha tersebut diharapkan membuat kegiatan tidak hanya menjadi pusat keramaian, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal, membeli dan mempromosikan produk lokal.

Dipadukan dengan Funbike dan Hiburan

Rangkaian kegiatan juga akan diramaikan dengan Funbike Bojonegoro 2026. Kegiatan gowes bersama tersebut akan melibatkan komunitas sepeda dengan rute yang diharapkan sekaligus memperkenalkan wilayah Bojonegoro.

Selain funbike, rangkaian acara mencakup pameran dan UMKM, festival tembakau, edukasi dan diskusi, seni budaya, kegiatan masyarakat, apresiasi kepada petani, hiburan, serta pembagian doorprize dan hadiah utama.

Dari sisi hiburan, panitia menyiapkan penampilan Mono Band, Joe x Juliete, elekton serta kesenian daerah. Poster kegiatan juga mencantumkan rangkaian roadshow, music, dance, lomba linting dan workshop.

Talkshow Libatkan Pemerintah, Petani dan Industri

Pesona Daun Emas juga akan menghadirkan sesi talkshow yang melibatkan sejumlah pihak terkait ekosistem tembakau. Narasumber yang direncanakan berasal dari Dinas Pertanian Bojonegoro, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan serta perwakilan pabrik tembakau.

Talkshow juga akan melibatkan pengusaha pabrik tembakau, petani tembakau rajangan, pejabat birokrasi Pemkab Bojonegoro, tokoh masyarakat, pelaku usaha linting dan masyarakat umum.

Dengan format tersebut, kegiatan diharapkan dapat menjadi ruang dialog mengenai tembakau, pertanian, ketenagakerjaan, industri dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Iklan

“Event ini sangat bagus dan kami mendukung sepenuhnya dengan melibatkan dinas- dinas terkait, sehingga Kota Bojonegoro bisa dikenal kembali sebagai Kota Tembakau seperti dahulu kala” demikian arahan Bupati kepada panitia.

Libatkan Banyak Pihak

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia telah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari panggung, sound system, lighting, tenda VIP, tempat kegiatan hingga koordinasi perizinan dan pelayanan masyarakat.

Sejumlah unsur pemerintah dan stakeholder juga dipersiapkan untuk mendukung aspek keamanan, kesehatan, lalu lintas dan kebersihan. Di antaranya kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI, BPBD, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Panitia juga menyiapkan layanan cek kesehatan gratis dan donor darah yang melibatkan Dinas Kesehatan serta Palang Merah Indonesia.

Ketua panitia berharap Pesona Daun Emas dan Funbike Bojonegoro 2026 dapat menjadi kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi event yang selesai dalam satu atau dua hari. Kami ingin menjadi momentum untuk mengangkat potensi Bojonegoro, menggerakkan ekonomi masyarakat, memberikan ruang bagi UMKM dan petani, serta memperkuat kebersamaan masyarakat,” demikian pokok pesan panitia dalam audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Panitia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dibangun dengan semangat kolaborasi, sekaligus membuka ruang bagi pemerintah, dunia usaha, komunitas, petani, UMKM dan masyarakat untuk terlibat. (ALF)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.