Langsung ke konten
Kamis, 17 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Mengenal Surveymeter Digital dan Analog Bersama Mahasiswa Fisika Medis UPN “Veteran” Jawa Timur Pada Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surabaya di Instalasi Kalibrasi Alat Ukur Radiasi (KAUR)

Dokumentasi Foto Depan Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surabaya

Dokumentasi Foto Depan Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surabaya

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM : Perkembangan teknologi di bidang kesehatan telah meningkatkan pemanfaatan radiasi pengion dalam berbagai layanan, seperti radiologi diagnostik, radioterapi, dan kedokteran nuklir. Di balik manfaat tersebut, terdapat tuntutan untuk memastikan bahwa setiap penggunaan radiasi berlangsung secara aman, tepat, dan sesuai standar. Salah satu upaya penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah melalui pengukuran tingkat radiasi menggunakan surveymeter yang memiliki akurasi tinggi. Maka dari itu penulis Nabilah Damayanti Listya Putri yang merupakan mahasiswa Program Studi Fisika Peminatan Fisika Biomedis, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) angkatan 2024 yang melaksanakan kegiatan magang di Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surabaya untuk mengenal lebih dekat surveymeter digital dan analog serta memahami perannya dalam mendukung keselamatan dan ketepatan pengukuran radiasi. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Ibu Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc. selaku dosen pembimbing dari UPN “Veteran” Jawa Timur serta Ibu Dita Aprilia Hariyanti, S.Si., M.Si selaku pembimbing lapangan dari BPAFK Surabaya dan Ibu Kandi Ayu Tiswati, S.Si selaku Kepala Instalasi Kalibrasi Alat Ukur Radiasi (KAUR).

Pada Instalasi Kalibrasi Alat Ukur Radiasi (KAUR) salah satu fasilitas penting adalah penggunaan sumber radiasi Cesium-137 (Cs-137) sebagai sumber acuan dalam proses kalibrasi alat ukur radiasi. Isotop radioaktif ini dipilih karena memancarkan radiasi gamma yang stabil dan memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun, sehingga mampu mempertahankan karakteristik radiasinya dalam jangka waktu yang panjang.

Dalam proses kalibrasi, intensitas radiasi dari sumber radiasi Cs-137 dapat diatur menggunakan absorber atau penyerap radiasi. Di BPAFK Surabaya tersedia beberapa tingkat absorber, yaitu 1/10, 1/100, dan 1/1000, yang berfungsi mengurangi intensitas radiasi hingga masing-masing sekitar 10%, 1%, dan 0,1% dari intensitas awal. Penggunaan absorber memungkinkan petugas menyesuaikan tingkat paparan radiasi sesuai dengan rentang pengukuran alat yang sedang dikalibrasi. Dengan demikian, proses kalibrasi dapat dilakukan secara lebih aman, efisien, dan menghasilkan pengukuran yang akurat tanpa melebihi batas kemampuan alat.

Iklan

Bagi mahasiswa Fisika Medis, pengalaman belajar secara langsung di lingkungan kerja profesional menjadi bekal yang sangat berharga untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. Diharapkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan BPAFK Surabaya dapat terus mendukung lahirnya sumber daya manusia yang kompeten di bidang fisika medis, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kalibrasi alat ukur radiasi sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan paparan radiasi di Indonesia.

Di Instalasi Kalibrasi Alat Ukur Radiasi (KAUR) Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK), proses kalibrasi dilakukan terhadap berbagai jenis surveymeter, baik digital maupun analog. Meskipun memiliki fungsi yang sama, kedua jenis alat tersebut memiliki karakteristik, keunggulan, dan keterbatasan yang berbeda. Salah satu surveymeter digital yang digunakan adalah Radiation Alert Ranger, yang dilengkapi dengan layar digital sehingga hasil pengukuran laju dosis radiasi dapat dibaca secara cepat, jelas, dan akurat. Kemudahan pembacaan serta respons yang baik menjadikan surveymeter digital banyak dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan paparan radiasi di berbagai fasilitas kesehatan maupun industri. Selain surveymeter digital, BPAFK Surabaya juga mengkalibrasi surveymeter analog, salah satunya bermerek NDS Products ND-2000A. Berbeda dengan tipe digital, surveymeter analog menggunakan jarum penunjuk (needle meter) untuk menampilkan hasil pengukuran. Meskipun tampilannya lebih sederhana dan memerlukan ketelitian dalam membaca skala, surveymeter analog tetap memiliki keandalan yang tinggi apabila dikalibrasi secara berkala. Hingga saat ini, alat tersebut masih digunakan di berbagai fasilitas sebagai instrumen pemantauan radiasi.

Selama pelaksanaan PKL di BPAFK Surabaya, mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur mendapatkan apresiasi positif dari pembimbing lapangan. Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur dinilai memiliki kedisiplinan yang baik, mampu mengatur waktu, serta cepat memahami arahan yang diberikan. Kehadiran mahasiswa juga memberikan kontribusi positif dalam membantu pekerjaan dan menunjukkan sikap sopan kepada rekan kerja maupun sesama mahasiswa. Pembimbing lapangan berharap mahasiswa terus meningkatkan rasa ingin tahu dengan aktif bertanya dan membaca untuk memperluas wawasan serta menambah bekal di bidang fisika medis dan keselamatan radiasi.

Melalui kegiatan magang di Instalasi Kalibrasi Alat Ukur Radiasi (KAUR) Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surabaya, penulis memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran surveymeter digital dan analog dalam mendukung keselamatan paparan radiasi dan berkesempatan mempelajari secara langsung prinsip kerja, prosedur kalibrasi, hingga pentingnya surveymeter dalam mendukung keselamatan radiasi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa keakuratan suatu alat ukur tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada perawatan alat dan proses kalibrasi yang dilakukan secara berkala sesuai standar.

Iklan

Melalui proses kalibrasi terhadap kedua jenis surveymeter tersebut, BPAFK Surabaya memastikan bahwa setiap alat mampu memberikan hasil pengukuran yang akurat dan tertelusur sesuai standar. Baik surveymeter digital maupun analog memiliki fungsi yang sama, yaitu mendeteksi dan mengukur tingkat paparan radiasi di suatu area, sehingga berperan penting dalam mendukung penerapan keselamatan paparan radiasi bagi tenaga kerja dan masyarakat.

Penulis: Nabilah Damayanti Listya Putri, Mahasiswa Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa  Timur, Program Studi Fisika

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.