MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Kedekatan aparat TNI dengan masyarakat kembali ditunjukkan secara nyata di wilayah teritorial Koramil 0833-03/Blimbing. Usai melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Blimbing, Babinsa setempat, Sertu Gede, tidak lantas beranjak pergi. Ia justru menyempatkan diri untuk duduk melingkar, berkomunikasi, dan merajut silaturahmi bersama warga binaannya, Kamis (17/09/2026).
Suasana di sekitar area pemakaman tersebut berubah menjadi ajang kumpul yang santai dan penuh keakraban. Sertu Gede tampak berdialog akrab dengan warga, bertukar pikiran, serta mendengarkan dengan saksama berbagai informasi dan kondisi terkini yang sedang berkembang di lingkungan sekitar.
Sertu Gede menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong bersama warga bukan hanya sekadar upaya menjaga kebersihan lingkungan fisik. Lebih dari itu, momen tersebut merupakan sarana yang sangat efektif untuk memperkuat hubungan batin antara Babinsa dan masyarakat luas.
Baca juga: Jemput Bola Dengar Curhatan Warga, Babinsa Klojen Pererat Silaturahmi Lewat Anjangsana Humanis
Baca juga: Sinergi TNI-Warga, Babinsa Bareng Kompak Bersihkan Lingkungan Lewat GASS
“Setelah kegiatan bersama, komunikasi dengan warga menjadi lebih dekat. Dari obrolan sederhana seperti ini, kita bisa mengetahui secara pasti bagaimana kondisi dan apa saja kebutuhan masyarakat di wilayah,” ungkap Sertu Gede di sela-sela waktu istirahatnya bersama warga.
Lebih lanjut, Babinsa jajaran Kodim 0833/Kota Malang ini berharap agar hubungan yang sudah terbangun layaknya sebuah keluarga ini dapat terus dipelihara. Ia meyakini bahwa jalinan komunikasi yang baik dan cair akan sangat mendukung terciptanya kondusivitas lingkungan yang aman, nyaman, serta harmonis di Kelurahan Blimbing.
Di sisi lain, warga setempat menyambut hangat pendekatan yang dilakukan oleh aparatur kewilayahan tersebut. Bagi warga, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas sosial kemasyarakatan adalah bentuk nyata dari upaya membangun kebersamaan. Mereka menilai Sertu Gede tidak sekadar menggugurkan kewajiban tugas kewilayahan, melainkan benar-benar hadir dengan hati untuk mendengar dan membaur tanpa sekat pelapis.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.