Langsung ke konten
Rabu, 16 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

FBiPK UB Perkuat Tata Kelola Akademik, Fokus Sinkronisasi Data Lulusan

Workshop diarahkan untuk meningkatkan ketertiban, ketepatan, serta integrasi pengelolaan data akademik mahasiswa, khususnya data kelulusan yang berkaitan

Wakil Dekan Bidang Akademik FBiPK UB, Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatannya

Wakil Dekan Bidang Akademik FBiPK UB, Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatannya (Foto: Humas FBiPK UB)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat tata kelola akademik melalui workshop penguatan administrasi akademik dan pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Akademik dan Kemahasiswaan.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran ketua program studi (kaprodi) beserta staf di lingkungan FBiPK UB. Workshop diarahkan untuk meningkatkan ketertiban, ketepatan, serta integrasi pengelolaan data akademik mahasiswa, khususnya data kelulusan yang berkaitan dengan pelaporan pendidikan tinggi secara nasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik FBiPK UB, Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pemahaman dan koordinasi seluruh unsur akademik dalam mengelola data mahasiswa.

Baca juga: Kuliah umum Riset Nasional bersama Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., di UM Luncurkan Rumah Inovasi Daerah

Baca juga: Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc Tegaskan Komitmen Percepat Transformasi dan Siap Jadi Trendsetter Pendidikan Tinggi

Menurut Prof. Afifuddin, pengelolaan data akademik bukan sekadar persoalan administrasi internal fakultas maupun universitas. Data tersebut juga menjadi bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional sehingga diperlukan ketelitian sejak proses awal hingga mahasiswa dinyatakan lulus.

“Melalui workshop ini, kita ingin memastikan proses pengelolaan dan perekaman data akademik dapat dilakukan secara lebih tertib, tepat, dan terintegrasi. Sinkronisasi data menjadi bagian penting untuk memastikan informasi akademik mahasiswa yang tercatat di universitas sesuai dengan data yang dilaporkan secara nasional,” ujar Prof. Afifuddin.

Pastikan Data Lulusan Selaras dengan PDDIKTI

Materi pertama disampaikan Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB, Dr. Rosihan Asamara, S.E., M.P.

Pembahasan berfokus pada penguatan tata kelola administrasi akademik, termasuk proses pengelolaan dan sinkronisasi data mahasiswa sejak masuk sebagai mahasiswa baru hingga menyelesaikan seluruh proses akademik dan dinyatakan lulus.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya ketepatan dalam setiap tahapan perekaman data akademik. Salah satu perhatian utama adalah memastikan data kelulusan yang dikelola di tingkat universitas memiliki kesesuaian dengan data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Dr. Rosihan menegaskan, ketidaksesuaian data antara sistem internal perguruan tinggi dan PDDIKTI dapat berdampak pada proses administrasi lulusan.

“Data akademik harus kita kelola dengan prinsip ketepatan dan konsistensi. Ketika terjadi perbedaan antara data yang ada di sistem internal dengan PDDIKTI, proses administrasi lulusan dapat ikut terdampak. Karena itu, sinkronisasi dan ketelitian sejak awal menjadi sangat penting agar tidak menimbulkan permasalahan dalam mendapatkan PISN sebagai syarat mahasiswa dapat diwisuda,” kata Dr. Rosihan.

Karena itu, pengelolaan data tidak hanya perlu dilakukan secara tepat ketika mahasiswa mendekati kelulusan, tetapi juga harus dibangun melalui proses pencatatan yang konsisten sejak awal masa studi.

DTI UB Perkuat Pemanfaatan Sistem Informasi

Sementara itu, materi kedua disampaikan Tim Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UB. Direktur DTI UB, Dr. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T., turut hadir bersama Rizki Trisnadi, S.T., selaku Kepala Subdirektorat Layanan Teknologi Informasi (TI) dan Literasi Digital DTI UB, beserta tim.

Iklan

Sesi tersebut memberikan penguatan mengenai pemanfaatan sistem informasi dalam mendukung administrasi akademik dan kemahasiswaan.

Selain pemahaman konseptual, peserta juga mendapatkan penjelasan teknis terkait penggunaan sistem serta pengelolaan data. Hal ini diharapkan dapat membantu jajaran kaprodi dan staf menjalankan proses perekaman data secara lebih efektif dan mengurangi potensi kesalahan administrasi.

Workshop secara khusus diarahkan untuk mendukung sinkronisasi data kelulusan mahasiswa UB dengan data yang tercatat dalam PDDIKTI.

Dengan sinkronisasi yang berjalan baik, informasi mengenai mahasiswa dan lulusan diharapkan dapat tersaji secara akurat, konsisten, serta tepat waktu dalam sistem pendidikan tinggi nasional.

Bangun Kesamaan Pola Kerja

Keterlibatan kaprodi dan staf dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan pemahaman di tingkat pelaksana akademik.

Koordinasi antara fakultas, program studi, DALA, dan DTI diperlukan agar proses pengelolaan data tidak berjalan secara parsial. Mulai dari administrasi mahasiswa, pemutakhiran data akademik, hingga proses pelaporan dan sinkronisasi dengan sistem nasional perlu dilakukan melalui pola kerja yang terintegrasi.

FBiPK UB menargetkan workshop tersebut dapat membantu mengurangi risiko kesalahan dalam proses perekaman data, terutama data kelulusan. Pemahaman yang semakin baik terhadap sistem informasi juga diharapkan dapat mempercepat proses pemutakhiran data lulusan.

“Harapannya, setelah workshop ini ada kesamaan pemahaman dan pola kerja dalam pengelolaan data akademik. Dengan begitu, kesalahan perekaman dapat diminimalkan dan proses pelaporan maupun sinkronisasi data kelulusan dapat dilakukan dengan lebih cepat,” ujar Prof. Afifuddin.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan transformasi digital layanan pendidikan tinggi di lingkungan UB. Kolaborasi antara pengelola akademik dan pengelola teknologi informasi menjadi penting untuk memastikan sistem digital tidak hanya digunakan sebagai sarana administrasi, tetapi juga mampu mendukung tersedianya data akademik yang akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Upaya tersebut sejalan dengan penguatan tata kelola pendidikan tinggi yang berbasis data sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan akademik bagi mahasiswa hingga proses kelulusan. Ans

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat tata kelola akademik melalui workshop penguatan administrasi akademik dan pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Akademik dan Kemahasiswaan.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran ketua program studi (kaprodi) beserta staf di lingkungan FBiPK UB. Workshop diarahkan untuk meningkatkan ketertiban, ketepatan, serta integrasi pengelolaan data akademik mahasiswa, khususnya data kelulusan yang berkaitan dengan pelaporan pendidikan tinggi secara nasional.

Iklan

Wakil Dekan Bidang Akademik FBiPK UB, Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pemahaman dan koordinasi seluruh unsur akademik dalam mengelola data mahasiswa.

Menurut Prof. Afifuddin, pengelolaan data akademik bukan sekadar persoalan administrasi internal fakultas maupun universitas. Data tersebut juga menjadi bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional sehingga diperlukan ketelitian sejak proses awal hingga mahasiswa dinyatakan lulus.

“Melalui workshop ini, kita ingin memastikan proses pengelolaan dan perekaman data akademik dapat dilakukan secara lebih tertib, tepat, dan terintegrasi. Sinkronisasi data menjadi bagian penting untuk memastikan informasi akademik mahasiswa yang tercatat di universitas sesuai dengan data yang dilaporkan secara nasional,” ujar Prof. Afifuddin.

Pastikan Data Lulusan Selaras dengan PDDIKTI

Materi pertama disampaikan Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB, Dr. Rosihan Asamara, S.E., M.P.

Pembahasan berfokus pada penguatan tata kelola administrasi akademik, termasuk proses pengelolaan dan sinkronisasi data mahasiswa sejak masuk sebagai mahasiswa baru hingga menyelesaikan seluruh proses akademik dan dinyatakan lulus.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya ketepatan dalam setiap tahapan perekaman data akademik. Salah satu perhatian utama adalah memastikan data kelulusan yang dikelola di tingkat universitas memiliki kesesuaian dengan data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Dr. Rosihan menegaskan, ketidaksesuaian data antara sistem internal perguruan tinggi dan PDDIKTI dapat berdampak pada proses administrasi lulusan.

“Data akademik harus kita kelola dengan prinsip ketepatan dan konsistensi. Ketika terjadi perbedaan antara data yang ada di sistem internal dengan PDDIKTI, proses administrasi lulusan dapat ikut terdampak. Karena itu, sinkronisasi dan ketelitian sejak awal menjadi sangat penting agar tidak menimbulkan permasalahan dalam mendapatkan PISN sebagai syarat mahasiswa dapat diwisuda,” kata Dr. Rosihan.

Karena itu, pengelolaan data tidak hanya perlu dilakukan secara tepat ketika mahasiswa mendekati kelulusan, tetapi juga harus dibangun melalui proses pencatatan yang konsisten sejak awal masa studi.

DTI UB Perkuat Pemanfaatan Sistem Informasi

Sementara itu, materi kedua disampaikan Tim Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UB. Direktur DTI UB, Dr. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T., turut hadir bersama Rizki Trisnadi, S.T., selaku Kepala Subdirektorat Layanan Teknologi Informasi (TI) dan Literasi Digital DTI UB, beserta tim.

Sesi tersebut memberikan penguatan mengenai pemanfaatan sistem informasi dalam mendukung administrasi akademik dan kemahasiswaan.

Iklan

Selain pemahaman konseptual, peserta juga mendapatkan penjelasan teknis terkait penggunaan sistem serta pengelolaan data. Hal ini diharapkan dapat membantu jajaran kaprodi dan staf menjalankan proses perekaman data secara lebih efektif dan mengurangi potensi kesalahan administrasi.

Workshop secara khusus diarahkan untuk mendukung sinkronisasi data kelulusan mahasiswa UB dengan data yang tercatat dalam PDDIKTI.

Dengan sinkronisasi yang berjalan baik, informasi mengenai mahasiswa dan lulusan diharapkan dapat tersaji secara akurat, konsisten, serta tepat waktu dalam sistem pendidikan tinggi nasional.

Bangun Kesamaan Pola Kerja

Keterlibatan kaprodi dan staf dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan pemahaman di tingkat pelaksana akademik.

Koordinasi antara fakultas, program studi, DALA, dan DTI diperlukan agar proses pengelolaan data tidak berjalan secara parsial. Mulai dari administrasi mahasiswa, pemutakhiran data akademik, hingga proses pelaporan dan sinkronisasi dengan sistem nasional perlu dilakukan melalui pola kerja yang terintegrasi.

FBiPK UB menargetkan workshop tersebut dapat membantu mengurangi risiko kesalahan dalam proses perekaman data, terutama data kelulusan. Pemahaman yang semakin baik terhadap sistem informasi juga diharapkan dapat mempercepat proses pemutakhiran data lulusan.

“Harapannya, setelah workshop ini ada kesamaan pemahaman dan pola kerja dalam pengelolaan data akademik. Dengan begitu, kesalahan perekaman dapat diminimalkan dan proses pelaporan maupun sinkronisasi data kelulusan dapat dilakukan dengan lebih cepat,” ujar Prof. Afifuddin.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan transformasi digital layanan pendidikan tinggi di lingkungan UB. Kolaborasi antara pengelola akademik dan pengelola teknologi informasi menjadi penting untuk memastikan sistem digital tidak hanya digunakan sebagai sarana administrasi, tetapi juga mampu mendukung tersedianya data akademik yang akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Upaya tersebut sejalan dengan penguatan tata kelola pendidikan tinggi yang berbasis data sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan akademik bagi mahasiswa hingga proses kelulusan. Ans

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.