Langsung ke konten
Rabu, 16 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Budaya Nusantara

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Pembangunan Museum Agung Majapahit Senilai Rp 148,6 Miliar di Trowulan

MOJOKERTO | JATIMSATUNEWS.COM – Langkah besar dalam pelestarian sejarah bangsa resmi dimulai. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, meresmikan langsung peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Museum Agung Majapahit yang berlokasi di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (13/9/2026) siang.

Proyek megah ini didanai oleh anggaran sebesar Rp 148,6 miliar dan akan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 10,2 hektare. Area pembangunan tersebut mencakup lahan baru seluas 4,8 hektare yang dibebaskan tahun ini, serta mengintegrasikan lahan Pusat Informasi Majapahit (PIM) seluas 5,4 hektare. Diketahui pada tahun lalu, Fadli Zon juga telah meresmikan peralihan status PIM menjadi Museum Majapahit.

Dalam seremoni tersebut, Menteri Kebudayaan didampingi oleh dua kepala daerah Mojokerto, yakni Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa (Gus Barra) dan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita). Pembangunan museum ini diharapkan dapat menjadi pusat edukasi, riset, sekaligus destinasi wisata sejarah berskala internasional yang merepresentasikan kejayaan Kerajaan Majapahit.

Selain meresmikan proyek museum pada Minggu siang, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Bumi Majapahit, Fadli Zon juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung Situs Bhre Kahuripan yang terletak di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga dan mengoptimalkan potensi cagar budaya di wilayah tersebut.

Iklan

Tak hanya fokus pada situs purbakala Majapahit, pada Minggu (13/9/2026) malam, Fadli Zon melanjutkan agendanya dengan meresmikan Museum Gubug Wayang II yang berlokasi di Jalan Kartini, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Museum baru ini mencakup Museum Cipta Mahardika dan Museum Martayoga yang memamerkan berbagai koleksi barang antik serta benda seni zaman dulu. Lewat peresmian ini, Menteri Kebudayaan optimistis bahwa integrasi destinasi sejarah di Mojokerto Raya dari hulu ke hilir mampu menjadikannya sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya utama di Jawa Timur.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.