Langsung ke konten
Rabu, 16 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Peringati Hari Ozon Sedunia, UM Malang Tanam Ratusan Pohon dan Perkuat Gerakan Kampus Sehat

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 September setiap tahunnya, Universitas Negeri Malang (UM)

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dari jurusan Pendidikan Geografi sedang bergotong royong menanam Sansevieria dalam pot di area kampus sebagai bagian dari aksi nyata memperingati Hari Ozon Sedunia.

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dari jurusan Pendidikan Geografi sedang bergotong royong menanam Sansevieria dalam pot di area kampus sebagai bagian dari aksi nyata memperingati Hari Ozon Sedunia. (Foto: Humas UM)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 September setiap tahunnya, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar aksi penanaman ratusan pohon dan tanaman di lingkungan kampus pada Rabu (16/09/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UM untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Dengan mengusung tema “Ozon for Life: 39 Years of Ozone Layer Protection,” aksi penanaman pohon ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., dan melibatkan ratusan mahasiswa serta relawan dari Green Campus UM.

Sejumlah tanaman dipilih dengan teliti, termasuk pohon Bodhi, Beringin, Trembesi, dan Sansevieria, yang memiliki manfaat penting bagi ekosistem dan kualitas udara.

Baca juga: Cegah Tomat Ceri Cepat Busuk, Dosen UB Inovasikan Teknologi Ozon dan Hipobarik di Kota Batu

Baca juga: Kembar Identik Sukses Raih Gelar Doktor Bersama di Universitas Negeri Malang

Prof. Dr. Markus Diantoro menekankan bahwa perlindungan lapisan ozon sangat penting dilakukan melalui berbagai upaya konkret, termasuk penanaman pohon dan pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak ozon.

Iklan

“Dulu ada banyak penggunaan AC, kulkas yang menggunakan bahan kimia yang berbahaya yang mengurangi lapisan ozon. Oleh karena itu, harus ada dua cara setidaknya, dengan gerakan penanaman ini dan mengurangi peran manusia itu sendiri,” ujarnya.

Aksi penanaman pohon ini juga merupakan bagian dari komitmen UM dalam membangun Green Campus dan budaya kampus sehat. Prof. Markus menjelaskan bahwa pencapaian UM dalam UI GreenMetric harus dipandang sebagai dorongan bagi seluruh civitas akademika untuk lebih peduli terhadap lingkungan, bukan sekadar mengejar peringkat.

“Memang kita bukan peringkatnya yang kita capai, kita berkeinginan ini menjadi sebuah budaya gerakan dari seluruh mahasiswa, civitas akademika. Tapi ini yang lebih mahal adalah membudayakan gerakan kampus sehat,” jelasnya.

Pemilihan jenis tanaman pun disesuaikan dengan manfaat spesifik bagi lingkungan. Pohon Bodhi dan Beringin ditanam untuk mendukung ketersediaan oksigen di area kampus. Pohon Trembesi dipilih karena kemampuannya menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar. Sementara itu, Sansevieria ditanam untuk membantu meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan.

Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., Ketua UM Green Campus, menjelaskan bahwa penanaman pohon ini juga bertujuan untuk menjaga ketersediaan oksigen secara mandiri di lingkungan kampus.

“Mahasiswa UM kan semakin banyak. Jangan sampai kita didonasi oksigen sama orang lain. Jadi kita harus menyediakan oksigen di area kita,” ungkapnya.

Universitas Negeri Malang berharap aksi nyata penanaman pohon ini dapat memicu kesadaran dan kepedulian seluruh civitas akademika terhadap pelestarian lingkungan. Semangat peringatan Hari Ozon Sedunia ini diharapkan dapat mengakar menjadi budaya kampus yang sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.