Kemeriahan Harlah Ke-20 Ponpes Al-Fatimah Bojonegoro, Kehadiran DPD RI Ning Lia Istifhama Disambut Antusias Santri
Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut langsung dikerubungi oleh para santri yang antusias untuk bersalaman, menyapa, dan mengabadikan momen melalui
EditorTim Redaksi JatimSatuNews
Diperbarui 17 September 2026, 14:46 WIB
Anggota DPD RI Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (kiri), bersama Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si. (kanan), saat mendampingi para santri yang mendapatkan hadiah sepeda di sela-sela acara jalan sehat dalam rangka memeriahkan Harlah ke-20 Pesantren Al-Fatimah Boj
BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Peringatan hari lahir (Harlah) ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah di Bojonegoro pada Minggu (13/9/2026) berlangsung dengan penuh keseruan. Suasana khidmat seketika berubah menjadi riuh dan penuh keakraban saat Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, hadir di tengah-tengah para santri.
Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut langsung dikerubungi oleh para santri yang antusias untuk bersalaman, menyapa, dan mengabadikan momen melalui foto bersama. Menanggapi antusiasme tersebut, Ning Lia dengan sabar melayani para santri satu per satu sembari tersenyum, sesekali melempar candaan, dan berbincang ringan dengan mereka.
Melihat keceriaan yang terpancar, politisi pencinta batik ini mengungkapkan bahwa kebahagiaan para santri merupakan bukti nyata bahwa pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan wajah pendidikan yang menyentuh hati.
“Santrinya bahagia sekali. Ini menunjukkan bahwa pesantren adalah wajah pendidikan kita. Ada proses edukasi yang bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga menyentuh hati para santri,” ungkap Ning Lia.
Ia juga memuji pesatnya perkembangan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah yang tidak hanya membenahi fasilitas fisik, tetapi juga cerdas beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan nilai agama dan karakter.
Menurutnya, pesantren ini luar biasa karena mampu membaca kebutuhan masyarakat luas dan memfasilitasi santrinya untuk terus memiliki cita-cita besar. Ning Lia pun turut mendoakan agar Al-Fatimah senantiasa sukses, jaya, dan kelak menjadi salah satu pesantren percontohan di tingkat nasional.
Selain momen kedekatan dengan santri, keseruan Harlah ke-20 ini juga ditandai dengan peluncuran kolaborasi strategis antara KBIHU Al-Fatimah dan PT Insan Madani Wisata atau Imawa Tour & Travel. Ning Lia secara langsung mengikuti prosesi pemotongan balon sebagai simbolis dimulainya kerja sama yang berfokus pada penguatan layanan, bimbingan, serta pendampingan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat.
Pengasuh sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si., menyatakan bahwa perjalanan dua dekade ini merupakan pijakan penting bagi lembaganya. Ia bersyukur karena saat ini Al-Fatimah telah memiliki jenjang pendidikan yang sangat lengkap, mulai dari kelompok bermain, RA, MI, MTs, MA, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi Institut Agama Islam Al-Fatimah.
Iklan
KH Tamam menegaskan bahwa perluasan pengabdian pesantren tidak boleh berhenti di pendidikan formal saja, melainkan harus menjangkau pelayanan umat seperti haji dan umrah agar perjalanannya lancar dan barokah.
“Ini momentum untuk bangkit, membangun kemandirian dan prestasi pondok pesantren. Pondok pesantren harus mandiri dan menjadi pilar Jawa Timur, Gerbang Baru Nusantara bersama pondok pesantren,” tegas KH Tamam.
Acara bersejarah ini turut disaksikan oleh deretan tokoh penting, seperti Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, S.Kep., Ns., Anggota DPR RI Fraksi Golkar Eko Wahyudi, pengusaha asal Pamekasan H. Khairul Umam (Haji Her), jajaran alumni, wali santri, dan keluarga besar pesantren. Hingga di penghujung acara, pemandangan keakraban tetap terlihat manakala sejumlah santri masih terus mendekati Ning Lia untuk sekadar berjabat tangan dan berfoto, menegaskan eratnya kedekatan sang senator dengan generasi muda pesantren.
Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.