Langsung ke konten
Jumat, 18 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

OJK Malang dan BEI Ajak Media Pahami Pasar Modal, Transaksi Harian Capai Rp7,1 Triliun

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Puluhan awak media dari berbagai platform Malang Raya mengenal lebih dekat aktivitas pasar modal Indonesia melalui kunjungan ke

Kepala OJK Malang Farid Faletehan dan Dirut Pengembangan BEI Iding Pardi foto bersama awak media Malang Raya

Kepala OJK Malang Farid Faletehan dan Dirut Pengembangan BEI Iding Pardi foto bersama awak media Malang Raya (Foto: Dok.pri Anis Hidayatie)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Puluhan awak media dari berbagai platform Malang Raya mengenal lebih dekat aktivitas pasar modal Indonesia melalui kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis 17/9/2026.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Farid Faletehan menbersamai awak media. Mendapatkan penjelasan mengenai aktivitas pasar modal, mekanisme perdagangan efek, hingga pengamanan transaksi yang berlangsung di BEI.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia Iding Pardi menjelaskan, gedung BEI merupakan salah satu pusat kegiatan pasar modal Indonesia. Meski transaksi jual beli saham saat ini telah dilakukan secara elektronik melalui perangkat seperti laptop dan telepon seluler, BEI tetap menjadi pusat aktivitas dan informasi pasar modal.
“Dulunya di tempat ini dilakukan perdagangan dan transaksi jual beli saham. Sekarang jual beli sudah dilakukan secara online melalui handphone maupun perangkat lainnya,” jelasnya.

Iklan

Baca juga: OJK Malang Pastikan Sektor Jasa Keuangan Stabil, Aktivitas Investasi dan Transaksi Saham Tembus 55 Persen

Baca juga: OJK Malang Support Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal SEPMT

Menurutnya, BEI tidak hanya menjadi tempat untuk mengetahui aktivitas perdagangan saham, tetapi juga menjadi pusat berbagai kegiatan pasar modal, termasuk sosialisasi, edukasi, hingga kegiatan perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana atau IPO.
Para awak media juga diperkenalkan dengan tampilan pergerakan indeks dan transaksi pasar modal secara real time. Kondisi pasar yang bergerak naik dan turun ditunjukkan melalui indikator warna hijau dan merah.
Dalam istilah pasar modal, kondisi pasar yang mengalami kenaikan dikenal dengan istilah bullish, sedangkan kondisi penurunan disebut bearish. Simbol banteng digunakan untuk menggambarkan pergerakan naik, sementara beruang menggambarkan pergerakan turun.
“Kalau kita melihat pergerakan indeks, ada naik dan turun. Ketika hijau berarti pasar sedang mengalami kenaikan, sedangkan merah menunjukkan penurunan,” terangnya.

Transaksi Pasar Modal Capai Triliunan Rupiah
Dalam kesempatan tersebut juga digambarkan mengenai besarnya aktivitas transaksi di pasar modal Indonesia.

Iklan

Hari itu, tercatat sekitar 2 juta transaksi telah terjadi. Sementara nilai transaksi yang berputar disebut telah mencapai sekitar Rp7.104 miliar atau Rp7,1 triliun.
Angka tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya aktivitas perdagangan efek dalam satu hari. Bahkan dalam waktu beberapa jam perdagangan, nilai transaksi telah mencapai triliunan rupiah.
Pasar modal Indonesia sendiri saat ini telah memiliki sekitar 31 juta investor, menunjukkan semakin luasnya masyarakat yang mulai mengenal dan memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu pilihan investasi.
Direktur Pengembangan BEI menyebut pertumbuhan jumlah investor tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pasar modal.
Namun, ia menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah investor juga harus diiringi peningkatan literasi. Masyarakat tidak cukup hanya memiliki rekening investasi, tetapi juga perlu memahami instrumen yang dibeli serta risiko yang menyertainya.
BEI: Pastikan Investasi Legal dan Logis
Salah satu pesan penting yang disampaikan kepada awak media adalah pentingnya menerapkan prinsip legal dan logis sebelum menempatkan dana pada sebuah instrumen investasi.
Dari sisi legal, masyarakat diminta memastikan perusahaan atau pihak yang menawarkan investasi memiliki badan hukum dan memperoleh izin dari lembaga berwenang sesuai jenis kegiatan atau produknya.
Sementara dari sisi logis, calon investor perlu mencermati tawaran keuntungan yang diberikan.
“Tidak ada satu pun instrumen investasi yang bisa dipastikan memberikan keuntungan setiap bulan. Kalau ada yang menjanjikan keuntungan pasti setiap bulan, harus hati-hati,” jelasnya.
Masyarakat juga diminta menghindari skema yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal, termasuk pola penghimpunan dana dengan sistem titip dana atau skema tertentu yang tidak jelas legalitas serta mekanismenya.
Untuk mengetahui legalitas sebuah perusahaan atau kegiatan investasi, masyarakat dapat memanfaatkan informasi dan kanal resmi OJK.
BEI sendiri memiliki berbagai perusahaan sekuritas yang menjadi perantara perdagangan efek. Beberapa perusahaan sekuritas juga menyediakan aplikasi digital yang memudahkan masyarakat membuka rekening efek dan melakukan transaksi secara online.
Media Dinilai Punya Peran Penting
Kepala OJK Malang Farid Faletehan mengatakan, kunjungan tersebut sengaja dilakukan agar awak media dapat melihat secara langsung bagaimana aktivitas pasar modal berlangsung.
Menurut Farid, pengalaman melihat langsung aktivitas di BEI diharapkan membuat pemberitaan mengenai pasar modal menjadi lebih mudah dipahami dan memiliki gambaran yang konkret.
“Kami mengajak teman-teman ke sini untuk mengenal atau mengetahui lebih dekat. Ketika masuk ruangan ini, saya yakin pasti ada yang kaget. Sengaja kami mengajak teman-teman ke sini supaya ketika menggambarkan dan bercerita mengenai pasar modal bisa lebih meyakinkan,” ujar Farid.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga penting karena perkembangan investasi di wilayah Malang menunjukkan peningkatan. Di sisi lain, kasus penipuan berkedok investasi juga masih menjadi tantangan.
Farid menyebut terdapat peningkatan kasus investasi foto atau investasi ilegal di wilayah Malang dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam keterangannya, ia menyebut peningkatan tersebut mencapai sekitar 76 persen.
Sementara pertumbuhan pembukaan rekening pasar modal juga menunjukkan angka yang tinggi. Kota Malang disebut tumbuh sekitar 65 persen, sedangkan Kabupaten Malang sekitar 145 persen. Wilayah lainnya juga menunjukkan pertumbuhan.
Kondisi tersebut, menurut Farid, menjadi perhatian penting bagi OJK karena meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi harus dibarengi dengan pengetahuan yang memadai.
“Pasar modal ini benar-benar tempat investasi yang diawasi dan terpercaya. Teman-teman media juga punya peran untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Masyarakat Jangan Mudah Tergiur Keuntungan Cepat
Farid menambahkan, tantangan terbesar dalam literasi investasi adalah masih adanya masyarakat yang ingin mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa memahami risiko.
Karena itu, media diharapkan dapat menjadi salah satu ujung tombak edukasi publik dengan menyampaikan informasi mengenai investasi secara benar dan mudah dipahami.
Ia juga mendorong masyarakat, termasuk awak media, untuk mengenal pasar modal secara langsung dan memahami mekanisme investasi sebelum mengambil keputusan.
“Potensinya luar biasa. Pertumbuhannya juga menarik. Jangan sampai hanya dinikmati investor asing, masyarakat kita juga harus bisa menikmati peluang di pasar modal,” ujar Farid.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi awak media untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai ekosistem pasar modal Indonesia. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam menyusun pemberitaan dan edukasi publik mengenai investasi.
Di tengah meningkatnya jumlah investor dan maraknya tawaran investasi melalui berbagai platform digital, pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut cukup sederhana: sebelum berinvestasi, pastikan legalitasnya dan gunakan logika dalam menilai keuntungan serta risikonya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.