BATU | JATIMSATUNEWS.COM – Pelatihan Batu Smart Preneur diikuti 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batu sebagai upaya memperkuat kapasitas usaha melalui digitalisasi, pengelolaan keuangan, branding, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga akses pasar internasional.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Dosen Berkarya Universitas Brawijaya (UB) tahun 2026 yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Batu, khususnya Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu.
Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih terintegrasi dengan sektor pariwisata dan pemanfaatan teknologi digital. Penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi salah satu fokus utama agar UMKM tidak hanya mampu mempertahankan pasar lokal, tetapi juga memiliki kesiapan memperluas jangkauan pemasaran.
Pelatihan Batu Smart Preneur Fokus pada Digitalisasi UMKM
Dalam pelatihan Batu Smart Preneur, peserta mendapatkan tiga materi utama yang disusun untuk menjawab kebutuhan praktis pelaku usaha.
Materi pertama membahas digitalisasi pembukuan UMKM. Peserta diperkenalkan pada pentingnya pencatatan keuangan berbasis digital untuk membantu pengelolaan arus kas, pencatatan transaksi, serta perencanaan usaha.
Materi kedua berfokus pada digital branding dan pemanfaatan AI untuk UMKM. Materi ini diarahkan agar pelaku usaha mampu membangun identitas merek sekaligus memanfaatkan teknologi untuk mendukung kebutuhan promosi dan pembuatan konten.
Sementara itu, materi ketiga membahas internasionalisasi UMKM. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kesiapan usaha untuk memperluas pasar dan menghadapi kebutuhan bisnis yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, diskusi, pre-test, dan post-test. Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti materi yang diberikan.
Digitalisasi Jadi Kunci Penguatan UMKM Kota Batu
Ketua Pelaksana Program, Henny Rosalinda, mengatakan program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih terintegrasi melalui pemanfaatan platform digital.
Henny bersama anggota tim, Neola Hestu Prayogo, serta sejumlah mahasiswa dan mahasiswi Universitas Brawijaya, melaksanakan program dengan melibatkan Pemerintah Kota Batu sebagai mitra strategis.
“Platform tersebut kami rancang untuk mendukung pembukuan usaha, perencanaan bisnis, branding dan pemasaran, pembuatan konten promosi berbasis AI, serta penguatan jejaring dan akses pasar,” ujar Henny.
Menurutnya, pemanfaatan platform digital tidak hanya ditujukan untuk aktivitas pemasaran. Teknologi juga dapat digunakan untuk membantu pelaku usaha mengelola aspek internal bisnis, mulai dari pembukuan hingga perencanaan pengembangan usaha.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan UMKM di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin terhubung dengan platform digital.
Penguatan digitalisasi UMKM juga sebelumnya menjadi perhatian dalam sejumlah program pendampingan di wilayah Kota Batu. Salah satunya melalui pendampingan UMKM Carang Mas di Desa Punten yang mencakup rebranding dan perluasan pemasaran digital.
Hasil Evaluasi Pelatihan Batu Smart Preneur
Evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada sejumlah aspek yang menjadi materi pelatihan.
Rata-rata nilai pemahaman mengenai digitalisasi usaha dan pemanfaatan teknologi meningkat dari 95,33 persen pada evaluasi awal menjadi 99,67 persen setelah pelatihan.
Pada aspek pembukuan dan keuangan digital, nilai rata-rata meningkat dari 98,13 persen menjadi 100 persen.
Sementara itu, pemahaman mengenai branding dan internasionalisasi meningkat dari 97,33 persen menjadi 100 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pemahaman awal yang relatif tinggi. Namun, pelatihan tetap memberikan penguatan terhadap aspek teknis yang berkaitan dengan pengelolaan usaha, pemasaran digital, branding, dan kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.
Pelatihan Batu Smart Preneur Dorong Akses Pasar Lebih Luas
Program ini tidak hanya menempatkan digitalisasi sebagai alat promosi, tetapi sebagai bagian dari pengembangan ekosistem usaha.
Pemanfaatan teknologi dapat membantu UMKM melakukan pencatatan bisnis secara lebih terstruktur, mengembangkan strategi branding, menghasilkan materi promosi, serta membangun jaringan pemasaran.
Khusus bagi UMKM di Kota Batu, penguatan tersebut memiliki keterkaitan dengan karakter ekonomi daerah yang juga ditopang sektor pariwisata. Produk UMKM memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari rantai ekonomi pariwisata, baik melalui penjualan langsung maupun pemasaran berbasis digital.
Universitas Brawijaya sebelumnya juga menjalankan berbagai program Dosen Berkarya yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat. Program DOKAR UB, misalnya, pernah dilaksanakan bersama Pemerintah Kota Batu dalam bidang pembelajaran berbasis digital.
Melalui Pelatihan Batu Smart Preneur, kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku usaha Kota Batu menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki pengelolaan bisnis yang lebih terukur, serta mampu memperluas pasar hingga tingkat internasional.
Dengan penguatan literasi digital, keuangan, branding, AI, dan internasionalisasi, UMKM di Kota Batu diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perubahan pasar, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil peluang baru dalam ekonomi digital (RAF)
Baca Juga: Tekan Kehilangan Pascapanen Tomat Ceri, Dosen FTAB Kembangkan Teknologi Ozon dan Hipobarik


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.