Sorotan
MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan sejumlah kereta api (KA).
Keterlambatan ini dampak dari kejadian KA 68 Malabar relasi Bandung–Malang tertemper truk di JPL 295 Klaten pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 01.25 WIB.
Kejadian tersebut berdampak terhadap perjalanan KA 68 Malabar serta sejumlah KA lainnya yang melintas di wilayah Daop 6 Yogyakarta tersebut.
Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Teguhkan Semangat Melayani dan Berkontribusi bagi Bangsa
Evakuasi Lokomotif KA 68 Malabar
Petugas KAI segera melakukan penanganan dan evakuasi lokomotif KA 68 Malabar yang tertemper truk, sekaligus melakukan upaya normalisasi jalur agar perjalanan KA dapat kembali berjalan dengan aman.
KA 68 Malabar kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan lokomotif pengganti pada pukul 06.01 WIB.
Permohonan Maaf KAI Daop 7 Madiun
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan akibat kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA yang terjadi akibat kejadian temperan di JPL 295 Klaten,” ujar Tohari, Kamis (27/08/2026).
“Kami memahami bahwa kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan, khususnya pelanggan KA yang perjalanannya turut terdampak,” imbuhnya.
Jumlah penumpang KA Malabar yang turun di wilayah Daop 7 Madiun sebanyak 76 penumpang.
Rinciannya, 4 penumpang turun di Stasiun Ngawi, Stasiun Madiun 6 penumpang, Stasiun Kediri sebanyak 28 penumpang, Stasiun Tulungagung sebanyak 24 penumpang dan 14 penumpang turun di Stasiun Blitar.
Adapun untuk keberangkatan atau naik dari wilayah Daop 7 Madiun sebanyak 11 penumpang.
Tohari menambahkan, KAI terus melakukan penanganan secara cepat dan terukur untuk memastikan proses evakuasi dan normalisasi dapat terlaksana dengan aman, sehingga perjalanan KA dapat kembali berjalan secara normal.
“Kami terus berupaya mempercepat proses penanganan dan normalisasi untuk meminimalkan dampak keterlambatan terhadap perjalanan KA lainnya,” tutur Tohari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kesabaran dan pengertiannya selama proses penanganan berlangsung,” sambungnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, KAI memberikan service recovery sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Antara lain berupa pemberian makanan dan minuman dengan mempertimbangkan durasi keterlambatan perjalanan.
Baca juga: Pernyataan KAI usai Portal Jembatan Kembali Ditabrak Kendaraan
Imbauan KAI Daop 7 Madiun
KAI juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kedisiplinan saat melintasi perlintasan sebidang.
Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, berhenti sejenak, melihat kondisi kanan dan kiri, serta memastikan jalur benar-benar aman sebelum melanjutkan perjalanan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk lebih disiplin dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang,” imbau Tohari.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, dengan selalu mendahulukan perjalanan kereta api,” pungkasnya.(DNY/HUM)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.