Langsung ke konten
Minggu, 6 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Sambut Kemerdekaan dan Dukung SDGs, FTAB UB Bangun Candi Singosari dari Ribuan Botol Bekas

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka memeriahkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendukung perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs), Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) sukses menyulap limbah menjadi mahakarya berupa replika Candi Singosari.

Replika candi berukuran megah dengan tinggi 3 meter dan diameter 4 meter ini dirangkai menggunakan 1.227 botol plastik bekas berbagai ukuran. Candi ini juga makin otentik dengan hadirnya arca penjaga yang seluruhnya terbuat dari limbah kertas, sebagai simbol kekuatan dan perlindungan terhadap alam.

Proses pengerjaan instalasi seni daur ulang ini memakan waktu dua pekan, melibatkan tim tenaga kependidikan FTAB UB yang dipimpin langsung oleh Agus Subekti, A.Md.

“Proyek ini merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah plastik. Kami berharap karya ini dapat menginspirasi orang lain untuk lebih peduli lingkungan,” ungkap Agus Subekti.

Inovasi kreatif ini sejalan dengan target SDGs nomor 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDGs nomor 13 terkait penanganan perubahan iklim.Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, turut menegaskan komitmen penuh fakultasnya terhadap isu-isu lingkungan berkelanjutan. “FTAB UB berkomitmen untuk terus mendukung SDGs dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Semoga karya ini menjadi inspirasi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menjadi daya tarik utama dalam parade kemerdekaan, replika Candi Singosari daur ulang ini rencananya akan dipamerkan di area kampus UB. Mahakarya ini akan diabadikan sebagai ikon representatif FTAB UB dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan SDGs.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.