MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat sinergi dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya.
Kolaborasi ini untuk pengembangan kompetensi mahasiswa dan alumni, khususnya di bidang peradilan agama.
Perwujudan kolaborasi tersebut antara lain melalui kegiatan Bimbingan Tes (Bimtes) Calon Hakim yang bergulir di Ikatan Alumni Fakultas Syariah (Ikafasya), Kamis (13/8/2026).
Bimtes Calon Hakim angkatan pertama berlangsung di lantai 2 Gedung Microteaching Kampus 1 UIN Malang.
Kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi alumni Fakultas Syariah yang tengah mempersiapkan diri mengikuti seleksi calon hakim di lingkungan peradilan agama.
Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Malang Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengatakan sinergi dengan PTA Surabaya merupakan bagian dari upaya fakultas memperluas akses mahasiswa dan alumni terhadap dunia profesi.
Kerja Sama UIN Malang dengan PTA Surabaya
“UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan PTA Surabaya sebelumnya telah mengadakan MoU yang ditandatangani langsung oleh Rektor UIN Malang dan Ketua PTA Surabaya,” ungkap Miftah.
“Salah satu program PTA Surabaya adalah Go to Campus, termasuk Bimtes Cakim yang merupakan program Kertagama,” lanjutnya.
“Ini merupakan program yang sangat positif dalam rangka menyiapkan sarjana lulusan Fakultas Syariah dan Fakultas Hukum agar mereka lebih cepat berinteraksi dengan dunia profesi sekaligus mendapatkan informasi yang mendukung mereka untuk memperoleh pekerjaan, termasuk menjadi calon hakim,” jelasnya.
Menurut Miftahul Huda, program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan alumni untuk berinteraksi langsung dengan praktisi peradilan.
Manfaat lainnya adalah memperoleh gambaran mengenai kompetensi dan kesiapan yang dibutuhkan dalam memasuki dunia kerja.
Keberadaan alumni yang telah lebih dahulu meniti karier, lanjutnya, juga menjadi kekuatan penting dalam membangun jejaring antara dunia akademik dan dunia profesi.
“Para alumni bisa belajar dari kakak tingkatnya yang sudah lulus. Sebagian sudah menjadi hakim,” imbuh Miftah.
“Salah satu narasumber dalam Bimtes ini juga merupakan alumni Fakultas Syariah tahun 2013 M. Refi Malikul Adil, S.H., M.H., Hakim PA Probolinggo,” ujarnya.
“Ada pula alumni yang menjadi dosen di perguruan tinggi, serta menekuni profesi sebagai lawyer maupun advokat,” tambahnya.
“Ini menjadi bagian penting dari jejaring alumni yang dapat memberikan inspirasi sekaligus membuka akses bagi adik-adik mahasiswa dan alumni untuk memasuki dunia kerja,” pesannya.
Narasumber dari Beragam Kompetensi Menjadi Inspirasi
Dalam kegiatan tersebut, Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., hadir sebagai keynote speaker.
Ia menyampaikan materi bertajuk Peluang dan Tantangan Sarjana Syariah dalam Pembangunan Masa Depan Peradilan di Indonesia.
Bimtes turut menghadirkan sejumlah narasumber dari lingkungan peradilan agama, yakni Hikmah, S.Ag., M.Sy., hakim sekaligus Wakil Ketua PA Gresik.
H. Mahrus, Lc., M.H., Ketua Kertagama sekaligus Wakil Ketua PA Ponorogo; Dr. H. Ahmad Fauzi, S.H.I., M.H., Ketua PA Probolinggo; serta M. Refi Malikul Adil, S.H., M.H., Hakim PA Probolinggo.
Kehadiran para pimpinan dan praktisi peradilan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta.
Sekitar 90 persen di antara peserta merupakan alumni Fakultas Syariah, untuk memperoleh pembekalan langsung berdasarkan pengalaman di lingkungan peradilan agama.
Peserta tidak hanya mendapatkan penguatan materi, tetapi juga gambaran praktis mengenai proses, strategi, dan persiapan menghadapi seleksi calon hakim.
Ketua Ikafasya Dr. Abd. Aziz Damanhuri, M.H., mengatakan Bimtes Calon Hakim merupakan salah satu program Ikafasya untuk memberikan pendampingan kepada alumni Fakultas Syariah yang memiliki cita-cita menjadi hakim.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta pada pelaksanaan perdana menunjukkan besarnya kebutuhan alumni.
Kebutuhan mereka yakni program pembinaan yang secara khusus mempersiapkan mereka menghadapi seleksi calon hakim.
Karena itu, Ikafasya berencana melanjutkan program tersebut melalui Bimtes angkatan kedua.
“Setelah melihat kegiatan Bimtes pertama ini sukses, kami akan membuat kegiatan angkatan kedua karena begitu banyak animo dari calon peserta yang mendaftar,” ujar Abd. Aziz.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi alumni.
Terlebih, para narasumber yang hadir merupakan hakim dan pimpinan pengadilan yang memiliki pengalaman serta kompetensi di bidang peradilan agama.
“Kami ingin memberikan impactful sebagaimana tagline Fakultas Syariah, memberikan yang terbaik untuk mendampingi adik-adik alumni Fakultas Syariah yang ingin bercita-cita menjadi hakim,” katanya.
Abd. Aziz juga mengapresiasi kerja panitia yang menurutnya kompak dan responsif dalam menyosialisasikan kegiatan sehingga mampu menarik banyak peserta.
Selain Bimtes Calon Hakim, Ikafasya juga menjalankan program lain untuk memperkuat kontribusi alumni, salah satunya penerbitan jurnal sebagai wadah bagi alumni untuk menuangkan gagasan dan karya ilmiah.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Malang Prof. Dr. Hj. Umi Sumbullah, M.Ag., mengatakan kegiatan Bimtes Calon Hakim sejalan dengan komitmen fakultas untuk mendekatkan mahasiswa dan alumni dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKER).
Menurutnya, keterlibatan langsung para praktisi peradilan dalam kegiatan pembinaan menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan alumni untuk menyerap nilai-nilai kebijaksanaan, profesionalitas, dan integritas moral yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri mahasiswa dan alumni agar siap memasuki dunia kerja,” ucap Prof. Umi.
“Karena itu, kami sering mendatangkan alumni yang sudah memiliki profesi sebagai hakim untuk berbagi pengalaman,” sambungnya.
Ia menambahkan, pengalaman para alumni yang telah berkarier sebagai hakim dapat menjadi motivasi sekaligus memberikan gambaran kepada mahasiswa dan alumni mengenai persiapan menghadapi proses seleksi.
“Intinya, yang pertama adalah membangun kepercayaan diri, kemudian yang kedua bagaimana mereka bisa belajar dan mempelajari strategi agar lolos tes,” ungkapnya.
Harapan Kolaborasi Fakultas Syariah, Ikafasya, dan PTA Surabaya
Kegiatan Bimtes Calon Hakim ditutup oleh Wakil Dekan I Fakultas Syariah UIN Malang Prof. Dr. Sudirman, M.A.
Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk melahirkan hakim-hakim baru yang memiliki kualifikasi keilmuan mumpuni, profesional, dan berintegritas.
Menurutnya, kolaborasi antara Fakultas Syariah, Ikafasya, dan PTA Surabaya merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang peradilan agama.
Harapan darinya yang mewakili akademisi Syariah UIN Malang, kerja sama tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan Bimtes.
Kerja sama tersebut dapat terus berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, alumni, institusi peradilan, dan masyarakat luas.
Melalui sinergi dengan PTA Surabaya, dukungan Ikafasya, serta keterlibatan para praktisi peradilan, Fakultas Syariah UIN Malang terus memperkuat jembatan antara dunia akademik dan dunia profesi.
Upaya tersebut membuka potensi untuk semakin membuka jalan bagi mahasiswa dan alumni meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, serta mempersiapkan diri menjadi profesional di bidang hukum, termasuk sebagai calon hakim.(MFT)

