Langsung ke konten
Kamis, 27 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Jelang Muktamar NU ke-35, DPD RI Jatim Ning Lia Ajak Kopri PMII Kuasai Ruang Digital

Dorongan ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam acara Wonder Initiative Camp yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Kopri PMII di Pondok

Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama (kanan), menerima plakat penghargaan dari Ketua PB Kopri PMII Wulansari Aliyatus Sholihah (kiri) seusai menjadi narasumber dalam acara Wonder Initiative Camp di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang.

Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama (kanan), menerima plakat penghargaan dari Ketua PB Kopri PMII Wulansari Aliyatus Sholihah (kiri) seusai menjadi narasumber dalam acara Wonder Initiative Camp di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (Ning Lia), mendorong kader perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk berani mengambil peran strategis. Dorongan ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam acara Wonder Initiative Camp yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Kopri PMII di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang.

Dalam pemaparannya, Ning Lia menegaskan bahwa kader perempuan harus mampu membangun kapasitas, identitas, popularitas, dan integritas secara bersamaan, baik di ruang publik, politik, maupun ekosistem digital.

Berikut adalah beberapa gagasan utama yang ditekankan oleh Ning Lia untuk kader Kopri PMII:

Baca juga: Kopri PMII Sumenep Kecam Tindakan Ketua DPRD: Razia PSK dan Dugaan Pemalakan Jadi Sorotan

Baca juga: Pasca Audiensi ke Polres, Kopri PMII Sampang Bakal Adakan Pendampingan dan Sosialisasi Kepada Pelajar

  1. Integritas Menjadi Kunci: Popularitas adalah bagian dari strategi politik, namun harus selalu berjalan beriringan dengan kecerdasan, dedikasi, serta integritas dalam mewakili kepentingan masyarakat.
  2. Realita Persaingan Perempuan: Narasi women support women belum selalu berjalan ideal di lapangan, sehingga perempuan harus tangguh menghadapi tantangan dan pihak-pihak yang kurang mendukung.
  3. Penguasaan Strategi Digital Gen Z: Di era digital, kader harus mampu memikat perhatian dalam tiga detik pertama agar pesannya tidak di-scroll (dilewati) oleh audiens generasi Z.
  4. Menjadi Produsen Gagasan: Kader PMII diminta untuk tidak sekadar menjadi konsumen media sosial, melainkan harus aktif sebagai produsen gagasan dan narasi yang bernilai.
  5. Kecantikan Khas Nahdliyin: Perempuan tidak perlu terjebak pada standar kecantikan budaya populer seperti tren Korea, melainkan harus bangga dengan kecantikan ala perempuan Nahdliyin yang berilmu, anggun, dan berintegritas.

“Kalau perempuan sudah mewakili perempuan, jangan lagi hanya bicara gender. Isunya adalah bagaimana kita membangun identitas, kapasitas, dan dedikasi,” tegas figur yang dikenal sebagai Senator Idola Gen Z tersebut.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, di antaranya Komisioner KPU Jawa Timur Nur Salam, politisi PKB Luluk Khamida, dan Wakil Ketua MPR RI Eem Marhamah.


Sebagai penyelenggara, Ketua PB Kopri PMII Wulansari Aliyatus Sholihah menyatakan bahwa Wonder Initiative Camp adalah ruang strategis untuk memperkuat kapasitas perempuan muda. Ia berharap kegiatan ini mampu mencetak pemimpin yang tangguh dalam menghadapi tantangan demokrasi dan perubahan digital ke depan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.