MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa baru Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diperkenalkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung produksi konten pendidikan dalam rangkaian PBAK FITK 2026 NIRWAKARSA.
Pembekalan bertajuk “Mengoptimalkan AI bagi Mahasiswa sebagai Kreator Konten Pendidikan” tersebut berlangsung di Gedung Sport Center Lantai 2, Jumat (21/8/2026), dengan menghadirkan Yuris Indra Persada, S.Pd., Gr., M.Pd., MCE., CT., sebagai pemateri.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa yang disebut “Gatotkaca Muda” diperkenalkan pada peluang penggunaan AI untuk mendukung kreativitas dan produktivitas dalam menghasilkan konten edukatif.
Pemanfaatan AI dapat membantu mahasiswa mengembangkan gagasan menjadi berbagai bentuk konten yang lebih menarik dan mudah diakses. Namun, teknologi tersebut tetap membutuhkan peran manusia dalam menentukan tujuan, memeriksa informasi, mempertimbangkan aspek etika, serta memastikan konten yang dihasilkan memiliki nilai edukatif.
Pembekalan tersebut sekaligus menempatkan literasi AI sebagai bagian dari kompetensi mahasiswa FITK. Sebagai calon pendidik, mahasiswa perlu memahami perkembangan teknologi sekaligus memiliki kemampuan menggunakannya secara kritis dan bertanggung jawab.
AI dalam konteks tersebut tidak diposisikan sebagai pengganti kreativitas manusia, tetapi sebagai perangkat yang dapat memperluas kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan dan memproduksi karya pendidikan.
Mahasiswa juga diarahkan untuk tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Pemahaman terhadap AI diharapkan dapat mendorong mereka mengembangkan gagasan, mengolah informasi, dan menghasilkan konten yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan masyarakat.
Pengenalan AI melalui PBAK FITK 2026 menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa baru menghadapi perubahan ekosistem pendidikan. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, berpikir kritis, menjaga etika, dan menghasilkan karya menjadi kompetensi yang semakin penting bagi calon pendidik di era digital.
Melalui pembekalan tersebut, Gatotkaca Muda diperkenalkan pada satu prinsip penting dalam pemanfaatan AI: teknologi dapat mempercepat proses berkarya, tetapi arah, nilai, dan tanggung jawab tetap berada pada manusia.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.