PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kota Pasuruan menggelar kegiatan “Munajat Cinta untuk Negeri” dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) LP Ma’arif NU ke-97. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar bersama dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga pembentukan akhlak dan kecintaan terhadap tanah air. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Masjid Khas Makkah, Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, dihadiri sejumlah tokoh dan jajaran pengurus Nahdlatul Ulama serta unsur pemerintah daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pasuruan Dr. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si., Wakil Wali Kota Pasuruan H. M. Nawawi, S.Kom., M.M., Sekretaris PCNU Kota Pasuruan H. Ahmad Mudhofir, M.Pd., Khatib Syuriah PCNU Kota Pasuruan KH. Zubair Hamzah, M.Pd., Rektor UNIWARA sekaligus Wakil Ketua PCNU Dr. M. Taufiq, M.Pd, Ketua LP Ma’arif NU Kota Pasuruan H. Ali Usman, S.Pd.I., dan Sekretaris Marzuki, S.Pd.I., serta perwakilan dari Kementerian Agama Kota Pasuruan.
Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diiringi lantunan banjari. Suasana kemudian dilanjutkan dengan istighotsah dan pembacaan wirid “Huwal Habib” yang dipimpin oleh Sekretaris PCNU Kota Pasuruan, H. Ahmad Mudhofir.
Dalam sambutannya, Ketua LP Ma’arif NU Kota Pasuruan, H. Ali Usman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Menurutnya, momentum Harlah ke-97 harus menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar LP Ma’arif NU untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.“Mari jadikan LP Ma’arif sebagai tempat mencetak generasi yang unggul sumber daya manusianya, luhur akhlaknya, serta cinta tanah air,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Pasuruan, H. Ahmad Mudhofir, dalam sambutannya menjelaskan keutamaan mengamalkan wirid Huwal Habib. Ia menyampaikan bahwa wirid tersebut merupakan ijazah dari KH. Abdul Wahab Hasbullah, salah satu tokoh penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Ia mendorong lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Kota Pasuruan untuk terus mengamalkan wirid tersebut sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam mendampingi proses pendidikan.
Selain itu, ia berpesan kepada para guru di lingkungan LP Ma’arif NU agar senantiasa istiqamah dalam mendidik dan mengawal para siswa, khususnya dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter, akhlak, dan pemahaman keagamaan yang menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Pasuruan Dr. Adi Wibowo menyampaikan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah investasi pada sumber daya manusia melalui pendidikan.Ia mengucapkan selamat atas Harlah LP Ma’arif NU ke-97 sekaligus menyampaikan apresiasi atas kontribusi LP Ma’arif NU dalam memberikan pendidikan serta ikut menjaga akhlak generasi muda di Kota Pasuruan.
“Terimakasih LP Ma’arif NU yang tanpa lelah mencetak generasi unggul dan berakhlak di Kota Pasuruan” Ujarnya. Menurutnya, perjalanan selama 97 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama kurun waktu tersebut, LP Ma’arif NU telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan masyarakat sekaligus memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan akhlak generasi bangsa.
“Investasi terbaik bangsa adalah investasi sumber daya manusia, dan salah satu jalannya adalah melalui pendidikan,” ungkapnya.Ia juga mengapresiasi konsistensi LP Ma’arif NU yang selama puluhan tahun terus berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membangun generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter.
Momentum Munajat Cinta untuk Negeri tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian peringatan Harlah LP Ma’arif NU ke-97. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan doa bersama agar ikhtiar pendidikan terus mendapat keberkahan serta mampu menjawab tantangan zaman.(Amin)



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.