Sorotan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (UINSU) melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (26/8/2026).
Kunjungan tersebut berfokus pada penguatan penerapan ekoteologi di lingkungan kampus.
Sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai tata kelola fakultas, pengembangan program studi, dan pendidikan karakter mahasiswa.
Baca juga: 3 Guru Besar Fakultas Syariah UIN Malang Hadiri Law, Religion, and Governance Symposium di Surabaya
Praktik dan Strategi Pengembangan Perguruan Tinggi Islam
Rombongan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Medan dipimpin oleh Dekan Prof. Dr. Syafruddin Syam, M.Ag. Turut hadir Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Cahaya Permata, M.H., serta Sekretaris Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Rizki Muhammad Haris, M.Ag.
Kedatangan rombongan UINSU mendapat sambutan langsung dari Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., bersama jajaran pimpinan fakultas.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat Fakultas Syariah dan diikuti jajaran dekanat, ketua dan sekretaris program studi, serta Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Syariah.
Acara dipandu Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas berbagai praktik dan strategi pengembangan perguruan tinggi Islam, khususnya penerapan nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan akademik serta penguatan budaya kampus yang berwawasan lingkungan.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Medan, Prof. Dr. Syafruddin Syam, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan jajaran Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Menurutnya, UIN Malang merupakan salah satu perguruan tinggi Islam yang memiliki capaian dan perkembangan kelembagaan yang layak menjadi rujukan.
“Terima kasih atas penerimaan yang sangat baik dari pimpinan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” buka Prof. Syafruddin.
“Bagi kami, UIN Malang merupakan salah satu standar perguruan tinggi Islam di Indonesia yang memiliki banyak prestasi dan telah melakukan lompatan-lompatan yang mencengangkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi UIN Medan untuk belajar lebih jauh mengenai suasana akademik, tata kelola fakultas, hingga pengembangan program studi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Karena itu, kami ingin belajar banyak dari UIN Malang, khususnya terkait suasana akademik dan tata kelola di Fakultas Syariah,” lanjutnya.
Selain tata kelola, Prof. Syafruddin juga menyoroti pentingnya pengelolaan program studi agar mampu mencapai capaian yang lebih baik.
Hal tersebut mencakup telaah kebijakan mengenai ekoteologi, sistem pengembangan program studi, hingga pendidikan karakter mahasiswa yang dibangun sejak awal masa perkuliahan.
“Kami ingin belajar bagaimana sistem pengelolaan dan pengembangan program studi di UIN Malang, termasuk bagaimana pendidikan karakter mahasiswa dibangun sejak semester pertama. Kami melihat banyak hal yang bisa dipelajari dari UIN Malang,” katanya.
Menurut Syafruddin, berbagai capaian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi Islam lainnya untuk terus melakukan pengembangan dan inovasi kelembagaan.
“UIN Malang memiliki banyak keberkahan. Kami berharap kunjungan ini menjadi kesempatan untuk belajar, bertukar pengalaman, dan membawa pulang hal-hal baik yang dapat kami kembangkan di institusi kami,” pungkasnya.
Ekoteologi dan Fakultas Syariah UIN Malang
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyambut baik kunjungan benchmarking tersebut.
Ia menilai kegiatan ini penting untuk memperkuat jejaring antara perguruan tinggi Islam sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman dan praktik baik.
“Selamat datang di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kami menyambut baik kunjungan benchmarking ini sebagai ruang untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik baik, khususnya dalam penerapan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan kampus,” sambut Prof. Umi.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Umi memaparkan perjalanan transformasi kelembagaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Mulai dari STAIN, IAIN, UIIS, hingga berkembang menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Ia juga menjelaskan tata kelola Fakultas Syariah serta berbagai upaya pengembangan ekoteologi dalam kehidupan akademik.
Menurutnya, isu ekologis perlu mendapatkan perhatian serius di lingkungan perguruan tinggi Islam karena memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keislaman.
“Ekoteologi tidak hanya berbicara mengenai lingkungan, tetapi juga bagaimana manusia memahami hubungan dan tanggung jawabnya terhadap alam sebagai bagian dari amanah yang diberikan Allah SWT.
Karena itu, nilai tersebut penting untuk dihadirkan dalam kehidupan kampus dan proses pendidikan,” jelasnya.
Prof. Umi menambahkan, penguatan kesadaran ekologis di perguruan tinggi juga sejalan dengan perhatian Kementerian Agama RI di bawah kepemimpinan Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan ekologis.
Kegiatan benchmarking kemudian berlanjut dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Kedua pihak saling bertukar pandangan mengenai pengembangan program studi, tata kelola kelembagaan, pendidikan karakter, serta penerapan ekoteologi dalam kehidupan kampus.
Baca juga: Open House HKI Sambut 296 Mahasiswa Baru, Didorong Jadi Praktisi Hukum Unggul
Rangkaian kegiatan berakhir dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol penghargaan antarkedua institusi, kemudian berlanjut dengan foto bersama.
Melalui kunjungan benchmarking tersebut, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Medan dan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat terus memperkuat jejaring akademik, bertukar praktik baik, serta mengembangkan inovasi kelembagaan yang responsif terhadap tantangan pendidikan tinggi dan isu lingkungan.(MFT)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.