Langsung ke konten
Selasa, 15 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Pendidikan

Pelatihan Public Speaking Fakultas Syariah UIN Malang Bekali 117 Mahasiswa Kuasai Seni Berkomunikasi

Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang mendapat pelatihan public speaking untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

Fakultas Syariah UIN Malang mengadakan pelatihan public speaking untuk membekali mahasiswa kemampuan berkomunikasi./dok.UIN Malang

Fakultas Syariah UIN Malang mengadakan pelatihan public speaking untuk membekali mahasiswa kemampuan berkomunikasi./dok.UIN Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 117 mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti Pelatihan Public Speaking bertema “Think Clearly, Speak Confidently: Gagasan Membangun Argumentasi dan Tampil Memukau di Depan Publik”, Selasa (15/9/2026).

Pelatihan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung C Fakultas Syariah tersebut menghadirkan dua narasumber yang merupakan alumni UIN Malang.

Mereka adalah Meisy Fajarani, S.H., M.H., CPLA, dan Norma Hasanatul Magfiroh, M.Psi.

Baca juga: UIN Malang Lepas 110 Kontingen PORSI Jawara II 2026, Fakultas Syariah Kirim 24 Mahasiswa

Pentingnya Public Speaking

Pada sesi pertama, Meisy Fajarani menyampaikan materi mengenai pentingnya public speaking sebagai keterampilan yang dibutuhkan dalam berbagai bidang.

Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya berkaitan dengan keberanian tampil, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis.

Selain itu juga untuk melatih kemampuan menyusun argumentasi, serta menyampaikan gagasan secara jelas, lugas, dan persuasif.

“Belajar public speaking bukan hanya tentang bagaimana berbicara di depan banyak orang, tetapi juga bagaimana menyampaikan gagasan secara tepat sehingga dapat dipahami dan memberikan pengaruh positif,” jelas Meisy.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan komunikasi digital semakin memperluas ruang praktik public speaking.

Keterampilan tersebut tidak hanya dibutuhkan ketika tampil di depan publik, tetapi juga dalam presentasi virtual, diskusi, debat, hingga komunikasi melalui media sosial.

Kepercayaan Diri dalam Berbicara

Sementara itu, Norma Hasanatul Magfiroh membawakan materi “Speak Confidently” yang mengajak peserta mengubah gagasan yang telah tersusun menjadi komunikasi yang meyakinkan dan berkesan.

Peserta diperkenalkan pada pentingnya aspek verbal, vokal, dan visual dalam komunikasi.

Mereka juga belajar membangun presence melalui bahasa tubuh, penggunaan suara, dan kemampuan memusatkan pikiran ketika berbicara.

Norma juga membekali peserta dengan sejumlah teknik untuk mengelola rasa gugup, seperti melakukan pause, berpikir sebelum berbicara, memperlambat tempo bicara, dan mengurangi penggunaan filler words.

Iklan

“Percaya diri bukan berarti tidak merasa gugup. Percaya diri adalah kemampuan untuk tetap tampil dan menyampaikan pesan meskipun sedang merasa gugup,” beber Norma.

Prinsip 4C Communication

Peserta juga diajak mempelajari teknik pitching untuk menyampaikan ide secara singkat dan persuasif serta storytelling untuk membangun koneksi emosional dengan audiens.

Materi juga mencakup kemampuan menghadapi perbedaan pendapat, pertanyaan sulit, diskusi, dan komunikasi profesional secara beretika.

Seluruh materi dirangkum dalam prinsip 4C Communication, yaitu Clear, Concise, Confident, dan Connect.

Melalui prinsip tersebut, peserta diharapkan mampu menyampaikan pesan secara jelas, ringkas, percaya diri, serta mampu membangun koneksi dengan audiens.

Baca juga: Momen Refleksi Maulid Nabi 1448 H, Mahasiswa Fakultas Syariah Diingatkan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

Apresiasi dari Dekanat Fakultas Syariah

Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang mendapat pelatihan public speaking untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi./dok.UIN Malang
Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang mendapat pelatihan public speaking untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi./dok.UIN Malang

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan public speaking memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat keterampilan komunikasi.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat langsung dipraktikkan,” ujar WD III Miftahul Huda.

“Kami berharap mahasiswa terus memanfaatkan berbagai ruang pengembangan diri untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian menyampaikan gagasan, dan kesiapan menghadapi dunia profesional,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Syariah UIN Malang mendorong mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan komunikasi sebagai bagian dari pengembangan kapasitas akademik, organisasi, dan kepemimpinan.(MFT)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.