Sorotan
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Tiga guru besar Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat undangan dari Western Sydney University (WSU).
Mereka terundang untuk menghadiri Law, Religion, and Governance Symposium di kampus Surabaya, Pakuwon Tower Lantai 35, Jl. Embong Malang No. 21–31, Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Ketiga guru besar tersebut adalah Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Sudirman, M.A., serta Ketua Program Studi Doktor (S3) Hukum Keluarga Islam Prof. Dr. Zainul Mahmudi, M.A.
Keterlibatan Fakultas Syariah UIN Malang di Forum Akademis Internasional
Kehadiran ketiganya menjadi bagian dari keterlibatan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, pemerintah, praktisi, dan mahasiswa.
Sejumlah perguruan tinggi dan lembaga dari berbagai daerah, khususnya Jawa Timur, serta sejumlah institusi nasional mengikuti simposium tersebut.
Di antaranya Western Sydney University (WSU), Kementerian Agama RI, BRIN, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), LBH Surabaya.
Lalu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, UIN Syekh Wasil Kediri, UIN Salatiga.
Kemudian, Universitas Airlangga, serta mahasiswa WSU dan Universitas Airlangga.
Mengusung tema Law, Religion, and Governance, simposium ini menjadi ruang akademik untuk bertukar perspektif dan mendiskusikan berbagai isu kontemporer pada persinggungan antara hukum, agama, dan tata kelola pemerintahan.
Forum tersebut sekaligus membuka peluang penguatan jejaring serta keterlibatan akademik dan kelembagaan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Beragam Topik di Simposium Internasional Surabaya
Sejumlah topik yang terbahas dalam simposium meliputi Hukum, Agama, dan Negara; Hukum, Agama, dan Keluarga; serta Hukum, Agama, dan Keuangan.
Pembahasan tersebut menyoroti bagaimana relasi hukum dan agama terus berkembang dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat dan tata kelola kehidupan bernegara.
Di antara guru besar yang hadir, Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan bahwa Indonesia memiliki karakteristik sistem hukum yang khas.
Penyebabnya adalah agama menjadi salah satu sumber hukum yang hidup (living law) dan turut memengaruhi perkembangan hukum nasional.
“Dalam konteks Indonesia, agama memiliki posisi penting dalam kehidupan hukum dan masyarakat. Nilai-nilai agama tidak hanya hidup dalam praktik sosial, tetapi juga menjadi salah satu sumber yang turut membentuk dan memengaruhi perkembangan hukum nasional,” ujarnya.
Menurut Prof. Umi, karakteristik tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara hukum, agama, dan negara di Indonesia memiliki dinamika yang khas.
Selain itu juga menarik untuk terus dikaji, terutama dalam merespons perkembangan masyarakat serta kebutuhan tata kelola kehidupan bernegara.
“Karena itu, dialog akademik mengenai relasi hukum, agama, dan negara menjadi penting untuk memperkaya perspektif sekaligus menemukan formulasi hukum yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Keterlibatan Tiga Guru Besar Syariah UIN Malang
Keterlibatan tiga guru besar Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam simposium tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional.
Kemudian juga untuk memperkuat kontribusi Fakultas Syariah dalam diskursus global mengenai hukum, agama, keluarga, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan.(MFT)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.