MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa baru Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan, kesehatan mental, dan resiliensi dalam rangkaian PBAK FITK 2026 NIRWAKARSA, Jumat (21/8/2026).
Materi bertajuk “Bertumbuh dan Berkembang di Kampus: Membangun Keselamatan, Kesehatan Mental dan Resiliensi” tersebut disampaikan Septinda Rima Dewanti, M.A., Ph.D., di Gedung Sport Center Lantai 2.
Pembekalan mengajak mahasiswa yang disebut “Gatotkaca Muda” memahami bahwa proses adaptasi di perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan tuntutan akademik, tetapi juga kemampuan menjaga diri dan menghadapi perubahan lingkungan maupun berbagai tantangan selama masa studi.
Memasuki kehidupan kampus, mahasiswa menghadapi lingkungan, tanggung jawab, dan pengalaman baru. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan beradaptasi sekaligus kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan mental.
Dalam materi tersebut, resiliensi diperkenalkan sebagai kemampuan untuk menghadapi kesulitan, beradaptasi dengan situasi, dan kembali melanjutkan proses setelah mengalami tekanan atau kegagalan. Ketangguhan tidak berarti mahasiswa harus terbebas dari persoalan, melainkan mampu mengenali kondisi yang dihadapi dan mencari cara yang sehat untuk mengatasinya.
Mahasiswa baru juga diarahkan untuk membangun relasi dan lingkungan pertemanan yang sehat. Komunikasi, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian mencari bantuan ketika menghadapi persoalan menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan kampus yang aman dan suportif.
Pembekalan tersebut memperluas makna kesiapan mahasiswa memasuki perguruan tinggi. Selain kompetensi akademik, mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengenali diri, menjaga kesehatan, membangun relasi yang positif, dan mengembangkan daya lenting dalam menghadapi berbagai situasi.
Melalui materi tersebut, PBAK FITK 2026 menempatkan kesehatan mental dan keselamatan sebagai bagian dari proses pendidikan mahasiswa. Gatotkaca Muda tidak hanya dipersiapkan untuk mencapai prestasi akademik, tetapi juga menjalani kehidupan kampus secara sehat, aman, adaptif, dan berkelanjutan.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.