PASURUAN|JATIMSATUNEWS.COM
Di tengah kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Pasuruan menggelar Sholat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di halaman Masjid Ulul Albab.
Pelaksanaan salat Istisqa ini diikuti oleh seluruh dewan guru, staf Tata Usaha (TU), serta para siswa-siswi kelas VII, VIII, dan IX MTsN 5 Pasuruan.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk, seraya memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi kehidupan manusia dan kelestarian alam.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas imbauan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.
Baca juga: MTsN 5 Pasuruan Peringati Maulid Nabi, Dorong Siswa Teladani Akhlak Rasulullah SAW
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 5 Pasuruan turut mengambil bagian dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada para peserta didik.
Kepala MTsN 5 Pasuruan, H. Ivan Wahyudi, S.Pd., memimpin langsung kepanitiaan penyelenggaraan salat Istisqa.
Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan keluarga besar madrasah dalam menghadapi kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air dan kehidupan masyarakat.
Salat Istisqa Berlangsung Khusyuk, Jamaah Diajak Memperbanyak Istighfar
Dalam pelaksanaannya, Samsul Arifin bertindak sebagai imam salat Istisqa, Nizar Zulmi sebagai khatib, dan Mudji Syarifudin sebagai bilal.
Rangkaian ibadah berlangsung dengan lancar dan penuh kekhusyukan. Para guru, tenaga kependidikan, serta siswa-siswi mengikuti kegiatan tersebut dengan harapan agar doa yang dipanjatkan bersama mendapatkan rida dan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dalam khutbahnya, Nizar Zulmi mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan, memperbanyak istighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT, serta memperkuat sikap tawakal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Ia menekankan pentingnya kesadaran bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.
Oleh karena itu, ketika menghadapi kondisi alam yang sulit, seperti kemarau panjang dan kekeringan, umat Islam dianjurkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Salat Istisqa merupakan ibadah yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika suatu wilayah mengalami kekeringan atau kekurangan air.
Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk menyadari pentingnya berserah diri kepada Allah SWT, tanpa meninggalkan ikhtiar nyata dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya air secara bijaksana.
Pesan tersebut juga menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter bagi para siswa MTsN 5 Pasuruan. Selain memperoleh pengetahuan di ruang kelas, para peserta didik diajak untuk memahami nilai-nilai spiritual, membangun kepedulian sosial, serta menumbuhkan sikap rendah hati dalam menjalani kehidupan.
Sinergi Panitia dan OSIM, Kegiatan Berjalan Lancar
Kelancaran penyelenggaraan salat Istisqa tidak terlepas dari kerja sama dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat.
Hasan Hadi selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan turut mendukung persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Dukungan juga diberikan oleh Junaidi selaku Bidang Keagamaan, bersama para pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 5 Pasuruan.
Keterlibatan berbagai unsur madrasah tersebut menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan persiapan dan koordinasi yang baik, seluruh rangkaian kegiatan salat Istisqa dapat terlaksana secara tertib dan lancar.
Kebersamaan antara kepala madrasah, dewan guru, staf TU, serta para siswa menjadi gambaran bahwa nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata yang melibatkan seluruh warga madrasah.
Harapan di Tengah Kemarau Panjang, Memohon Hujan yang Membawa Keberkahan
Penyelenggaraan salat Istisqa di MTsN 5 Pasuruan tidak hanya menjadi agenda ibadah, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT ketika menghadapi kesulitan.
Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Indonesia menjadi pengingat bahwa air merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan. Ketersediaan air sangat penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mendukung kegiatan pertanian, menjaga kesehatan masyarakat, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem.
Kondisi tersebut mendorong keluarga besar MTsN 5 Pasuruan untuk bersama-sama memanjatkan doa, berharap agar Allah SWT segera memberikan pertolongan melalui turunnya hujan yang membawa manfaat bagi seluruh makhluk.
Melalui kegiatan ini, seluruh warga madrasah berharap agar kekeringan yang terjadi dapat segera teratasi, sumber-sumber air kembali terisi, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Di sisi lain, momentum salat Istisqa juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran para siswa tentang pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia. Sikap hemat air, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak merusak alam merupakan langkah nyata yang perlu dibiasakan sejak dini.
Dengan demikian, pendidikan agama tidak hanya berhenti pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Meneguhkan Keimanan dan Kebersamaan Melalui Doa
Melalui penyelenggaraan salat Istisqa ini, keluarga besar MTsN 5 Pasuruan berharap senantiasa memperoleh rida, rahmat, dan pertolongan Allah SWT. Doa juga dipanjatkan agar seluruh masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan kondisi alam.
Harapan tersebut menjadi semangat bersama untuk terus memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebaikan, dan menjaga hubungan baik antarsesama.
Di tengah situasi kemarau panjang, kegiatan ini mengingatkan bahwa ikhtiar spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan perlu berjalan beriringan. Berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT menjadi bagian dari penghambaan, sedangkan menjaga alam dan menggunakan air secara bertanggung jawab merupakan bentuk ikhtiar nyata manusia.
Keluarga besar MTsN 5 Pasuruan berharap agar doa yang dipanjatkan bersama menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT bagi seluruh masyarakat.(SA)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.