PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Pasuruan menggelar upacara bendera pada Kamis, 22 Oktober 2026, di halaman depan MTsN 5 Pasuruan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan diikuti seluruh siswa-siswi kelas VII, VIII, dan IX, jajaran dewan guru, para wakil kepala madrasah, Kepala Tata Usaha beserta staf. Peringatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar MTsN 5 Pasuruan untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta pembentukan karakter generasi muda.
Baca juga: Upacara Bendera Hari Senin di MTsN 5 Pasuruan: Menanamkan Kedisiplinan untuk Masa Depan Gemilang
Baca juga: MTsN 5 Pasuruan Peringati Maulid Nabi, Dorong Siswa Teladani Akhlak Rasulullah SAW
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tagline “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut mengandung pesan bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa melalui pendidikan, penguatan moral, semangat persatuan, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepala MTsN 5 Pasuruan Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MTsN 5 Pasuruan, H. Ivan Wahyudi, S.Pd., memimpin jalannya upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia.
Upacara bendera ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan juga menjadi sarana untuk mengingat kembali sejarah panjang perjuangan kaum santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Santri dan ulama memiliki catatan sejarah penting dalam perjalanan bangsa. Dengan bekal ilmu agama, semangat perjuangan, dan kecintaan terhadap tanah air, para santri turut mengambil bagian dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan bangsa.
Nilai-nilai perjuangan tersebut diharapkan terus tertanam dalam diri para siswa-siswi MTsN 5 Pasuruan. Sebagai generasi penerus, mereka tidak hanya dituntut untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus memiliki karakter yang baik, disiplin, bertanggung jawab, menghormati guru dan orang tua, serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional, pihak madrasah berharap para siswa semakin memahami bahwa menjadi santri bukan hanya berkaitan dengan kegiatan belajar agama, melainkan juga tentang bagaimana membangun kepribadian yang baik, menjaga kerukunan, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Peringatan HSN Diisi Lomba Hubbul Wathon dan Mars Santri
Dalam pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional di MTsN 5 Pasuruan, terdapat perbedaan agenda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, setelah pelaksanaan upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan pawai keliling kampung di wilayah Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama di Masjid Ulul Albab serta pelaksanaan salat Zuhur berjamaah.
Namun, pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026, MTsN 5 Pasuruan menghadirkan kegiatan yang berbeda dan lebih menitikberatkan pada penguatan karakter, semangat kebangsaan, serta pemahaman siswa terhadap nilai-nilai perjuangan santri.
Salah satu agenda yang dilaksanakan adalah lomba menyanyikan lagu Hubbul Wathon dan Mars Santri yang diikuti oleh kelompok perwakilan dari masing-masing kelas.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para siswa untuk mengekspresikan semangat kebangsaan melalui lagu-lagu yang sarat dengan pesan perjuangan, kecintaan terhadap tanah air, dan penghormatan terhadap nilai-nilai keislaman.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kebersamaan, kekompakan, keberanian, dan rasa percaya diri para siswa.
Melalui lagu Hubbul Wathon, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya mencintai tanah air sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, Mars Santri menjadi salah satu media untuk menumbuhkan semangat perjuangan, memperkuat identitas santri, serta mengingatkan generasi muda agar senantiasa berpegang pada nilai-nilai agama dan kebangsaan.
Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum pendidikan karakter yang dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan kepribadian para siswa.
Menanamkan Akhlakul Karimah kepada Generasi Muda
Pendidikan karakter menjadi salah satu pesan penting yang ingin ditanamkan melalui kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di MTsN 5 Pasuruan.
Para siswa-siswi diharapkan mampu memahami dan menjiwai makna cinta tanah air sekaligus menerapkannya melalui perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap saling menghormati, menjaga sopan santun, menghargai perbedaan, menaati peraturan, menghormati guru, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari karakter yang perlu terus dibangun dalam diri setiap pelajar.
Nilai-nilai akhlakul karimah juga menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman. Di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, para pelajar perlu memiliki pegangan moral yang kuat agar mampu membedakan perilaku yang baik dan buruk.
Oleh karena itu, kegiatan keagamaan dan kebangsaan seperti peringatan Hari Santri Nasional diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter siswa.
Dengan memadukan pendidikan agama, pengetahuan umum, dan nilai-nilai kebangsaan, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan moral dan kepedulian sosial.
Generasi muda yang berakhlak baik diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Santri Dimaknai sebagai Insan yang Mencintai Republik Indonesia
Dalam narasi peringatan Hari Santri Nasional tersebut, turut disampaikan pandangan mengenai definisi santri yang dikutip dari Gus Thariq Ziyad bin KH. Darwis, yang disebut sebagai penggagas atau inisiator Hari Santri Nasional pada 2014.
Dalam pandangan tersebut, santri dimaknai sebagai “Insan Cinta Republik Indonesia.”
Makna tersebut menggambarkan bahwa seorang santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga harus memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Kecintaan terhadap tanah air dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati hukum, membantu sesama, serta ikut berperan dalam pembangunan masyarakat.
Santri juga diharapkan mampu menjadi generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Dalam konteks pendidikan di madrasah, pemahaman tersebut menjadi penting agar para siswa tidak memandang pendidikan agama dan kecintaan terhadap negara sebagai dua hal yang terpisah.
Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan untuk membentuk pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Semangat inilah yang diharapkan dapat terus tumbuh di lingkungan MTsN 5 Pasuruan melalui kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan seluruh warga madrasah.
Mengenang Perjuangan Ulama dan Santri, Membangun Masa Depan Bangsa
Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober menjadi pengingat atas peran penting ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Peringatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai perjuangan para pendahulu, yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan dan kehidupan berbangsa.
Bagi para pelajar, mengenang sejarah bukan hanya berarti mengetahui peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Lebih dari itu, sejarah harus menjadi sumber motivasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Semangat perjuangan para ulama dan santri dapat diteruskan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu, kedisiplinan, kerja keras, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.
Para siswa MTsN 5 Pasuruan diharapkan mampu menjadikan momentum Hari Santri Nasional sebagai dorongan untuk meningkatkan prestasi belajar dan mengembangkan potensi diri sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Di tengah berbagai tantangan zaman, generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, karakter yang kuat, serta pemahaman agama yang baik.
Dengan bekal tersebut, para pelajar diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjaga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Harapan untuk Generasi Santri Menuju Indonesia Emas
Melalui pelaksanaan upacara bendera dan berbagai kegiatan.(SA)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.