Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Bingung Menentukan Karier? Peneliti Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) Soroti Pentingnya Dukungan Sosial dan Penerimaan Teknologi

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Menentukan pilihan karier bukanlah persoalan sederhana bagi generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi digital, perubahan kebutuhan dunia kerja, dan semakin beragamnya pilihan profesi, mahasiswa dituntut untuk mampu mengenali potensi diri, memahami peluang pekerjaan, serta menentukan arah karier yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Namun, keberhasilan dalam merencanakan masa depan tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik. Dukungan dari lingkungan sosial dan cara mahasiswa memandang manfaat teknologi juga memiliki hubungan dengan keyakinan mereka dalam mengambil keputusan karier.

Hal tersebut menjadi perhatian tim peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako melalui penelitian bertajuk “Social Support on Career Decision-Making Self-Efficacy: The Role of Technology Acceptance”. Penelitian ini melibatkan 213 mahasiswa dan mengkaji hubungan antara tiga aspek penting, yaitu Perceived Social Support (dukungan sosial yang dirasakan individu), Technology Acceptance (penerimaan teknologi), dan Career Decision-Making Self-Efficacy(keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengambil keputusan karier).

Mengapa Mahasiswa Membutuhkan Keyakinan dalam Menentukan Karier?

Memasuki dunia kerja merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan. Mereka tidak hanya dihadapkan pada pertanyaan tentang pekerjaan yang ingin ditekuni, tetapi juga harus mempertimbangkan kompetensi, peluang kerja, perkembangan industri, dan kesiapan menghadapi perubahan. Dalam psikologi karier, kemampuan individu untuk meyakini bahwa dirinya dapat menjalankan tugas-tugas pengambilan keputusan karier dikenal sebagai Career Decision-Making Self-Efficacy(CDMSE). Konsep ini mencakup keyakinan individu dalam mengenali kemampuan diri, mencari informasi pekerjaan,menetapkan tujuan karier, menyusun rencana, dan menyelesaikan persoalan yang muncul selama proses pengambilan keputusan. Mahasiswa dengan CDMSE yang lebih tinggi cenderung lebih yakin bahwa mereka mampu menjalankan berbagai tugas tersebut. Sebaliknya, rendahnya keyakinan diri dapat menjadi salah satu tantangan ketika mahasiswa harus menentukan pilihan masa depan.

Dukungan Sosial Memiliki Peran Penting

Salah satu aspek yang dikaji dalam penelitian ini adalah Perceived Social Support (PSS), yaitu sejauh mana individu merasa memperoleh dukungan dari lingkungan sosialnya. Dukungan tersebut dapat berupa perhatian emosional, informasi, penghargaan, maupun bantuan praktis dari orang-orang di sekitarnya. Bagi mahasiswa, dukungan keluarga, teman sebaya, dosen, dan lingkungan pendidikan dapat menjadi sumber informasi serta dorongan ketika mereka mengeksplorasi pilihan karier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan positif dengan keyakinan mahasiswa dalam mengambil keputusan karier. Temuan ini memberikan gambaran bahwa proses pengembangan karier mahasiswa perlu dipahami sebagai proses yang tidak terlepas dari lingkungan sosialnya.

Teknologi Bukan Sekadar Alat, tetapi Juga Berkaitan dengan Keyakinan Karier

Hal menarik dari penelitian ini adalah dimasukkannya penerimaan teknologi sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan perspektif Technology Acceptance (TA), yang menekankan bagaimana individu memandang kegunaan teknologi (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaannya (perceived ease of use). Dalam konteks perkembangan dunia kerja, penerimaan teknologi berkaitan dengan cara individu menilai apakah teknologi dapat membantu aktivitas dan meningkatkan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan teknologi memiliki hubungan positif dengan CDMSE. Artinya, mahasiswa yang memiliki penerimaan teknologi lebih tinggi juga cenderung menunjukkan keyakinan lebih tinggi dalam menjalankan tugas-tugas pengambilan keputusan karier. Temuan ini menjadi relevan ketika teknologi semakin terintegrasi dengan berbagai bidang pekerjaan dan kompetensi digital menjadi bagian dari tuntutan profesional.

Teknologi Menjadi Penghubung antara Dukungan Sosial dan Keyakinan Karier

Penelitian ini juga menguji apakah penerimaan teknologi dapat menjelaskan sebagian hubungan antara dukungan sosial dan keyakinan mahasiswa dalam menentukan karier. Hasil analisis menunjukkan adanya efek tidak langsung yang signifikan secara statistik melalui penerimaan teknologi. Temuan tersebut konsisten dengan pola mediasi parsial, yakni hubungan dukungan sosial dengan keyakinan pengambilan keputusan karier tidak hanya muncul secara langsung, tetapi juga memiliki jalur tidak langsung melalui penerimaan teknologi. Meski demikian, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Oleh karena itu, hasilnya menunjukkan hubungan statistik antar variabel dan tidak serta-merta membuktikan bahwa dukungan sosial atau penerimaan teknologi menyebabkan peningkatan keyakinan karier. Temuan tersebut tetap memberikan perspektif penting bagi pengembangan kajian psikologi karier, khususnya dalam memahami keterkaitan antara lingkungan sosial, penerimaan teknologi, dan keyakinan mahasiswa menghadapi masa depan pekerjaan.

Implikasi bagi Perguruan Tinggi dan Pengembangan Karier Mahasiswa

Penelitian ini memberikan masukan bagi perguruan tinggi untuk mempertimbangkan aspek psikologis, sosial, dan teknologi secara bersama-sama dalam pengembangan layanan karier mahasiswa. Program pengembangan karier tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan informasi lowongan pekerjaan. Mahasiswa juga memerlukan kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan diri, memahami kebutuhan dunia kerja, memperoleh dukungan sosial, dan mengembangkan kesiapan menghadapi penggunaan teknologi dalam lingkungan profesional. Layanan konseling karier, pendampingan dosen, program mentoring, serta pelatihan literasi dan penerimaan teknologi dapat menjadi beberapa pendekatan yang layak dipertimbangkan dan diuji lebih lanjut. Penelitian ini juga membuka peluang bagi pengembangan program pendampingan karier yang lebih terintegrasi, khususnya dalam membantu mahasiswa membangun keyakinan terhadap kemampuannya mengambil keputusan karier secara mandiri.

Iklan

** Pada akhirnya, mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja bukan hanya tentang membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang membangun keyakinan untuk menentukan arah masa depan di tengah perubahan zaman.**

oleh : Khasdyah Dwi Dewi Setyoningtia, S.Psi, M.A.

Foto profil Eko Rudianto
Eko Rudianto

Abdi, Adab, Aktif, Ajar, Amal

Lihat semua artikel oleh Eko Rudianto

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.