NGANJUK | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Skema Kemitraan Masyarakat melalui edukasi pengolahan sampah organik dan penyakit akibat timbulan sampah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk “TPS3R Jatirejo Nganjuk Berdaya melalui Optimalisasi Pengolahan Sampah Organik Berbasis Teknologi Mesin Pencacah” yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Jatirejo, Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tepat serta kaitannya dengan kesehatan lingkungan. Melalui edukasi tersebut, FKM UNAIR mendorong penguatan kapasitas mitra dalam mengelola sampah organik sekaligus memahami risiko kesehatan yang dapat muncul akibat timbulan sampah yang tidak tertangani dengan baik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Skema Kemitraan Masyarakat ini diketuai oleh Prof. Dr. Lilis Sulistyorini, Ir., M.Kes., dengan anggota tim yang terdiri atas Prof. Dr. Mahmudah, Ir., M.Kes., Dra. Endang Dwiyanti, M.Kes., dan Novi Dian Arfiani, S.KM., M.KL.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kelurahan Jatirejo, Lusi Wahidyawati, S.P., M.Agr. Turut hadir Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Sumadi, S.T., M.KL., yang merupakan alumni Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan, serta perwakilan Bidang Persampahan DLH Kabupaten Nganjuk. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Pengolahan Sampah Organik sebagai Upaya Mengurangi Timbulan Sampah
Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Lilis Sulistyorini, Ir., M.Kes., dengan topik pengolahan sampah organik. Dalam pemaparannya, pengelolaan sampah organik menjadi salah satu aspek penting dalam mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir sekaligus mendorong pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, berpotensi diolah menjadi produk yang bermanfaat melalui metode yang sesuai, salah satunya pengomposan. Proses tersebut memerlukan pemilahan sejak sumber, pemilihan bahan yang tepat, serta pengelolaan yang baik agar hasil pengolahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Materi ini relevan dengan pengembangan TPS3R Jatirejo yang berperan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Optimalisasi pengolahan sampah organik memerlukan dukungan sarana, keterampilan pengelola, dan penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Salah satu teknologi yang menjadi fokus program kemitraan ini adalah mesin pencacah sampah organik. Mesin tersebut dapat membantu memperkecil ukuran material organik sehingga memudahkan proses penanganan dan pengolahan lanjutan, termasuk pengomposan. Penerapan teknologi tepat guna diharapkan dapat mendukung efisiensi pengolahan serta meningkatkan kapasitas TPS3R dalam menangani sampah organik.

Baca juga: Kabupaten Bogor Lakukan Kunker Pengelolaan Persampahan di Kota Malang
Baca juga: Kabar Bahagia Bagi Pelaku “Dunia Persampahan” Pasuruan, M. Zaini Usulkan Hal Ini
Mengenali Penyakit Akibat Timbulan Sampah

Materi kedua disampaikan oleh Novi Dian Arfiani, S.KM., M.KL., dengan topik penyakit akibat timbulan sampah. Materi ini menekankan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan permasalahan lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.
Timbulan sampah yang menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kenyamanan, dan mendukung keberadaan vektor penyakit, seperti lalat dan tikus. Selain itu, wadah atau sampah yang menampung air dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk apabila kondisi lingkungan mendukung.
Sejumlah gangguan kesehatan berkaitan dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Diare, misalnya, dapat terjadi akibat konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi patogen. Sementara itu, demam berdarah dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Paparan lingkungan yang tercemar juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, bergantung pada jenis pencemar dan jalur paparannya.
Untuk mencegah risiko tersebut, masyarakat perlu menerapkan pengelolaan sampah yang benar, menjaga kebersihan tempat pengolahan, menggunakan tempat sampah sesuai jenisnya, serta mencegah terbentuknya genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun setelah menangani sampah, juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Melalui materi ini, peserta diharapkan memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah untuk Lingkungan Sehat
Pelaksanaan edukasi pengolahan sampah organik dan penyakit akibat timbulan sampah merupakan dua pendekatan yang saling melengkapi. Pengolahan sampah yang tepat membantu mengurangi timbulan sampah, sedangkan pemahaman mengenai risiko kesehatan memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran lingkungan.
Keterlibatan Pemerintah Kelurahan Jatirejo sebagai mitra sasaran dan DLH Kabupaten Nganjuk sebagai mitra pelaksana menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah, serta mendorong penerapan praktik yang sesuai dengan kebutuhan TPS3R Jatirejo.
Kehadiran Sumadi, S.T., M.KL., selaku Sekretaris DLH Kabupaten Nganjuk sekaligus alumni Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan, juga mencerminkan keterlibatan alumni dalam mendukung sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Hubungan tersebut menjadi salah satu potensi untuk memperkuat penerapan ilmu kesehatan lingkungan dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat.
Melalui Pengmas Skema Kemitraan Masyarakat ini, FKM UNAIR berupaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat melalui edukasi dan penerapan teknologi tepat guna. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat peran TPS3R Jatirejo dalam mengelola sampah secara lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan lingkungan. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan dapat berkontribusi terhadap terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk.
Penulis : Prof. Dr. Lilis Sulistyorini, Ir., M.Kes., dan Novi Dian Arfiani, S.KM., M.KL.,


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.