MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang terus memperkuat penanaman nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi wawasan kebangsaan yang menyasar sekitar 1700 siswa kelas X dan XI SMK Negeri 4 Kota Malang, berlangsung Senin (12/10/2026) dan Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Satreskrim Polresta Malang Kota ini tidak hanya menanamkan semangat cinta tanah air, tetapi juga membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta pencegahan kekerasan dan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan (Iwasbang) Bakesbangpol Kota Malang, Sukristyono Apriyodarmo, S.Sos., M.AP., menegaskan bahwa pembentukan karakter kebangsaan perlu dilakukan sejak dini melalui pendidikan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pelajar sekolah menengah kejuruan merupakan generasi penerus bangsa yang akan mengambil peran penting dalam pembangunan Indonesia, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Anak-anak ini harus disiapkan betul agar rasa cinta tanah airnya kuat dan memiliki semangat bela negara. Negara kita sangat beragam, sehingga mereka perlu dibekali jiwa nasionalisme, nilai-nilai Pancasila, sikap toleransi, dan kemampuan saling menghargai,” ungkap Sukristyono.
Ia menjelaskan, wawasan kebangsaan tidak cukup dipahami sebatas pengetahuan mengenai Pancasila dan simbol-simbol negara. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam perilaku nyata, seperti menghormati sesama, menjaga persatuan, menghindari diskriminasi, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial.
Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial, penguatan karakter kebangsaan juga menjadi penting agar generasi muda mampu menyikapi perbedaan secara dewasa dan tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Kesbangpol Konsisten Menanamkan Nilai Kebangsaan
Sosialisasi di SMKN 4 Kota Malang menjadi bagian dari upaya Bakesbangpol dalam memperluas pendidikan wawasan kebangsaan di lingkungan sekolah.
Sukristyono menyampaikan bahwa kegiatan serupa dilaksanakan secara rutin di berbagai lembaga pendidikan. Program tersebut direncanakan berlanjut ke sekolah-sekolah lain pada awal November mendatang.
Melalui pendekatan langsung kepada pelajar, Kesbangpol berharap pemahaman mengenai nasionalisme tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kesadaran untuk menjaga kerukunan, menghargai keberagaman, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Penguatan wawasan kebangsaan juga diharapkan menjadi fondasi bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat, termasuk ketika memasuki dunia kerja yang menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang berbeda.
Polresta Malang Kota Edukasi Bahaya Perundungan
Selain materi kebangsaan, kegiatan tersebut menghadirkan KBO Satreskrim Polresta Malang Kota, Putra Wicaksono, yang memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sosial, hingga kekerasan siber atau cyberbullying melalui media sosial.
Putra menjelaskan bahwa perundungan tidak selalu berbentuk pemukulan atau tindakan fisik. Ucapan yang merendahkan, penghinaan, pengucilan dalam pergaulan, serta penyebaran konten yang mempermalukan orang lain di ruang digital juga merupakan perilaku yang perlu diwaspadai.
“Jadi kita memberikan materi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak, kekerasan fisik, kekerasan verbal yang disebut bullying, kekerasan sosial, maupun kekerasan siber atau kekerasan di media sosial,” jelas Putra.
Ia berharap para siswa mampu mengenali berbagai bentuk kekerasan, tidak menjadi pelaku perundungan, serta berani mencari pertolongan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.
Putra juga mengingatkan pelajar agar memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita.
“Fokuslah dalam menggapai cita-cita. Semua pasti mempunyai cita-cita. Berusaha dan berdoa tidak akan mengkhianati hasilnya,” pesannya.
Menurut Putra, edukasi dan pencegahan tetap perlu diperkuat meskipun berdasarkan pengamatannya tren perundungan di Kota Malang pada tahun ini tidak menunjukkan peningkatan dan kasus kekerasan terhadap anak disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekolah Dorong Pembentukan Karakter Berkelanjutan
Kepala SMKN 4 Kota Malang, Dr. Drs. H. Gunawan Dwiyono, S.ST., M.Pd., mengapresiasi kolaborasi Bakesbangpol dan kepolisian dalam memberikan pendidikan karakter kepada para siswa.
Ia menilai, keterlibatan narasumber dari instansi terkait memberikan tambahan wawasan bagi peserta didik, terutama dalam memahami persoalan sosial dan konsekuensi dari perilaku kekerasan.
Menurut Gunawan, penguatan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan karena setiap tahun sekolah menerima peserta didik baru. Karena itu, pendidikan kebangsaan dan pencegahan perundungan perlu terus diperkuat melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan edukasi bersama pihak eksternal.
Sekolah juga menekankan pentingnya metode pembelajaran interaktif, seperti diskusi kelompok, studi kasus, dan presentasi, agar siswa terbiasa menyampaikan pendapat sekaligus menghargai pandangan orang lain.
Selain itu, SMKN 4 Kota Malang menyatakan kesiapan untuk membuka layanan pengaduan atau hotline service bagi siswa yang mengalami atau mengetahui adanya kekerasan, dengan tetap memperhatikan kerahasiaan pelapor.
Melalui sinergi antara Kesbangpol, kepolisian, dan sekolah, penguatan nasionalisme diharapkan berjalan seiring dengan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
Generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kecakapan akademik dan keterampilan sesuai bidang kejuruan, tetapi juga karakter yang kuat, rasa cinta tanah air, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga persatuan dalam keberagaman.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ans




Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.