MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendampingi warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menginisiasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pendampingan tersebut melibatkan praktisi Bank Sampah Malang (BSM) untuk memperkenalkan tata kelola sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
Kegiatan bertajuk Pendampingan Edukasi Pengelolaan dan Inisiasi Bank Sampah sebagai Socio-Economic Hub itu berlangsung di Balai Desa Sumbersuko, Minggu (18/10/2026). Program ini merupakan kolaborasi tiga fakultas bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang.
Tim pendamping diketuai Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo, M.Si., dengan anggota Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd., Dr. H. Muhammad In’am Esha, M.Ag., dan Siti Fatimatuz Zahro. Kolaborasi lintas disiplin tersebut diarahkan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan pengelolaan sampah yang partisipatif.
Baca juga: LP2M UIN Malang Inisiasi Bank Sampah di Sumbersuko, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
Baca juga: Kelola Sampah Sekolah hingga Pantau Karbon Desa, Peneliti UMM Wujudkan Solusi Ekologis di Malang
Dalam kegiatan ini, tim menghadirkan Diah Mesti, S.Psi., dari Bank Sampah Malang sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi tentang edukasi pengelolaan dan inisiasi bank sampah, termasuk pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah serta mengelolanya secara terorganisasi dengan melibatkan warga.
Melalui pengenalan praktik pengelolaan bank sampah, masyarakat diajak memahami bahwa sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali. Jika dikelola secara terencana, kegiatan memilah dan mengumpulkan sampah berpotensi menghadirkan nilai tambah sekaligus membangun kepedulian kolektif terhadap lingkungan.
Konsep socio-economic hub yang diusung dalam program ini menempatkan bank sampah sebagai ruang pemberdayaan masyarakat. Artinya, inisiatif tersebut tidak berhenti pada aktivitas pengumpulan sampah, tetapi juga diarahkan untuk menghubungkan edukasi lingkungan, partisipasi sosial, dan peluang ekonomi lokal.
Setelah pemaparan materi, warga mengikuti sesi tanya jawab untuk menyampaikan pengalaman, pertanyaan, dan kebutuhan terkait persoalan sampah di lingkungan mereka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rembuk rencana tindak lanjut guna membahas langkah yang perlu dipersiapkan dalam mengembangkan inisiatif bank sampah di tingkat desa.
Forum tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan gagasan tim pendamping dengan kondisi dan kesiapan masyarakat. Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan meliputi penguatan partisipasi warga serta identifikasi kebutuhan pendukung agar pengelolaan sampah dapat dijalankan secara konsisten.
Kepala Desa Sumbersuko, Subhan, bersama masyarakat turut menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan inisiatif tersebut. Dukungan pemerintah desa dan keterlibatan aktif warga diperlukan agar gagasan yang telah diperkenalkan melalui kegiatan pendampingan dapat ditindaklanjuti menjadi gerakan bersama.
Keterlibatan tiga fakultas dan LP2M menunjukkan pendekatan lintas disiplin UIN Malang dalam merespons persoalan masyarakat. Pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, perubahan perilaku, tata kelola, dan pemberdayaan ekonomi.
Salah satu dosen FTIK UIN Malang yang terlibat dalam tim pendamping adalah Dr. Muhammad In’am Esha, M.Ag. Keterlibatannya menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas penerapan keilmuan di luar ruang perkuliahan.
Melalui edukasi praktisi, dialog warga, dan rembuk tindak lanjut, inisiasi bank sampah di Sumbersuko diharapkan berkembang menjadi gerakan pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengubah persoalan sampah menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan bersama.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.