MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Puluhan siswa menjajal pengalaman menjadi petani sekaligus pembuat produk pangan lokal dalam peluncuran wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism) di Desa Wisata Sidorejo Indah (Dewi Sri), Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Sabtu (31/10/2026). Program yang dikembangkan melalui pengabdian kepada masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini mengintegrasikan edukasi pertanian, kuliner, dan pemberdayaan masyarakat sebagai daya tarik wisata desa.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak sekadar diajak menikmati suasana pedesaan, tetapi juga terlibat langsung dalam lima aktivitas edukatif, yakni membuat media tanam, menanam bibit sawi dan cabai, meracik minuman herbal sinom, membuat takoyaki, serta mengolah telur asin.
Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada proses bercocok tanam dan pengolahan pangan. Mereka juga memperoleh pengalaman mengenal bahan baku, tahapan produksi, serta keterampilan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan wisata berbasis pengalaman ini menjadi alternatif pembelajaran di luar kelas. Pengunjung tidak hanya menyaksikan aktivitas masyarakat desa, tetapi ikut belajar dan mencoba secara langsung berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari kehidupan dan potensi lokal.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diketuai Ibnu Wahyurianto, dengan anggota Dian Arsitades, Urwatus Silvia Rahmah, dan Sohibul Hairi. Pelaksanaannya turut didukung mahasiswa Ananda Rahma Laila dan Azky Nur Kumala sebagai pembantu lapangan.
Ketua tim PkM, Ibnu Wahyurianto, menekankan bahwa wisata berbasis pengalaman dirancang untuk menghubungkan aktivitas wisata dengan proses pembelajaran dan keterlibatan masyarakat. Dengan konsep tersebut, pengunjung diharapkan tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan baru.
Pengembangan wisata Dewi Sri juga mendapat dukungan Kepala Desa Sidorejo, Moh. Mundhir Ali. Ia berharap destinasi tersebut dapat kembali bangkit dan berkembang menjadi wisata unggulan dengan mengandalkan potensi lokal serta keterlibatan masyarakat.
Dalam pengembangannya, program ini melibatkan kelompok masyarakat, di antaranya Dasa Wisma (Dawis) Bogenvil dan Dawis Nusa Indah. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menyiapkan aktivitas wisata sekaligus membuka peluang pemasaran produk lokal dan pengembangan kegiatan ekonomi produktif.

Ke depan, tim pengembang juga menyiapkan penataan paket wisata dan promosi digital berbantuan kecerdasan artifisial (AI-assisted digital promotion). Strategi tersebut diharapkan memperluas jangkauan promosi Dewi Sri, terutama kepada sekolah, keluarga, dan komunitas yang membutuhkan alternatif wisata edukatif.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, pengembangan Dewi Sri diarahkan menjadi destinasi yang mengintegrasikan pendidikan, pertanian, dan kuliner lokal. Lebih dari sekadar tempat rekreasi, wisata ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus sumber peluang ekonomi bagi warga Desa Sidorejo.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.