MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Aktivitas keseharian warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, mulai dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata berbasis pengalaman. Gagasan tersebut menjadi fokus monitoring Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dawis Bogenvil, Minggu (4/10/2026).
Tim PkM yang dipimpin Ibnu Wahyurianto bersama Dian Arsitades, Urwatus Silvia Rahmah, dan Sohibul Hairi berdialog langsung dengan ibu-ibu Dawis Bogenvil yang dipimpin Ketua Dawis, Aan. Pertemuan tersebut membahas potensi aktivitas warga yang dapat dikemas menjadi pengalaman wisata bagi pengunjung.
Konsep experience-based tourism yang dikembangkan tidak sekadar menempatkan wisatawan sebagai pengunjung destinasi. Wisatawan diarahkan untuk dapat berinteraksi, belajar, dan terlibat langsung dalam aktivitas masyarakat.
Baca juga: Hotel Solia Yosodipuro Luncurkan Paket Wisata “Ayo Dolan Solo”
Baca juga: Paket Wisata Edukasi di Lumbung Stroberi untuk Seluruh Kalangan Usia

Ibu-ibu Dawis Bogenvil turut mengidentifikasi berbagai aktivitas lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata. Potensi tersebut kemudian dibahas bersama tim PkM dengan mempertimbangkan keunikan pengalaman, keterlibatan masyarakat, nilai edukatif, daya tarik wisata, serta peluang ekonomi produktif.
Ketua tim PkM, Ibnu Wahyurianto, mengatakan penyusunan paket wisata perlu berangkat dari aktivitas yang benar-benar dimiliki masyarakat, bukan sekadar menciptakan atraksi baru untuk wisatawan.
“Paket wisata berbasis pengalaman tidak sekadar menjual tempat, tetapi menghadirkan aktivitas yang memungkinkan wisatawan mendapatkan pengalaman langsung bersama masyarakat. Karena itu, proses penyusunannya perlu berangkat dari potensi dan aktivitas yang memang dimiliki warga,” ujarnya.
Pendampingan kemudian diarahkan pada bagaimana aktivitas lokal tersebut dikemas menjadi produk wisata yang lebih terstruktur. Unsur yang dibahas meliputi nama paket, bentuk aktivitas, alur pengalaman wisatawan, durasi kegiatan, keterlibatan warga, hingga potensi nilai ekonomi yang dapat dihasilkan.
Pendekatan tersebut membuat masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai objek destinasi, tetapi sebagai bagian utama dari pengalaman yang ditawarkan kepada wisatawan.
Bagi Dawis Bogenvil, keterlibatan ibu-ibu dalam penyusunan paket wisata juga membuka peluang agar aktivitas yang selama ini berlangsung di lingkungan masyarakat memiliki nilai tambah ekonomi. Pada saat yang sama, pengalaman lokal yang khas dapat menjadi daya tarik yang membedakan Desa Sidorejo dari destinasi wisata yang hanya mengandalkan pemandangan atau lokasi.
Monitoring ini menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan tim PkM UIN Malang dalam mengembangkan wisata berbasis masyarakat di Desa Sidorejo. Tahapan berikutnya diarahkan pada penguatan kemasan produk sekaligus strategi agar paket wisata lebih mudah dikenalkan kepada calon wisatawan.
Pengembangan tersebut juga akan diperkuat melalui strategi promosi digital berbantuan kecerdasan artifisial (AI-assisted digital promotion). Dengan pendekatan itu, potensi lokal Desa Sidorejo diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas keseharian, tetapi dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang memiliki nilai edukatif sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dari proses tersebut, Dawis Bogenvil tengah belajar menjawab satu pertanyaan penting dalam pengembangan desa wisata: bukan hanya apa yang bisa dilihat wisatawan, tetapi apa yang bisa mereka alami bersama masyarakat.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.