Langsung ke konten
Kamis, 22 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Kisah Endang Kembangkan Usaha Daster Malangan Lewat Koperasi SBW

Perjalanan Usaha Defaa Collection Melalui Koperasi SBW MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Langkah strategis dalam dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

Endang Setyawati memperlihatkan daster bordir khas Malangan.

Endang Setyawati memperlihatkan daster bordir khas Malangan. (Foto: Istimewa)

Perjalanan Usaha Defaa Collection Melalui Koperasi SBW

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Langkah strategis dalam dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali membuahkan hasil manis bagi pelaku usaha perempuan di Malang. Endang Setyawati, pemilik usaha Defaa Collection yang berpusat di Perumahan Mangliawan Permai, Kabupaten Malang, menceritakan bagaimana keputusan pentingnya bergabung dengan Koperasi SBW Malang telah membuka jalan lebar untuk mengembangkan usaha daster bordir khas Malangan yang dirintisnya selama belasan tahun.

Perjalanan panjang bisnis Endang tidak langsung berfokus pada pakaian. Sebelum mantap menekuni produk daster bordir, ia telah berkecimpung di dunia jahit-menjahit selama kurang lebih 12 hingga 15 tahun. Pada awal merintis kariernya, ia bekerja sebagai penjahit sebelum akhirnya beralih memproduksi berbagai perlengkapan rumah tangga dan aksesori, mulai dari seprai, sarung bantal, sarung kursi, hingga beraneka ragam suvenir seperti tas, tempat tisu, dan mukena.

Baca juga: Jelang Kewajiban Sertifikasi Halal, LPH UIN Malang Serahkan Sertifikat kepada Sembilan Pelaku Usaha

Baca juga: Gelar Schoolicious Uprising Day, SMAN 1 Turen Buka Ruang Kolaborasi dan Asah Jiwa Kewirausahaan Siswa

Seiring berjalannya waktu, mata tajam Endang sebagai pelaku usaha melihat adanya potensi pasar yang jauh lebih menjanjikan pada produk daster dengan sentuhan bordir khas Malangan. “Saya rasa kok ini menjanjikan, makanya saya terus buat daster bordir Malangan ini sampai sekarang,” ujar Endang menjelaskan awal mula ketekunannya memproduksi busana tersebut.

Endang Setyawati menunjukkan produk tas buatan Defaa Collection.
Endang Setyawati menunjukkan produk tas buatan Defaa Collection. (Foto: Istimewa)
Koleksi sarung bantal dengan sulaman khas buatan tangan.
Koleksi sarung bantal dengan sulaman khas buatan tangan. (Foto: Istimewa)

Daya Tarik Khas dan Dukungan Akses Permodalan Koperasi

Keunggulan utama dari produk buatan Endang terletak pada motif bordir yang mengusung ciri khas Malangan, sehingga memiliki daya tarik tersendiri di hati para konsumen. Produk daster ini kerap dicari dan dibeli oleh para pendatang dari luar kota yang berkunjung ke Malang untuk dijadikan sebagai oleh-oleh khas. “Jadi kan selalu dibeli untuk oleh-oleh setiap pendatang yang dari luar, itu daya tariknya daster bordir Malangan. Makanya di situ pasarnya lebih, kalau dibandingkan dengan daster-daster yang lain,” ungkapnya.

Iklan

Untuk memasarkan produknya secara luas, Endang tidak hanya mengandalkan toko fisik, melainkan aktif memanfaatkan berbagai jaringan komunitas perempuan, seperti Persit Kartika Chandra Kirana, serta rutin mengikuti berbagai pameran dagang. Selain itu, peran Koperasi SBW Malang juga menjadi pilar penting bagi kelangsungan bisnisnya sejak ia mulai bergabung sebagai anggota sekitar tahun 2008 atau 2009. Melalui fasilitas pinjaman yang mulanya bersumber dari program Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan berlanjut ke program PMPU, Endang mengaku terbantu dalam hal permodalan usaha. Ia mengenang bahwa pinjaman pertamanya bermula dari nominal Rp5 juta, hingga kini ia bisa mengakses pinjaman modal hingga Rp20 juta setiap tiga bulan sekali demi memperlancar produksinya.

Motivasi bagi Perempuan Pelaku UMKM

Bagi Endang, dukungan modal dan perluasan jaringan pemasaran yang diberikan oleh pihak koperasi merupakan faktor penentu dalam menjaga eksistensi dan pertumbuhan usahanya. Berdasarkan pengalamannya tersebut, ia turut membagikan pesan penyemangat kepada para anggota koperasi maupun kaum perempuan lainnya agar tidak pernah ragu dalam memulai atau mengembangkan ide bisnis di berbagai bidang. Menurutnya, peluang usaha bagi perempuan sangatlah luas dan tidak terbatas hanya pada sektor pakaian saja.

“Karena usaha wanita itu kan banyak, nggak harus kita buat pakaian, usaha makan dari misalkan kue kering, atau masakan, keripik kekinian yang sekarang lagi bermunculan, itu kan bisa menjadi ide bisnis,” pesan Endang kepada sesama pelaku UMKM. Melalui ketekunan, dukungan permodalan dari Koperasi SBW Malang, serta keunikan produk lokal yang diusungnya, Endang membuktikan bahwa usaha rumahan pun mampu berkembang menjadi bisnis yang berdaya saing tinggi.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.