Langsung ke konten
Sabtu, 12 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Rangkul Gen Z Melek Politik, Ning Lia Sabet Gelar Senator Penggerak Demokrasi

Senator yang akrab disapa Ning Lia ini dinobatkan sebagai Senator Penggerak Demokrasi dalam perhelatan 9.9 Awarding Ketik.com bertajuk "Melesat Hebat" yang

Pancarkan pesona keibuan yang hangat, Anggota DPD RI Jawa Timur Dr. Lia Istifhama (Ning Lia) tampak berinteraksi akrab dan membagikan kebahagiaan kepada sejumlah anak di sela-sela acara, dengan senyum ramah yang selalu menjadi ciri khasnya saat merangkul masyarakat.

Pancarkan pesona keibuan yang hangat, Anggota DPD RI Jawa Timur Dr. Lia Istifhama (Ning Lia) tampak berinteraksi akrab dan membagikan kebahagiaan kepada sejumlah anak di sela-sela acara, dengan senyum ramah yang selalu menjadi ciri khasnya saat merangkul masyarakat.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kiprah berkelanjutan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, dalam membangkitkan kesadaran politik generasi muda kembali diganjar apresiasi bergengsi. Senator yang akrab disapa Ning Lia ini dinobatkan sebagai Senator Penggerak Demokrasi dalam perhelatan 9.9 Awarding Ketik.com bertajuk “Melesat Hebat” yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, Rabu (9/9/2026).

Penghargaan tersebut disematkan atas dedikasi Ning Lia yang dikenal rendah hati dalam membumikan nilai-nilai demokrasi ke tengah masyarakat, terutama langkah proaktifnya merangkul Generasi Z agar tidak terjebak dalam sikap apatis.

Bagi Ning Lia, esensi demokrasi jauh melampaui sekadar rutinitas mencoblos di bilik suara saat pemilu. Ia meyakini bahwa nafas demokrasi harus terus dihidupkan melalui partisipasi aktif warga, keterbukaan ruang aspirasi, serta keberanian publik dalam mengawasi jalannya kebijakan.

Baca juga: Muktamar NU Ke-35 Jombang: Ning Lia Istifhama Dorong Gen Z Aktif Jaga Marwah dan Khidmah

Baca juga: Tinjau Urban Farming Bangkalan, DPD RI Cantik Ning Lia Puji Keberhasilan Bupati Lukman Jadikan Pertanian Motor Penggerak Ekonomi

Seusai menerima anugerah, Ning Lia menegaskan bahwa para pemangku kebijakan memiliki tanggung jawab moral untuk menularkan energi positif kepada anak muda. “Sebagai pejabat, kita memiliki tugas penting untuk menumbuhkan semangat positif di kalangan generasi muda agar tidak apatis terhadap politik,” tegasnya lugas.

Ia mengingatkan bahwa politik bukanlah ladang yang melulu bicara soal perebutan kekuasaan atau kursi jabatan. Lebih dari itu, urat nadi kebijakan politik bersinggungan langsung dengan hajat hidup orang banyak—mulai dari kualitas pendidikan, jaminan kesehatan, perputaran ekonomi, ketersediaan lapangan kerja, hingga wajah pelayanan publik.

Iklan

Oleh karena itu, senator pencinta batik ini terus memotivasi kaum muda untuk berhenti sekadar menjadi penonton pasif. Ia menuntut Gen Z untuk berani angkat bicara dan bersikap kritis terhadap berbagai ketimpangan sosial di sekeliling mereka, tentunya dengan tetap berpegang teguh pada fakta dan orientasi solusi.

“Gen Z harus melek digital dan melek politik secara bersamaan. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” pesannya.

Daya tawar politik Ning Lia sendiri ditopang oleh mandat elektoral yang sangat masif, yakni mencapai 2.739.123 suara pada Pemilu 2024 lalu. Ia memandang dukungan hampir tiga juta warga Jawa Timur itu bukan sekadar deretan angka statistik kemenangan, melainkan amanah besar yang wajib dirawat lewat pembukaan ruang-ruang dialog interaktif serta penyaluran aspirasi akar rumput hingga ke meja penentu kebijakan.

Sementara itu, Founder sekaligus CEO Ketik.com, Kiagus Firdaus, menguraikan bahwa gelaran 9.9 Awarding merupakan panggung penghormatan khusus bagi para tokoh, mitra, maupun insan inspiratif di tingkat regional dan nasional yang dinilai memiliki integritas serta kontribusi nyata. Firdaus menjelaskan, pemilihan angka 9.9 merujuk pada hari jadi media tersebut yang jatuh pada 9 September 2022, sekaligus merepresentasikan jumlah sembilan tokoh penerima anugerah tahun ini.

Bagi Ning Lia, piala ini tak sekadar menjadi pajangan prestasi, melainkan lecutan pengingat bahwa demokrasi sejati mewajibkan wakil rakyat untuk terus hadir, mendengar, dan pasang badan memperjuangkan suara rakyat, bahkan jauh setelah hiruk-pikuk pemilu usai.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.