Langsung ke konten
Jumat, 2 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

LAKUT IPNU & IPPNU Gresik Resmi Dibuka, Kader Didorong Jadi Game Changer Multisektoral

GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM: Latihan Kader Utama (LAKUT) PC IPNU-IPPNU Gresik resmi dibuka pada Kamis (1/10/2026) di Pondok Pesantren Al-Qona’ah, Gresik Kota

Foto bersama jajaran pengurus, narasumber, dan peserta pada pembukaan Latihan Kader Utama (LAKUT) PC IPNU-IPPNU Gresik di Pondok Pesantren Al-Qona’ah, Gresik Kota Baru.

Foto bersama jajaran pengurus, narasumber, dan peserta pada pembukaan Latihan Kader Utama (LAKUT) PC IPNU-IPPNU Gresik di Pondok Pesantren Al-Qona’ah, Gresik Kota Baru. (Foto: Istimewa)

GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM: Latihan Kader Utama (LAKUT) PC IPNU-IPPNU Gresik resmi dibuka pada Kamis (1/10/2026) di Pondok Pesantren Al-Qona’ah, Gresik Kota Baru. Mengusung tema “The Next Game Changer: Teknokrasi Kepemimpinan, Wujudkan IPNU IPPNU Unggul Dalam Multi Sektoral,” kegiatan ini menjadi ruang penguatan kepemimpinan kader agar mampu mengambil peran dan menghadirkan dampak di berbagai sektor.

Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Aprilia Nur Azizah, dalam sambutannya menegaskan bahwa LAKUT sebagai jenjang pengkaderan tertinggi IPNU-IPPNU bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari tanggung jawab pengabdian yang lebih besar.
“LAKUT bukan akhir kaderisasi, tetapi awal tanggung jawab yang lebih besar. Semakin tinggi jenjang kaderisasi, semakin besar pula tanggung jawab pengabdiannya,” ujar Aprilia.

Ia menekankan, capaian kader setelah mengikuti LAKUT tidak cukup diukur dari sertifikat yang diperoleh. Proses tersebut harus melahirkan perubahan dalam cara berpikir, memimpin, mengambil keputusan, serta keberanian untuk menghadirkan karya dan manfaat.

Baca juga: Spirit & Semarak Ramadhan, PC IPNU-IPPNU Kab. Malang Gelar RAKERCAB-RAPIMCAB Hadirkan Ratusan Kader dan Alumni

Baca juga: Menuju 2 Dekade: Bedah Sejarah Pagar Nusa Donomulyo, Dari Latihan di Masjid hingga Kaderisasi Atlet

Aprilia juga mengajak kader IPNU-IPPNU untuk mampu membaca perubahan zaman. Menurutnya, kader masa kini harus memiliki kemampuan organisasi, penguasaan teknologi dan keilmuan, serta keberanian untuk masuk ke berbagai sektor tanpa kehilangan akar nilai Aswaja, tradisi pesantren, dan karakter kader NU.
“Jangan hanya menjadi kader yang hadir di organisasi. Jadilah kader yang membawa organisasi hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Gresik menyampaikan bahwa LAKUT diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kader sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pemimpin di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, hingga sektor profesional lainnya.

Iklan

Sebagai bagian dari proses kaderisasi, PC IPNU-IPPNU Gresik bersama tim kaderisasi juga menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) sebagai salah satu prasyarat peserta LAKUT. RENSTRA tersebut tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi dirancang untuk memastikan gagasan kader dapat diterjemahkan menjadi program yang terarah dan memberikan manfaat bagi masing-masing pimpinan.

Menurutnya, keberadaan RENSTRA diharapkan membuat kader tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengapa hal tersebut penting dan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan oleh kader serta organisasi.

Aprilia kemudian membawa gagasan yang lebih luas mengenai arah pengembangan IPPNU Jawa Timur. Ia mendorong agar IPPNU tidak hanya dipandang sebagai organisasi yang menaungi pelajar putri, tetapi mampu menjadi “arsitek ekosistem pelajar putri Jawa Timur.”
“Ini berarti kita tidak hanya menyiapkan kader untuk aktif di IPPNU. Kita harus membangun ekosistem yang membuat pelajar putri bisa belajar, bertumbuh, berkarya, memimpin, dan memiliki ruang untuk menentukan masa depannya,” jelasnya.

Ia berharap kader LAKUT menjadi bagian dari proses tersebut dengan menciptakan ruang, membuka akses, membangun jejaring, serta menghadirkan kesempatan bagi kader-kader setelahnya.

“Tugas kita bukan hanya mewarisi organisasi yang baik. Tugas kita adalah meninggalkan ekosistem yang lebih baik daripada yang kita terima,” pungkas Aprilia.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.