MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Gema nasyid berpadu dengan riuh dukungan suporter FTIK saat Lomba Nasyid dalam rangka Dies Natalis ke-65 sekaligus Lustrum ke-8 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung di Gedung Sport Center, Kamis (1/10/2026).
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tidak sekadar mengirimkan peserta. Fakultas ini tampil dalam dua kategori sekaligus, yakni grup dan solo, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa.
Pada kategori grup, MuLara Arlisyah Putri yang merupakan dosen FTIK tampil bersama lima mahasiswa, yakni Salsabila Aulia Rahma, Wulan Andini, Nia AnL Wulan, Elok Nur Faiqoh, dan Zuhri Akbar. Mereka membawakan dua lagu bernuansa religi, “Dengan Menyebut Nama Allah” dan “Assalamualayka” karya Maher Zain.
Kolaborasi tersebut menghadirkan perpaduan vokal dosen dan mahasiswa di atas panggung. Kekompakan menjadi salah satu warna utama penampilan mereka di hadapan sivitas akademika yang memadati arena lomba.
FTIK juga menurunkan Ahmad Shidiq Muslim, mahasiswa FTIK, pada kategori solo. Ia membawakan lagu “Q” dan tampil sebagai salah satu wakil FTIK dalam kompetisi tersebut.
Bukan hanya peserta yang membuat suasana arena bergeliat. Dari sisi penonton, dukungan keluarga besar FTIK terdengar melalui jargon “FTIK UIN Malang GAK EFTIK, NGGAK ASIK!” yang menggema di Gedung Sport Center.
Dosen, mahasiswa, dan para suporter FTIK ikut membangun atmosfer kompetisi sepanjang penampilan. Sorakan dukungan dari tribun menjadi energi tambahan bagi peserta yang sedang berada di atas panggung.
Kompetisi tersebut dinilai oleh dua praktisi nasyid, yakni Yogie Tri Wicaksono atau Igoy Azmi, Pengurus Nasyid Nusantara Jawa Timur, solois sekaligus pencipta lagu nasyid, serta H. Yuniar Risdiyanto Rizki, S.P., Pembina Nasyid Nusantara Malang Raya.
Keduanya memiliki pengalaman dalam dunia nasyid. Igoy Azmi tercatat pernah meraih Juara 2 Nasyid se-Jawa 2005 dan Juara 2 Nasyid Nusantara 2004, serta pernah menjadi additional vocal Edcoustic Nasyid pada 2013. Sementara Yuniar Risdiyanto Rizki pernah menjadi personel tim nasyid Izzatul Islam dan Suara Persaudaraan, serta mendirikan Bogor Nasheed Center (BNC) dan mengembangkan platform streaming nasyid QAULEE.COM.
Bagi FTIK, panggung tersebut menjadi ruang lain untuk mempertemukan dosen dan mahasiswa di luar aktivitas akademik. Seni, kreativitas, dan keberanian tampil menjadi bagian dari pengalaman yang dibangun melalui momentum Dies Natalis.
Dari atas panggung hingga tribun penonton, keterlibatan FTIK memperlihatkan satu hal: kompetisi tidak hanya berlangsung melalui suara para peserta, tetapi juga melalui energi kebersamaan yang dibangun seluruh pendukungnya.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.