MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) menggelar konferensi internasional bertajuk The 5th International Conference on Learning Innovation and Research in Basic Education (ICLIRBE) 2026 yang dihelat di Aula Lantai 9 Sekolah Pascasarjana UM pada Selasa (29/9/2026).
Forum bergengsi yang berlangsung selama dua hari ini membedah integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan kebudayaan serta kearifan lokal guna merancang pendidikan dasar yang adaptif dan berkelanjutan.
Dengan mengusung tema “Harmonizing Culture, Citizenship, and Local Wisdom with Technology and AI in Primary Education for a Sustainable Future”, perhelatan ini sukses mempertemukan para akademisi dunia dari Monash University Australia, Universiti Putra Malaysia, National Central University Taiwan, hingga Sungkyunkwan University Korea Selatan.
Ketua ICLIRBE 2026, Dr. Mardhatillah, S.Pd.I., M.Pd., menekankan bahwa laju revolusi teknologi tidak boleh menggerus jati diri bangsa. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan secara arif justru menjadi jembatan diplomasi budaya yang sangat efektif dari ruang kelas menuju panggung internasional.
“Teknologi dan kecerdasan buatan tidak harus merenggut identitas kita. Bila dimanfaatkan secara bijak, keduanya justru dapat membawa nilai-nilai kearifan lokal melangkah lebih jauh dari ruang kelas dan bangsa kita ke mata dunia,” tuturnya saat membuka acara.
Selaras dengan hal itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UM, Prof. Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut menegaskan krusialnya harmonisasi antara kearifan lokal dengan AI dalam metode pengajaran masa kini. Ia menaruh harapan besar agar para delegasi dan peserta mampu menyerap gagasan baru sekaligus strategi publikasi riset bereputasi global dari para pembicara kunci internasional.
“Bagaimana kita memadukan kearifan lokal dan AI? Saya berharap seluruh peserta dapat belajar banyak dari para narasumber, tidak hanya terkait metodologi riset, tetapi juga bagaimana menerbitkan hasil penelitian tersebut di kancah global,” ungkap Syamsul di hadapan para peserta.
Sepanjang dua hari pelaksanaan, para peserta aktif bertukar gagasan melalui lima sesi pleno serta enam sesi paralel yang mengkaji inovasi pembelajaran berbasis nilai budaya dan kewarganegaraan. Di samping itu, ICLIRBE 2026 menjadi wujud nyata komitmen UM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui inovasi kurikulum, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan lewat penguatan kolaborasi riset lintas benua.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.