LUMAJANG | JATIMSATUNEWS.COM: Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah cabang Gucialit, Kabupaten Lumajang, menggelar acara Tasyakuran dan Silaturahmi yang penuh khidmat pada Kamis (12/09/2026). Bertempat di Dusun Sidomakmur, Desa Gucialit, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Bustan Tsamrotul Qolbissalim (BTQ).
Suasana gembira dan hangat menyelimuti acara yang dihadiri oleh sekitar 100 orang, yang terdiri dari murid, wali murid, jajaran guru, hingga sesepuh yayasan. Meski BTQ cabang Gucialit ini baru beroperasi selama kurang lebih satu tahun, antusiasme masyarakat setempat sudah terlihat sangat nyata.
Kepala BTQ Gucialit, Sunarto, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa perayaan HUT ke-17 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh cabang Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah selama bulan Rabiul Awal.
“Harapannya, melalui kegiatan ini, kedekatan antara anak didik dan wali murid dapat semakin erat. Dukungan orang tua sangat penting dalam giat belajar mengaji, di samping pengenalan jati diri murid terhadap nilai keimanan dan kemanusiaan,” ungkap Sunarto.
Ia juga menekankan bahwa BTQ merupakan taman yang baik untuk keselamatan anak-anak, di mana mereka tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga dididik agar berakhlak mulia tanpa perlu menggunakan pendekatan yang keras. Kemeriahan acara memuncak saat Sunarto mengajak seluruh hadirin bernyanyi bersama mengenang sosok panutan Nabi Muhammad SAW.
Senada dengan hal tersebut, Wali Talkin Abdul Rojak turut menyampaikan pesan kebaikan. Ia merasa sangat bersyukur dapat memperingati Maulid Nabi bersama puluhan anak didik dan berharap jumlah 46 murid yang ada saat ini dapat terus bertambah di tahun ajaran berikutnya.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan agama dan pembentukan jati diri putra-putrinya di sini agar kelak menjadi anak yang baik,” tutur Abdul Rojak, yang kemudian memimpin doa penutup saat waktu menjelang Magrib.
Rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini diisi dengan pembacaan selawat bersama Ustadz Rofik, sambutan perwakilan yayasan oleh Sauri, hingga momen spesial bertajuk “Grebek Barokah”. Seluruh murid dan tamu undangan tampak berbaur menikmati hidangan. Hembusan angin pegunungan dan cuaca mendung sore itu justru menambah syahdunya suasana, di mana para tamu larut dalam candaan ringan sembari menyeruput seduhan kopi robusta khas Gucialit.
Di akhir acara, para ustadz dan ustadzah menegaskan bahwa kesabaran, ketelatenan, dan keikhlasan hati adalah kunci utama dalam mendidik karakter anak. Mereka berharap kegiatan positif serupa dapat terus berkembang secara lestari di tahun-tahun mendatang.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.