Langsung ke konten
Kamis, 10 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Tasyakuran dan Silaturahmi BTQ Shiddiqiyyah Gucialit, Peringati HUT ke-17 dan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tasyakuran dan Silatur LUMAJANG|JATIMSATUNEWS.COM: Suasana penuh keakraban, kebahagiaan dan nuansa religius mewarnai kegiatan Tasyakuran dan Silaturahmi yang

Semoga tahun depan kegiatan dapat lebih meriah, BTQ semakin berkembang dan terus lestari dalam memberikan pendidikan keimanan, akhlak dan nilai kemanusiaan kepada generasi penerus

Semoga tahun depan kegiatan dapat lebih meriah, BTQ semakin berkembang dan terus lestari dalam memberikan pendidikan keimanan, akhlak dan nilai kemanusiaan kepada generasi penerus (Foto: Shiddiqiyyah Lumajang)

Tasyakuran dan Silatur
LUMAJANG|JATIMSATUNEWS.COM:

Suasana penuh keakraban, kebahagiaan dan nuansa religius mewarnai kegiatan Tasyakuran dan Silaturahmi yang digelar Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah melalui Bustan Tsamrotul Qolbissalim (BTQ) Cabang Lumajang, tepatnya di Dusun Sidomakmur, Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati hari ulang tahun BTQ yang ke-17 tahun, yang berada dalam momentum bulan Rabiul Awal.

Baca juga: Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Paguyuban Kepala Desa Se-Kecamatan Gucialit Gelar Silaturahmi Rutin di Desa Sombo

Baca juga: Semarak Jambore Ranting Gucialit VII Lumajang: Tari Remo dan Gamelan Siswa Pukau Pengunjung di Wisata KJK

Kegiatan diikuti sekitar 100 orang yang terdiri dari murid didik, wali murid, para guru, ustadz dan ustadzah serta sesepuh Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat bersama dalam memberikan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter kepada anak-anak.

Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah yang berada di Desa Gucialit merupakan bagian dari Organisasi Shiddiqiyyah yang berpusat di Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur.

Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah didirikan oleh Kyai Muchammad Mukhtar Mu'thi sejak tahun 1959. Dalam perjalanannya, Shiddiqiyyah terus berkembang dan keberadaannya telah dikenal hingga berbagai daerah, bahkan berkembang di sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kanada dan sejumlah negara lainnya.

Secara nasional, Thoriqoh Shiddiqiyyah juga telah dikenal luas oleh masyarakat. Selain kegiatan keimanan, semangat yang dibangun juga menyentuh aspek kemanusiaan melalui berbagai kegiatan sosial.

Semangat keimanan dan kemanusiaan tersebut diwujudkan melalui sejumlah agenda sosial yang telah menjadi kegiatan rutin, di antaranya pembangunan rumah layak huni ala Shiddiqiyyah, santunan bagi fakir miskin, kaum dhuafa dan lansia.

Berbagai kegiatan sosial tersebut juga digerakkan oleh murid-murid Shiddiqiyyah melalui wadah organisasi OPSHID atau Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah.

BTQ Gucialit Terus Tumbuh

Kegiatan tasyakuran di Dusun Sidomakmur memiliki makna tersendiri bagi keluarga besar BTQ Gucialit. Sebab, keberadaan BTQ di wilayah tersebut masih relatif baru dan baru berjalan lebih dari satu tahun dalam proses belajar mengajar.

Meski demikian, proses pendidikan dan pembelajaran terus berjalan secara aktif. Saat ini BTQ Gucialit telah memiliki sekitar 46 murid yang mengikuti kegiatan pendidikan.

Kehadiran murid, wali murid, guru serta para sesepuh yayasan dalam kegiatan tasyakuran tersebut membuat suasana semakin hangat. Kebersamaan itu menjadi gambaran adanya dukungan antara lembaga pendidikan, orang tua dan masyarakat dalam memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak.

Dalam sambutannya, Kepala BTQ Gucialit, Sunarto, menyampaikan rasa syukur atas rahmat dan karunia Allah SWT sehingga kegiatan tasyakuran dan silaturahmi dapat terlaksana.

Menurut Sunarto, meskipun Yayasan Pendidikan BTQ yang berada di Gucialit baru berjalan lebih dari satu tahun, kegiatan pengajaran dan pembelajaran telah aktif dilaksanakan.

Ia menjelaskan, kegiatan peringatan hari jadi BTQ juga dilaksanakan di berbagai cabang Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah. Pelaksanaannya tidak harus dilakukan pada hari dan tanggal yang sama, tetapi dilaksanakan dalam momentum bulan Rabiul Awal.

Menurutnya, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara anak didik dan wali murid.

Dukungan dari orang tua dinilai sangat penting agar anak-anak memiliki semangat dalam belajar mengaji. Selain mendapatkan pengetahuan agama, anak juga diharapkan semakin mengenal jati dirinya serta memiliki nilai keimanan dalam Islam dan nilai kemanusiaan terhadap sesama.

Iklan

Sunarto juga menjelaskan bahwa BTQ memiliki makna sebagai sebuah taman yang baik dan menjadi tempat untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak.

Pendidikan di BTQ, kata dia, tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana mendidik anak agar memiliki akhlak yang baik.

Proses pendidikan tersebut membutuhkan pendekatan yang penuh kesabaran dan kasih sayang, tanpa harus menggunakan cara-cara keras dalam mendidik anak.

Menjelang akhir sambutannya, Sunarto mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menyanyikan lagu Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ajakan tersebut membuat suasana kegiatan semakin meriah. Murid, wali murid dan para undangan larut dalam suasana penuh kegembiraan sembari mengenang sosok Nabi Muhammad SAW sebagai panutan umat Islam.

Wali Talkin Sampaikan Pesan Kebaikan

Sementara itu, Wali Talkin Abdul Rojak dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan singkat tentang pentingnya menjaga kebaikan dan rasa syukur.

Ia mengaku bersyukur dapat berkumpul bersama anak-anak didik dan seluruh keluarga besar BTQ Gucialit untuk bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, momentum Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Abdul Rojak juga menyampaikan harapan agar BTQ Gucialit terus berkembang. Dengan jumlah murid yang saat ini mencapai 46 orang dan usia lembaga yang baru berjalan lebih dari satu tahun, ia berharap pada tahun-tahun berikutnya jumlah murid dapat terus bertambah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para wali murid yang telah memberikan kepercayaan kepada BTQ untuk memberikan pendidikan mengaji sekaligus membantu membentuk jati diri anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik.

Karena waktu telah mendekati Maghrib, rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Wali Talkin Abdul Rojak.
Rangkaian Acara Dipenuhi Sholawat dan Kebersamaan
Kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sholawat bersama.

Selanjutnya, peserta mengikuti sambutan Kepala BTQ Gucialit yang disampaikan oleh Sunarto. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah yang diwakili oleh Sauri.

Suasana kembali dipenuhi lantunan sholawat yang dipimpin oleh Ustadz Rofik. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan kebaikan oleh Wali Talkin Abdul Rojak.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa.
Namun, kebersamaan belum berakhir.

Setelah acara utama selesai, seluruh murid mengikuti kegiatan spesial “Grebek Barokah”.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan makan dan minum bersama serta sesi santai dan ramah tamah bersama para undangan.

Suasana semakin akrab ketika para wali murid, guru, sesepuh dan peserta kegiatan bercengkerama dalam suasana santai. Candaan ringan dan tawa pun mewarnai pertemuan tersebut.

Iklan

Cuaca yang sedang mendung namun tidak turun hujan justru menambah kenyamanan suasana. Hembusan angin sepoi-sepoi dan udara dingin khas kawasan pegunungan Gucialit membuat suasana ramah tamah terasa semakin nikmat.

Secangkir kopi robusta khas Gucialit Lumajang turut melengkapi suasana. Para wali murid terlihat menikmati kopi sembari berbincang dan bercanda bersama.

Momen tersebut menjadi gambaran sederhana tentang kuatnya rasa kekeluargaan yang terbangun di antara keluarga besar BTQ Gucialit.

Guru Dituntut Sabar dan Telaten Mendidik Anak
Para ustadz dan ustadzah BTQ Gucialit juga menyampaikan kesan dan harapan atas terlaksananya kegiatan tersebut.
Mereka bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan.

Bagi para pengajar, mendidik anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketelatenan dan hati yang tulus agar proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh anak-anak.

Pendidikan yang diberikan diharapkan tidak hanya membuat murid mampu memahami ilmu agama, tetapi juga mampu membentuk karakter dan jati diri mereka.

Nilai keimanan dalam Islam diharapkan dapat menjadi bekal dalam kehidupan, sekaligus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Para pengajar berharap keberadaan BTQ Gucialit dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Mereka juga berharap kegiatan tasyakuran dan silaturahmi pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih meriah dengan jumlah peserta didik yang semakin bertambah.

Menjaga Semangat Pendidikan dan Kemanusiaan
Tasyakuran HUT ke-17 BTQ sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut pada akhirnya bukan hanya menjadi kegiatan untuk memperingati sebuah momentum.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antara murid, wali murid, guru dan keluarga besar Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah.

Semangat pendidikan, keimanan dan kemanusiaan terus diupayakan berjalan bersama.
Di tengah perkembangan zaman, pendidikan anak menjadi tanggung jawab bersama.

Lembaga pendidikan, guru dan orang tua memiliki peran masing-masing dalam membimbing generasi muda agar tidak hanya memiliki kecerdasan, tetapi juga akhlak, kepedulian dan jati diri.

Melalui kegiatan seperti ini, keluarga besar BTQ Gucialit berharap nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus dikenalkan kepada anak-anak sejak dini.

Dengan semangat kebersamaan, kesabaran dan ketulusan dalam mendidik, BTQ Gucialit diharapkan mampu terus tumbuh dan berkembang menjadi tempat pendidikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga tahun depan kegiatan dapat lebih meriah, BTQ semakin berkembang dan terus lestari dalam memberikan pendidikan keimanan, akhlak dan nilai kemanusiaan kepada generasi penerus.”(ROEB)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.