SIDOARJO | JATIMSATUNEWS.COM: Rumah Ketua PKK RT 26 Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, tampak berbeda dari biasanya. Suasana hangat dan gelak tawa berpadu dengan konsentrasi tinggi mewarnai tatanan meja yang dipenuhi gulungan kertas khusus,, lipatan geometri, dan komponen lampu. Hari itu, deretan jemari ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 26 sibuk melipat, merangkai struktur tiga dimensi yang presisi, dan mengecat karya mereka.
Bukan sekadar kerajinan tangan biasa, aksi kreatif ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diusung oleh Tim Pengmas Program Studi Desain Interior Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) UPN “Veteran” Jawa Timur.
Mengangkat tema kemandirian finansial, tim dosen dan mahasiswa menghadirkan pelatihan pembuatan Origami Lamp (lampu hias lipat) untuk mengembangkan skill dan dapat menjadi penggerak ekonomi.
Baca juga: Wartawan Jatimsatunews Dinyatakan Kompeten di UKW Jenjang Muda 2026

Melalui sentuhan keilmuan desain interior, benda dekoratif yang estetik ini diproyeksikan tak hanya mempercantik sudut hunian, tetapi juga menjadi komoditas usaha mikro berbasis komunitas yang bernilai jual tinggi.
Mengubah Lipatan Kertas Menjadi Mahakarya Interior Berdaya Saing
Origami Lamp adalah seni pencahayaan yang menggabungkan teknik melipat kertas tradisional Jepang (origami) dengan prinsip-prinsip desain interior modern, seperti permainan ambience light, bentuk geometris struktural, dan efek bayangan (shadow play).
Dalam sesi materi, Tim Pengmas UPN “Veteran” Jawa Timur menjelaskan bahwa produk interior modern saat ini sangat diminati apabila memiliki narasi keberlanjutan. Dalam konteks sirkular ekonomi, pembuatan Origami Lamp dirancang dengan meminimalkan jejak karbon dan limbah produksi.
“Prinsip sirkular ekonomi menitikberatkan pada perancangan produk yang tahan lama, dapat didaur ulang, hemat bahan baku, serta menggunakan material ramah lingkungan (eco-friendly),” terang Ketua Tim Pengmas Prodi Desain Interior UPN “Veteran” Jawa Timur di hadapan para peserta.
Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan menggunakan kertas daur ulang berkualitas tinggi dengan kerapatan gramatur (gsm) tertentu yang fleksibel namun kokoh, dilapisi bahan pelindung organik anti-lembab, serta dipadukan dengan dudukan lampu kayu limbah (upcycled wood) dan sistem kelistrikan hemat energi (low-wattage LED).

Dengan pendekatan ini, produk yang dihasilkan tidak bersifat sekali pakai (single-use), melainkan memiliki masa pakai panjang dan komponen yang dapat diperbaiki atau didaur ulang kembali (modular design).
Antusiasme Luar Biasa: Saat Ibu-Ibu PKK Menaklukkan Tantangan Geometri
Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh warga, khususnya ibu-ibu PKK RT 26 Desa Pabean.
Sebanyak puluhan peserta memadati lokasi acara dengan semangat belajar yang tinggi.
Meski pada awalnya sebagian peserta merasa ragu dan canggung menghadapi pola lipatan geometri yang rumit, pendampingan intensif dari tim dosen dan mahasiswa Desain Interior UPN “Veteran” Jawa Timur mampu mencairkan suasana. Tawa dan sorak gembira pecah setiap kali sebuah rumah lampu berhasil berdiri kokoh dan siap dipasangi pendar cahaya.
Kehangatan interaksi semakin terasa saat sesi pengujian lampu (lighting test). Ketika lampu di dalam Origami Lamp dinyalakan dan ruang balai warga diredupkan sejenak, pendar cahaya berpola geometris memancar indah melingkupi ruangan. Sorak tepuk tangan peserta membuncah, menandai keberhasilan mereka melahirkan produk hiasan interior karya tangan sendiri.
Melalui sentuhan inovasi, kolaborasi, dan semangat sirkular ekonomi, selembar kertas yang semula biasa kini berubah menjadi pendar cahaya bernilai ekonomis. Pelatihan Origami Lamp oleh Tim Desain Interior UPN “Veteran” Jawa Timur telah menyalakan harapan baru bagi ibu-ibu PKK RT 26 Desa Pabean Sidoarjo—sebuah langkah kecil dari sudut desa yang memancarkan dampak besar bagi keberdayaan dan kemandirian ekonomi.
Oleh: Astrini Hadina


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.