Langsung ke konten
Senin, 14 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Perkuat Sinergi Pelayanan, Pemkab Madiun dan BPJS Kesehatan Gelar Forum Kemitraan 2026

Pemkab Madiun dan BPJS Kesehatan menggelar Forum Kemitraan 2026 di Ruang Gambar Pendopo Graha (14/9).

Pemkab Madiun dan BPJS Kesehatan Gelar Forum Kemitraan 2026 di Ruang Gambar Pendopo Muda Graha (14/9)./dok.DNY-Kominfo

Pemkab Madiun dan BPJS Kesehatan Gelar Forum Kemitraan 2026 di Ruang Gambar Pendopo Muda Graha (14/9)./dok.DNY-Kominfo

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: BPJS Kesehatan dan Pemkab Madiun menggelar Forum Kemitraan dan Komunikasi Kabupaten Madiun Tahun 2026, Senin (14/9).

Agenda ini sebagai bentuk komitmen memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Gambar Pendopo Muda Graha, Madiun ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.

Baca juga: Satgas Pangan Polres Madiun Cek Harga Beras di Pasar Pagotan, Pastikan Harga Sesuai HET

Keberhasilan JKN Perlu Kolaborasi Kuat

Mewakili Bupati Madiun, Wakil Bupati Purnomo Hadi menegaskan keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memerlukan kolaborasi yang kuat.

Kolaborasi ini harus melibatkan pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Menurutnya, forum ini memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi dan evaluasi bersama guna memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan.

Iklan

“Melalui forum ini kita dapat memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Madiun khususnya,” ujar Wabup Purnomo.

BPJS Kesehatan Paparkan Perkembangan Program JKN

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, WD Puspitasari memaparkan perkembangan pelaksanaan Program JKN di Kabupaten Madiun.

Pemaparan ini meliputi capaian kepesertaan, kualitas layanan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional.

Dirinya berharap adanya dukungan dari Pemkab Madiun dalam keberlanjutan perlindungan terkait jaminan sosial, penguatan layanan kesehatan primer, serta implementasi transformasi digital di fasilitas kesehatan.

“Karena untuk implementasi antrean online Mobile JKN di fasilitas kesehatan ini juga memudahkan. Kalau kita memanfaatkan antrean online Mobile JKN, waktu tunggunya sekitar 30 menit, tapi kalau kita tidak menggunakan antrean online waktu tunggunya bisa sekitar 5 jam Pak Wabup,” ungkap Puspitasari.

“Jadi, saya mohon dukungan dan arahan dari Pak Wabup terkait program JKN ini, untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih baik,” imbuhnya.

Baca juga: Semarakkan CFD, RSUD Kota Madiun Gelar Pengecekan Kesehatan Gratis

Forum kemudian berlanjut dengan sesi diskusi. Para peserta dapat menyampaikan berbagai masukan dan usulan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan dan memperkuat implementasi program JKN di Kabupaten Madiun.

Melalui forum kemitraan ini, Pemerintah Kabupaten Madiun dan BPJS Kesehatan berharap terbangun sinergi yang semakin kuat.

Dengan demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.

Peningkatan layanan kesehatan juga sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Madiun Bersahaja; Bersih, Sehat dan Sejahtera, serta terlindungi dalam program jaminan kesehatan nasional.(DNY/Kominfo)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.