MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda terus digencarkan. Kali ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya menggelar “Kuliah Perdana Malang Mbois” bagi lebih dari 2.000 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin (14/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara semarak di Sport Center UIN Malang ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Anggota Komisi XI DPR RI, Hasanuddin Wahid, yang hadir membuka acara secara langsung menegaskan bahwa mahasiswa masa kini tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus pandai mengelola finansial pribadi.
“Kuliah saja tidak cukup, mahasiswa harus punya kemampuan untuk mengambil keputusan secara baik salah satunya terkait keputusan keuangan. Itulah semangat yang melatarbelakangi terselenggaranya kegiatan ini,” tegas Hasanuddin di hadapan ribuan mahasiswa yang hadir baik secara luring maupun daring.
Baca juga: Kembar Identik Sukses Raih Gelar Doktor Bersama di Universitas Negeri Malang
Baca juga: UMiCamp 2026 Universitas Negeri Malang: Satukan 66 Peserta dari 29 Negara Lewat Persahabatan Budaya
Menanggapi inisiatif tersebut, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, menyambut baik sinergi solid antarlembaga ini. Ia menilai pemahaman perihal dunia keuangan sejak dini adalah bekal krusial bagi para mahasiswanya agar kelak mampu mengambil keputusan yang bijak.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut, karena mahasiswa memang sangat membutuhkan bekal semacam ini sejak dini,” tutur Ilfi penuh apresiasi.
Inti acara diisi dengan talk show interaktif yang menghadirkan langsung tiga pimpinan lembaga, yakni Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Kepala Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi, dan Kepala Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat. Ketiganya secara bergantian memaparkan peran krusial lembaga masing-masing, mulai dari stabilitas sistem keuangan, kebijakan moneter, sistem pembayaran, hingga keamanan penjaminan simpanan nasabah.
Secara khusus, Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, memberikan peringatan keras kepada para mahasiswa baru agar tidak mudah tergiur tawaran produk keuangan abal-abal yang kini marak beredar. Ia meminta generasi muda lebih kritis dalam menerima tawaran finansial, terlebih yang menjanjikan keuntungan instan.
“Tak hanya itu, mahasiswa harus jeli dan waspada terhadap tawaran investasi maupun pinjaman yang tidak masuk akal. Selalu cek legalitasnya melalui OJK agar tidak menjadi korban keuangan ilegal yang dapat merugikan masa depan,” pesannya mewanti-wanti.
Sebagai bentuk aksi nyata perluasan inklusi, acara ini turut menggandeng perusahaan sekuritas dengan menghadirkan booth edukasi. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada sektor pasar modal, namun juga didorong untuk langsung mempraktikkan inklusi keuangan melalui pembukaan Rekening Dana Nasabah. Ke depan, OJK Malang berkomitmen akan terus menggandeng pemerintah daerah, kampus, serta stakeholder terkait guna mencetak generasi muda yang cerdas finansial.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.