Langsung ke konten
Senin, 14 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Selesaikan Skripsi AI di Tengah Duka, Yuniar Faizati Jadi Lulusan Terbaik FTI ITN Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mengukir prestasi gemilang di tengah duka mendalam mewarnai perjalanan Yuniar Faizati. Mahasiswi asal Singaraja, Bali ini sukses

Yuniar Faizati, mahasiswi berprestasi lulusan terbaik FTI ITN Malang, berpose dengan jaket almamater kebanggaannya.

Yuniar Faizati, mahasiswi berprestasi lulusan terbaik FTI ITN Malang, berpose dengan jaket almamater kebanggaannya. (Foto: Humas ITN)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mengukir prestasi gemilang di tengah duka mendalam mewarnai perjalanan Yuniar Faizati. Mahasiswi asal Singaraja, Bali ini sukses dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Teknologi Industri (FTI) sekaligus Program Studi Teknik Industri S-1 pada Wisuda ke-76 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3.93.

Perjuangannya meraih gelar sarjana tak lepas dari ujian berat. Sebulan sebelum menghadapi seminar hasil skripsi, Yuniar harus kehilangan sang ayah, Jarkoni, yang wafat akibat penyakit jantung pada 1 Juni 2026. Sang ayah, yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual martabak dan terang bulan, memiliki mimpi besar melihat putri bungsunya mengenyam pendidikan tinggi.

Yuniar mengungkapkan bahwa perasaannya campur aduk antara bahagia, haru, dan sedih yang mendalam. “Prestasi ini sangat emosional karena sejujurnya ada masa di mana saya hampir memilih berhenti kuliah dan kerja saja. Kehilangan ayah sebulan sebelum seminar hasil jadi ujian terberat, tapi saya percaya Allah yang memberi kekuatan untuk menyelesaikan ini semua,” ungkapnya.
Ia mengenang kembali momen terakhir bersama mendiang ayahnya saat Idulfitri lalu.

Baca juga: Wartawan Jatimsatunews Dinyatakan Kompeten di UKW Jenjang Muda 2026

Baca juga: JatimSatuNews Bersiap Mengikuti Verifikasi Dewan Pers, Langkah Menuju Media Profesional dan Terpercaya

Menurut Yuniar, ayahnya sangat bangga mengetahui dirinya akan segera diwisuda karena sang ayah tidak berkesempatan menempuh pendidikan tinggi. “Waktu Idulfitri kemarin masih sempat bertemu, dan Ayah bilang bangga sekali saya mau wisuda. Saya tidak menyangka itu jadi momen terakhir kami,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca. Dukungan kuat dari sang ibu, Siti Hayati, dan para dosen Teknik Industri akhirnya menjadi penguat baginya untuk bangkit.

Iklan

Kehebatan Yuniar tak sekadar pada perolehan angka akademik, tetapi juga pada riset skripsinya yang aplikatif bagi industri manufaktur. Di bawah bimbingan Dr. Ir. Nelly Budiharti, MSIE., dan Drs. Soemanto, SPd., Msi., ia menganalisis tingginya waktu henti (downtime) Mesin Fiber Semen 8 di PT Nusantara Building Industries. Ia menggabungkan metode Reliability Centered Maintenance (RCM), Age Replacement, dan secara inovatif memanfaatkan teknologi AI Google Studio untuk memvisualisasikan alur produksi.

Meski bukan dari jurusan Teknik Mesin, ia berhasil menemukan interval perawatan pencegahan di angka 2.000 menit yang mampu menekan peluang downtime menjadi 13 persen. “Tantangannya harus paham karakter lima mesin produksi satu per satu. Angka ini tergolong rendah dan efektif menekan kerusakan,” terang mahasiswi yang akan resmi diwisuda pada 19 September 2026 mendatang ini.

Selama masa kuliah, rekam jejak Yuniar juga diwarnai dengan berbagai kegiatan positif seperti mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Manado, aktif memimpin di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), hingga magang. Saat ditanya soal manajemen waktu, Yuniar mengaku selalu disiplin memulai hari usai Subuh dan menggunakan aplikasi Notion untuk menyusun prioritas tugas agar semua terselesaikan maksimal.

Kini, Yuniar bersiap memasuki dunia kerja di bidang analis pemasaran dan rantai pasok. Ia menitipkan pesan kepada adik-adik tingkatnya untuk selalu fokus pada proses tanpa membandingkan diri. “Sembunyikan prosesmu, fokus sama diri sendiri, dan terapkan ilmu padi. Percayalah pada prosesmu sendiri, karena setiap orang punya waktunya masing-masing untuk berhasil,” pungkasnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.