MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 80 delegasi yang tergabung dalam perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Kota Malang resmi diberangkatkan menuju Kota Madiun dengan menggunakan dua armada bus, pada Jumat (25/9/2026).
Rombongan jemaah dan pengurus tersebut dilepas langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Malang, Dr. H. Ahmad Subhan, guna menghadiri perhelatan akbar Kick-Off Bimbingan Manasik Haji Nasional untuk persiapan keberangkatan musim haji Tahun 2027.
Keberangkatan terpadu ini menjadi bukti solidnya sinergi Forum Komunikasi (FK) KBIHU Kota Malang yang menaungi 13 lembaga bimbingan aktif, di mana setiap KBIHU mendelegasikan enam orang perwakilan terbaiknya, termasuk rombongan dari KBIHU Universitas Brawijaya (UB).
Baca juga: Perluas Jejaring Sertifikasi Pembimbing Haji, DPW FK KBIHU Jatim Resmi Gandeng UIN Malang
Ketua KBIHU UB, Ustadz HM Subki Hasby, menyambut positif kekompakan lintas lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan elemen bimbingan ibadah kampus bersama jajaran KBIHU se-Kota Malang menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk menyelaraskan pola pembinaan serta kurikulum manasik agar selalu patuh pada regulasi pemerintah yang terbaru.
Saat memberikan arahan pelepasan di dalam masjid, Kepala Kemenhaj Kota Malang, Dr. H. Ahmad Subhan, mengapresiasi loyalitas dan dedikasi seluruh pengurus KBIHU yang senantiasa mendampingi calon tamu Allah sejak tahapan awal persiapan.
“Kegiatan di Madiun ini merupakan titik awal (kick-off) pelaksanaan bimbingan manasik haji secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia. Setelah agenda ini, insyaallah sebelum memasuki bulan Ramadan, jemaah akan menjalani bimbingan manasik intensif sebanyak delapan kali, rinciannya dua kali di tingkat kota dan enam kali di tingkat kecamatan,” terang Subhan kepada seluruh calon jemaah.
Tak hanya menitikberatkan pada kesiapan ritual ibadah, Subhan juga menyinggung adanya pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut memeriahkan agenda di Madiun. Ia berharap potensi finansial perhajian yang sangat besar dapat berputar optimal di dalam negeri guna menggerakkan perekonomian rakyat.
“Perputaran dana jemaah haji sangat besar. Kita dorong agar bekal dan kebutuhan jemaah sebisa mungkin dibelanjakan untuk produk-produk UMKM lokal di tanah air, sehingga memberi dampak positif nyata bagi perputaran ekonomi masyarakat kita sendiri,” tandasnya penuh harap.
Menutup arahannya, Subhan menitipkan pesan kepada seluruh peserta di kedua bus agar disiplin mengikuti tata tertib panitia pusat, senantiasa menjaga kebersamaan antarlembaga, serta memanfaatkan momentum di Madiun sebagai ajang silaturahmi akbar jemaah haji se-Jawa Timur.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.