Langsung ke konten
Rabu, 9 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Belajar Toleransi di Desa Wirotaman, Mahasiswa UM Buktikan Kerukunan Beragama Bukan Sekadar Teori

Berangkat dari hal tersebut, UPT Laboratorium Pendidikan Agama Universitas Negeri Malang (LPA UM) menggelar Kegiatan Pemantapan Wawasan dan Perilaku Moderasi

Sivitas akademika Universitas Negeri Malang (UM) bersama aparatur pemerintah desa dan para pemuka lintas agama (Islam, Buddha, Kristen, Hindu, dan tokoh lokal) mengabadikan momen kebersamaan di sela Kegiatan Pemantapan Wawasan dan Perilaku Moderasi Beragama di Desa Wirotaman, Kabupaten Malang.

Sivitas akademika Universitas Negeri Malang (UM) bersama aparatur pemerintah desa dan para pemuka lintas agama (Islam, Buddha, Kristen, Hindu, dan tokoh lokal) mengabadikan momen kebersamaan di sela Kegiatan Pemantapan Wawasan dan Perilaku Moderasi Beragama di Desa Wirotaman, Kabupaten Malang.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Teori tentang toleransi beragama dirasa tidak cukup tanpa melihat langsung bagaimana praktiknya hidup dan mengakar di tengah masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, UPT Laboratorium Pendidikan Agama Universitas Negeri Malang (LPA UM) menggelar Kegiatan Pemantapan Wawasan dan Perilaku Moderasi Beragama Mahasiswa di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Selasa (8/9).

Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran pengetahuan antara dunia akademik dan masyarakat lokal, dengan menghadirkan para pemuka agama desa, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Ketua LPA UM, Dr. Achmad Sultoni, S.Ag., M.Pd.I., menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan peluang emas bagi sivitas akademika untuk menimba ilmu langsung dari akar rumput mengenai praktik kerukunan sosial.

“Bagi kami dari dunia akademis, secara teori ‘kerukunan’ itu mudah, tetapi kami yakin praktiknya tidak semudah teori,” tegas Dr. Sultoni di hadapan para peserta. Ia juga mengapresiasi bagaimana masyarakat Wirotaman mampu mengelola keberagaman agama hingga berhasil menciptakan tatanan kehidupan yang damai, sejahtera, dan rukun.

Baca juga: Sedekah Bumi Meriahkan HUT Desa Wirotaman ke-70

Baca juga: Sedekah Bumi Meriahkan HUT Desa Wirotaman ke-70

Pemerintah Desa Wirotaman pun memberikan respons positif atas inisiatif kolaborasi lapangan tersebut. Mewakili Kepala Desa, Sekretaris Desa Wirotaman, Slamet, secara resmi menyambut rombongan kampus dengan menekankan pentingnya kehadiran para pendamping dari berbagai representasi agama.

Slamet merinci bahwa kehadiran tokoh-tokoh dari unsur Islam, Buddha, Kristen, Hindu, beserta tokoh agama setempat merupakan wujud nyata dan cerminan harmoni masyarakat Desa Wirotaman. Lewat sambutan tersebut, ia berharap mahasiswa UM dapat memandang keberagaman bukan lagi sebatas konsep teoretis di kelas, melainkan sebagai realitas sosial yang telah tumbuh subur dan perlu terus dirawat di tengah masyarakat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.