Langsung ke konten
Kamis, 13 Agustus 2026
Headline Ketua Perbasi Sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Persiapkan Atlet Hadapi Popda 2026, Target Juara
Nasional

Peran ALISA KHADIJAH ICMI Jatim dalam RAKERNAS ALISA ICMI Bandung

Mantan Bupati Bandung, Bapak Sahrul Gunawan berfoto bersama para peserta dalam acara Rakernas III Alisa Khadijah ICMI di Bandung.

BANDUNG | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam Rakernas Alisa Khadijah ICMI ke3 di Bandung, yang diselenggarakan pada tanggal 28-30 Juli 2026, mengusung tema “Kedaulatan Pangan, Energi, dan Industri Halal Menuju Indonesia Emas”. Dihadiri 16 perwakilan wilayah di Indonesia itu, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Pusat, Prof Arif Satria mengatakan negara berskala ekonomi besar seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea Selatan, hingga Tiongkok membuktikan bahwa inovasi berbasis teknologi adalah fondasi utama daya saing bangsa. Belajar dari situasi global ini menurutnya Asosiasi Muslimah Pengusaha Alisa Khadijah dituntut untuk mampu bersaing dan lebih proaktif memberikan pengaruh sosial yang kuat di masyarakat.

Beliau menekankan kekuatan ekonomi global dipengaruhi secara signifikan oleh penguasaan teknologi dan keunggulan riset (Research and Development/ R&D). Hal tersebut disampaikan Arif dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Muslimah Pengusaha Alisa Khadijah ICMI di Trans Studio di Bandung, Jawa Barat. “Dinamika industri global memberikan pelajaran berharga bagi kita. di sektor industri otomotif, dominasi Amerika Serikat dan Jepang mulai diimbangi oleh pergerakan agresif Korea Selatan dan berkembangnya Tiongkok. Pergeseran ini terjadi karena kekuatan inovasi dan R&D yang dibangun secara berkelanjutan,” ujar Prof. Arif Satria. Tantangan utama saat ini adalah mentransformasikan antusiasme dan aktivitas sosial kelompok ibu-ibu menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai tambah ekonomi melalui kewirausahaan perempuan. Untuk mendukung hal tersebut, Arif mendorong penguatan struktur dan inisiatif pendukung seperti CBM (Community-Based Management / wadah penyiapan wirausaha), Rabu (29/07/2026)

Inisiatif ini difungsikan untuk mendampingi, menginisiasi, dan mencetak pengusaha perempuan yang Tangguh khususnya muslimah mulai dari tingkatan UMKM hingga mampu berkembang menjadi calon pengusaha besar berbasis teknologi. Ketua Alisa Khadijah ICMI Ina Marlina, MM menekankan bahwa kegiatan Rapat Kerja Nasional di Bandung ini merupakan bentuk ikhtiar Muslimah pengusaha untuk melakukan penguatan di berbagai sektor.

“ Kolaborasi jaringan muslimah pengusaha ini dapat dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi lokal, Inkubasi dan Program Transformasi perlu ditingkatkan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan bisnis terstruktur untuk mengarahkan kegiatan sosial menjadi unit usaha produktif,” jelas Ina lebih lanjut.

Dia berharap agenda penguatan ekosistem inkubasi bisnis bagi pengusaha muslimah Alisa Khadijah ICMI diharapkan dapat memberikan akses teknologi terapan dan inovasi guna meningkatkan skala dan kualitas produk UMKM. Melalui Rakernas ini, Alisa Khadijah ICMI diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah kerja nyata yang menghubungkan potensi jaringan muslimah di seluruh Indonesia dengan ekosistem bisnis modern berbasis teknologi dan inovasi.

Pada kesempatan tersebut Ketua Alisa Khadijah ICMI Jawa Timur, juga melakukan presentasi kinerja 1 tahun, Bulan Juni 2025 hingga Juli 2026. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi : 1) Literasi melalui webinar, pembicara di televisi dan radio, pelatihan dan workshop kepada para UMKM ibu-ibu di Kabupaten Malang, Batu, Pasuruan, Gresik, Jombang dan wilayah jawa timur lainnya, kedua telah melakukan kegiatan pelatihan-pendampingan dan pengbadian bertema-kan peningkatan sadar halal dan UKM naik kelas, agar para UMKM di berbagai wialayah desa (Jawa Timur), mitra komunitas, Lembaga (seperti LazisMu, BI, Maybank dan lainnya) dan ormas islam binaan (seperti ICMI Malang, MUI Batu, Jatim, Muhammadiyah, NU, dan lainnya), serta berbagai kampus (UMM, UTM,UMSIDA, UIN, dll) dapat meningkatkan mutu kelola bisnisnya, mutu produknya hingga mengembangkan produk baru mengikuti trend permintaan pasar dalam dan luar negri, juga meningkatkan kompetensi di bidang halal, sebagai tenaga P3H/Pendamping Proses Produk Halal agar menambah wadah penyiapan wirausaha, dan penyelia halal yang sedang marak dibutuhkan pasar industri halal. 

Ketiga, mendukung upaya hilirisasi karya dan implementasi inovasi para UMKM maupun inovasi dari Perguruan Tinggi, guna mendukung program ketahanan pangan, energoi dan industry halal. Seperti yang dilakukan ketua Alisa Khadijah ICMI jatim, sekaligus sebagai Ketua PS. P3 Halal UMM (Prof.Dr.Ir. Elfi Anis Saati, MP) yang sedang mengembangkan produk pangan sehat/fungsional berbasis pigmen bebungaan bahan lokal, yang mengansung tinggi antioksidan, sehingga dalat diolah menjadi beragam produk fungsional, baik berupa minuman segar, minuman herbal, bahkan bisa menjadi produk obat dan kosmetik, karena mempunyai senyawa bioaktif yang cukup banyak diantaranya kandungan pigmen (antosianin, karotenoid, vitamin C, minyak atsiri, Zink dan lainnya). Tidak hanya mendukung sediaan pangan sehat sebagai upaya ketahanan pangan keluarga, juga dapat menjadi bahan inisisasi pengembangan eduwisata daerah yang kedepan menjadi branding produk unggulan daerah masing-masing dengan potensi alamnya yang sangat melimpah. Pada kegiatan tersebut tim Alisa Khadijah ICMI Jawa Timur membawa proposal kepada BRIN, dimana Prof Arif Satria merupakan Kepala BRIN sekaligus ketua ICMI RI, sebagai wujud upaya hilirisasi inovasi di bidang Pangan Pertanian yang mendukung Ekonomi kreatif dan pariwisata. Smoga terselenggaranya Rakernas Alisa tersebut dapat meningkatkan kolaborasi antar wilayah, dan bersinergi dengan banyak lembaga terkait dalam mendukung pembangunan manusia yang unggul, berdaya saing dan berbudaya (akhlak mulia), guna menyongsong Indonesia Emas.

 Oleh : Prof.Dr.Ir. Elfi Anis Saati, MP.