Langsung ke konten
Senin, 7 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

Jakarta Barat Studi Tiru Pengelolaan Sampah ke Sidoarjo, Bidik TPS 3R Percontohan

JATIMSATUNEWS.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melakukan studi tiru pengelolaan sampah di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah berkelanjutan, terutama pengurangan sampah dari sumber serta penerapan Teknologi Eco Lindi.

Rombongan dipimpin langsung Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah. Mereka diterima Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Moh. Bahrul Amig, S.Sos., M.M., bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, S.STP., M.HP.Kunjungan diawali di Kantor DLHK Kabupaten Sidoarjo.

Rombongan yang terdiri atas unsur perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta jajaran terkait kemudian meninjau langsung sejumlah lokasi pengelolaan sampah, yakni TPS 3R Pelangi di Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, dan TPA Griyo Mulyo.

Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pengelolaan sampah mulai dari tingkat TPS 3R hingga tempat pemrosesan akhir. Peninjauan ini menjadi bagian dari pembelajaran mengenai upaya pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari sumber.

Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, penguatan pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu hal penting yang ingin dipelajari dalam kunjungannya ke Sidoarjo.

Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya dapat diselesaikan melalui penanganan di tempat pemrosesan akhir. Pengurangan dan pengolahan sampah perlu diperkuat sejak dari sumber, termasuk melalui keberadaan TPS 3R.”Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Iin.

Selain TPS 3R, rombongan juga melihat pengelolaan sampah di TPA Griyo Mulyo, termasuk penerapan Teknologi Eco Lindi. Teknologi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan karena digunakan dalam pengelolaan lindi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan di kawasan TPA.

“Yang menarik di sini, ada cairan Eco-Lindi yang disemprotkan untuk menghilangkan bau,” kata Iin.Usai melihat langsung praktik pengelolaan sampah di Sidoarjo, Iin mengatakan pengalaman tersebut akan menjadi bahan pembelajaran untuk dikembangkan di Jakarta Barat.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah membangun TPS 3R percontohan di wilayah Meruya Selatan dengan mengadaptasi berbagai pembelajaran yang diperoleh selama kunjungan ke Sidoarjo.”Insyaallah kami akan menjadikan ini sebuah semangat untuk membentuk atau membangun TPS 3R percontohan yang berada di Meruya Selatan dengan kolaborasi dan aksi nyata setelah itu,” ujarnya.

Iklan

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Dr. Moh. Bahrul Amig, S.Sos., M.M., menyambut baik kunjungan studi tiru Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.

Menurutnya, pertukaran pengalaman antardaerah menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pengelolaan lingkungan dan persampahan. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Sidoarjo untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan sampah.

Di sisi lain, Sidoarjo juga dapat memperoleh pembelajaran dari pengalaman daerah lain. Hal senada disampaikan Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, S.STP., M.HP. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak.

Arif mengatakan, Sidoarjo tidak memosisikan diri sebagai daerah yang paling baik dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, setiap daerah memiliki pengalaman dan pendekatan masing-masing yang dapat saling dipelajari dan dikembangkan.

“Sidoarjo merasa kita pun juga tidak yang terbaik. Ini akan berkolaborasi bahwa teman-teman juga membawa ilmu yang bisa kita adopsi untuk bisa kita optimalkan dalam pengelolaan sampah di Sidoarjo,” jelas Arif. Ia menambahkan, perbedaan karakteristik wilayah dan masyarakat membuat setiap daerah memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah.

Karena itu, pertukaran pengalaman menjadi penting untuk menemukan pendekatan yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.Penguatan pengelolaan sampah di tingkat TPS 3R menjadi salah satu bagian penting.

Pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah.Melalui studi tiru tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat tidak hanya bertukar pengalaman mengenai teknologi dan praktik pengelolaan sampah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antardaerah tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi serta aksi nyata dalam pengurangan dan pengelolaan sampah, baik di Sidoarjo maupun Jakarta Barat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.