MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan kiprah nyata dalam dunia pendidikan melalui pengembangan model AI-Driven Economics Learning (AIDEL). Inovasi berbasis kecerdasan buatan ini dirancang khusus untuk mendukung transformasi pembelajaran ekonomi sekaligus mendongkrak kompetensi akademik siswa SMA di Jawa Timur sepanjang tahun 2026.
Integrasi Teknologi AI untuk Personalisasi Belajar
Ketua peneliti AIDEL, Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa model ini dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman serta menyesuaikan diri dengan karakteristik peserta didik yang semakin lekat dengan teknologi.
Melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), pembelajaran ekonomi tidak lagi sekadar berfokus pada hafalan konsep, melainkan mengajak siswa untuk aktif menginterpretasi data dan memecahkan permasalahan kontekstual.
Baca juga: Terobosan Baru UM, D-ACT ECO Hadirkan Pembelajaran Ekonomi Digital Interaktif di Jatim
“AI dalam AIDEL diarahkan untuk membantu menciptakan pembelajaran ekonomi yang lebih adaptif dan berbasis data melalui chatbot AI, latihan numerasi yang dipersonalisasi, simulasi konsep ekonomi, serta pemantauan perkembangan pembelajaran,” ujar Ro’ufah menjelaskan esensi dari inovasi tersebut.
Model ini memadukan sejumlah komponen canggih seperti AI generatif, chatbot adaptif, hingga simulasi ekonomi interaktif yang membantu siswa memahami materi abstrak seperti inflasi, resesi, hingga hukum permintaan dan penawaran. Meski berbasis teknologi mutakhir, tim pengembang menegaskan bahwa kehadiran AI diposisikan sebagai pendukung strategis bagi guru, bukan sebagai pengganti peran pendidik di kelas.
Kolaborasi Luas Bersama MGMP Ekonomi Jawa Timur
Guna memastikan efektivitasnya di lapangan, tim peneliti yang beranggotakan Sri Handayani, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Rizza Megasari, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dan Khofifatu Rohmah Adi, S.Pd., M.Pd. telah melakukan serangkaian uji coba. Pengujian tersebut melibatkan kolaborasi erat bersama guru-guru ekonomi yang tergabung dalam MGMP Ekonomi MA Kabupaten Kediri dan Blitar.
Melalui sinergi ini, para guru berkesempatan mengeksplorasi fitur AI Personal Tutor sekaligus memberikan masukan berharga demi penyempurnaan sistem. Langkah kolaboratif ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas serta SDG 9 terkait inovasi infrastruktur dan teknologi.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.