Teliti toleransi siswa di sekolah, dari skripsi menjadi jurnal Sinta 2
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis proyek dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan toleransi siswa di sekolah Islam. Temuan tersebut diangkat dalam artikel ilmiah Nur Chamidah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang terbit di jurnal nasional terakreditasi SINTA 2.
Artikel berjudul “From Pluralism to Tolerance: The Role of Project-Based Social Studies Learning in Islamic Schools” ditulis bersama Ali Nasith dan Alfiyana Yuli Efiyanti, yang juga berafiliasi dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Artikel tersebut diterbitkan dalam Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, Volume 13 Nomor 1 Tahun 2026, halaman 84–96, pada 8 April 2026.
Baca juga: Inovasi AI-Driven Economics Learning UM Dorong Transformasi Pembelajaran Ekonomi di Jawa Timur
Baca juga: Mahasiswa PBA UIN Malang Publikasikan Riset Quizlet dan Pembelajaran Bahasa Arab di Jurnal SINTA 2
Penelitian ini mengkaji bagaimana integrasi nilai pluralisme dalam pembelajaran IPS berkaitan dengan tingkat toleransi siswa. Penelitian dilakukan di MTsN 1 Kota Kediri dengan populasi 120 siswa dan sampel 92 siswa kelas VIII.
Peneliti menggunakan metode campuran dengan desain sequential exploratory. Data kualitatif dihimpun melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner. Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji penerapan nilai pluralisme dalam pembelajaran sekaligus menganalisis hubungannya dengan sikap toleransi siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pluralisme telah diintegrasikan ke dalam modul pembelajaran, antara lain melalui diskusi kelompok heterogen dan pembelajaran berbasis masalah. Penguatan nilai tersebut juga berkaitan dengan program sekolah P5RA yang mendukung pembentukan karakter dan pemahaman terhadap keberagaman budaya.
Analisis regresi linear sederhana menghasilkan nilai signifikansi p < 0,001. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan statistik yang signifikan berupa pengaruh integrasi nilai pluralisme dalam pembelajaran IPS terhadap tingkat toleransi siswa dalam konteks penelitian tersebut. Temuan ini tidak serta-merta dapat digeneralisasi ke seluruh sekolah Islam, tetapi memberikan bukti empiris mengenai pentingnya integrasi nilai keberagaman dalam proses pembelajaran.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran IPS memiliki ruang untuk mengembangkan kompetensi sosial siswa, selain membantu mereka memahami konsep dan materi pelajaran. Diskusi kelompok heterogen dan aktivitas pemecahan masalah dapat menjadi ruang bagi siswa untuk berinteraksi dengan teman yang memiliki latar belakang atau pandangan berbeda. Melalui proses tersebut, nilai toleransi dapat dibahas dan dipraktikkan dalam kegiatan belajar.
Publikasi Nur Chamidah juga menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah melalui kolaborasi dengan dosen. Skripsi tidak harus berhenti sebagai dokumen akademik untuk memenuhi persyaratan kelulusan, tetapi dapat diolah menjadi karya yang memperluas diskusi ilmiah dan menghadirkan temuan bagi pengembangan pendidikan.
Bagi bidang Pendidikan IPS, penelitian ini menambah kajian mengenai peran pembelajaran dalam membentuk sikap sosial peserta didik. Integrasi nilai pluralisme menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikaji lebih lanjut untuk mendukung pendidikan yang menghargai keberagaman dan mendorong kehidupan bersama yang toleran.
Publikasi di Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS menjadi capaian akademik Nur Chamidah bersama para penulis lainnya. Lebih dari sekadar publikasi, penelitian ini mengangkat persoalan penting tentang bagaimana nilai keberagaman diterjemahkan ke dalam pengalaman belajar dan dikaji melalui penelitian pendidikan.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.