Langsung ke konten
Minggu, 4 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Bangun Ekosistem Berkelanjutan, SDN Ngadirejo I Tutur Rangkul SMP, SMK, dan Paguyuban Komite

Menjawab tantangan pendidikan yang kian dinamis, SDN Ngadirejo I Tutur mengambil langkah progresif dengan menginisiasi komunikasi dan kolaborasi bersama

Kepala SDN Ngadirejo I Tutur Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd. (tengah) bersama perwakilan satuan pendidikan dan Ketua Paguyuban Komite Sekolah se-Kecamatan Tutur saat menggelar dialog kolaborasi penguatan mutu pendidikan berkelanjutan di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Kepala SDN Ngadirejo I Tutur Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd. (tengah) bersama perwakilan satuan pendidikan dan Ketua Paguyuban Komite Sekolah se-Kecamatan Tutur saat menggelar dialog kolaborasi penguatan mutu pendidikan berkelanjutan di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Humas SDN Ngadirejo I)

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Kesadaran bahwa kemajuan dunia pendidikan tidak dapat dipikul secara parsial kian mengakar di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Menjawab tantangan pendidikan yang kian dinamis, SDN Ngadirejo I Tutur mengambil langkah progresif dengan menginisiasi komunikasi dan kolaborasi bersama satuan pendidikan jenjang SMP, SMK, serta Paguyuban Komite Sekolah se-Kecamatan Tutur.

Inisiatif lintas jenjang ini dirancang sebagai jembatan kesinambungan proses belajar para peserta didik. Pihak sekolah meyakini bahwa keberhasilan fase pendidikan dasar bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal yang memerlukan pengawalan berkesinambungan hingga siswa melangkah ke bangku SMP dan SMK.

Kepala SDN Ngadirejo I Tutur, Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd., menegaskan pentingnya menanggalkan ego sektoral antarsekolah. Menurutnya, tujuan akhir dari seluruh proses pendidikan adalah menghantarkan masa depan generasi penerus bangsa, bukan sekadar membesarkan nama masing-masing lembaga.

Baca juga: Prof. Abdul Hamid Buka ICIED 2026, Dorong Pendidikan Bangun Ekosistem Inklusif dan Berkelanjutan

Baca juga: Prigen Coffee Fest 2026 Dorong Ekosistem Kopi dari Hulu ke Hilir, Kompetisi Es Kopi Susu Jadi Magnet

Iklan

“Kita tidak sedang membangun sekolah masing-masing, tetapi sedang membangun masa depan anak-anak kita. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antarsatuan pendidikan harus terus diperkuat. Ketika kita bergerak bersama, tantangan pendidikan akan lebih mudah kita hadapi,” ujar Risdiyan di sela-sela pertemuan koordinasi tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa ruang dialog antarjenjang ini memungkinkan para pendidik untuk saling bertukar praktik baik, memetakan potensi peserta didik sejak dini, hingga menyelaraskan program-program pembinaan karakter yang aplikatif.

Penguatan ekosistem pendidikan di kawasan pegunungan ini kian solid berkat keterlibatan aktif Ketua Paguyuban Komite Sekolah se-Kecamatan Tutur. Kehadiran komite dipandang sebagai simpul pengikat antara pihak sekolah, orang tua wali murid, dan aspirasi masyarakat luas.

Ketua Paguyuban Komite Sekolah dalam kesempatan itu turut mengamini bahwa peran komite kini bertransformasi menjadi mitra strategis. Menurutnya, komite sekolah tidak lagi hanya menjadi pelengkap administratif, melainkan penyambung lidah aspirasi masyarakat sekaligus pengawal program sinergi lintas lembaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh anak-anak.

Melalui sinergi terpadu ini, inovasi para guru berpadu erat dengan pengabdian tenaga pendidik, kehangatan dukungan keluarga, serta kepedulian masyarakat. Gerakan yang berawal dari wilayah pedesaan dan perbukitan Tutur ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi mutu pendidikan bermutu tinggi dapat lahir dari kesadaran bersama di tingkat akar rumput, tanpa harus pasif menunggu dorongan dari pusat.

Menutup perbincangan, Risdiyan kembali menggaungkan semangat kebersamaan yang menjadi landasan langkah kolaboratif tersebut.
“Berbeda jenjang, satu tujuan. Berbeda sekolah, satu semangat. Bersama membangun pendidikan, bersama menyiapkan generasi masa depan,” pungkasnya mantap.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.